Alasan KPU Pilih Hari Rabu Untuk Hari-H Pencoblosan Pemilu 2024
Pramono menjelaskan bahwa dasar Pencalonan Pilkada 2024 berbeda dengan pencalonan Pilpres 2024.
Komisioner KPU RI Pramono Ubaid menjelaskan alasan hari pemungutan suara pemilu 2024 dilaksanakan pada hari Rabu. Alasannya, apabila menjelang akhir atau awal pekan, biasanya banyak masyarakat berangkat liburan atau belum kembali dari libur.
“(Rabu) diharapkan pemilih terdorong datang ke TPS dan tidak memilih pergi liburan,” kata Pramono dalam webinar daring, Selasa (14/9/2021).
-
Kapan Pemilu 2024? Sederet petahana calon legislatif (caleg) yang sempat menimbulkan kontroversi di DPR terancam tak lolos parlemen pada Pemilu 2024.
-
Kapan KPU akan mengumumkan hasil resmi Pilpres 2024? Sebagai informasi, sengketa hasil Pilpres 2024 akan disidangkan ke MK pasca KPU mengumumkan hasil resminya pada 20 Maret 2024.
-
Bagaimana Pantarlih membantu KPU dalam Pilkada 2024? Pantarlih berperan dalam membantu KPU Kabupaten/Kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam menyusun daftar pemilih dan melakukan pemutakhiran data pemilih.
-
Bagaimana cara KPU RI menetapkan hasil Pilpres 2024? Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional serta penetapan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024.
-
Bagaimana KPU menentukan hasil Pemilu 2024? KPU bakal memutuskan hasil rekapitulasi perolehan suara untuk Pemilu 2024 hari ini, Rabu (20/3). Hari ini merupakan batas akhir rekapitulasi suara tingkat nasional, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Sebelum menetapkan hasil rekapitulasi suara, KPU bakal terlebih dahulu merekap suara untuk dua provinsi yang tersisa dari total 38 provinsi. Yakni Papua dan Papua Pegunungan.
-
Bagaimana cara KPU menentukan tahapan pemilu 2024? Data tersebut berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2023.
Pramono juga menyebut apabila pemungutan suara Senin atau Jumat, maka hari libur akan menjadi lebih panjang. “Diletakkan di tengah-tengah menghindari orang tidak punya dorong malah pergi berlibur,” ujarnya.
Selain itu, KPU juga menghindari hari pemungutan suara dilangsungkan saat bulan puasa. Hal itu yang membuat usulan hari pemungutan suara pada 21 Februari 2024, bukan Maret di mana sudah memasuki bulan puasa.
“Bulan puasa akan menimbulkan kelelahan yang lebih berat secara psikologis juga. Jadi ini dampak psikologis yang kita harapkan kenapa kita ambil ke Februari,” katanya.
Sebelumnya, Pramono menjelaskan bahwa dasar Pencalonan Pilkada 2024 berbeda dengan pencalonan Pilpres 2024.
“Pencalonan Pilkada 2024 didasarkan pada suara pemilu 2024 pada 27 Februari. Beda dengan pilpres, pilpres dasar pencalonan 2024 itu hasil pemilu 2019,” tutupnya.
Baca juga:
KPU Sebut Dasar Pencalonan Pilkada 2024 Berbeda dengan Pilpres
Peluang Ketua Partai Nyapres Dinilai Lebih Besar dari Kandidat Populer di 2024
Strategi BM PAN Bantu PAN Mencapai Kemenangan di Pemilu 2024
Gerindra Incar Kemenangan di Jawa Barat pada Pemilu 2024
HNW Nilai Mayoritas Partai sudah Ancang-Ancang untuk Pemilu 2024
PKB Dorong Kader Internal Jadi Calon Gubernur DKI Jakarta