Proyek revitalisasi kilang, Pertamina butuh 20.000 tenaga kerja baru
Serapan tenaga kerja akan mulai 2017 sekitar 5.000 orang.
Proyek revitalisasi kilang dan pembangunan kilang baru yang dilakukan PT Pertamina (Persero) akan mulai menyerap tenaga kerja besar-besaran mulai tahun depan. Pengembangan kilang tersebut dinilai menciptakan dampak berantai cukup besar.
"Proyek kilang Tuban, peak load instead of pick low tahap satu kami butuh tenaga sebanyak 20.000 tenaga kerja dan akan menciptakan multiplier effect hingga enam kali lipat," ujar Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/9).
-
Kenapa Pertamina terus berupaya meningkatkan produksi Migas? “Kami berterima kasih atas dukungan DPR, karena ini merupakan komitmen kita bersama untuk memberikan suplai yang cukup bagi masyarakat hingga akhir tahun yang tinggal satu setengah bulan lagi,” pungkas Nicke.
-
Apa yang diraih oleh Dirut Pertamina? Nicke menjadi salah satu dari dua wanita Indonesia paling berpengaruh yang masuk ke dalam daftar ini.
-
Bagaimana Pertamina meningkatkan produksi migas di dalam negeri? Sepanjang tahun 2023, Pertamina melakukan berbagai inovasi bisnis dan meningkatkan produksi migas dalam negeri serta berkiprah ke luar negeri, sebagai upaya kami untuk menambah produksi migas bagi Indonesia, menumbuhkan ekosistem energi transisi serta mengembangkan partnership dengan berbagai mitra bisnis yang kredibel.
-
Mengapa Pertamina melakukan peninjauan ke kilang dan SPBU? Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan Pertamina mulai dari unit produksi hingga distribusinya siap untuk merespon kebutuhan mudik Nataru.
-
Mengapa Pertamina melakukan kegiatan ini? Pertamina sebagai BUMN yang bergerak di bidang energi, tidak hanya terus berupaya menyediakan energi di seluruh wilayah negeri. Akan tetapi, juga memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dalam rangka mendukung capaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan untuk menuju kemandirian masyarakat.
-
Siapa yang menjadi Dirut Pertamina? Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati kembali masuk dalam daftar 100 wanita berpengaruh dunia (The World’s 100 Most Powerful Women) versi Forbes tahun 2023.
Dua proyek yang akan mulai menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar tahun depan adalah pembangunan Kilang Tuban di Jawa Timur dan proyek RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur yang mulai masuk tahap konstruksi.
Pertamina yang menjalin kerja sama dengan OJSC Rosneft Oil Company akan membangun Kilang Tuban dengan kapasitas produksi 300.000 barel perhari. Sebanyak 20 persen hingga 25 persen di antaranya akan memproduksi bahan baku petrokimia dan 75 persen memproduksi BBM. Kilang Tuban ditargetkan beroperasi pada 2021.
Di luar itu, Pertamina saat ini dalam proses seleksi calon mitra untuk pembangunan Kilang Bontang. Pertamina juga tengah mengebut Proyek RDMP empat kilang, yakni Kilang Dumai, Cilacap, Balongan, dan Kilang Balikpapan.
Menurut Rachmad, proyek kilang Tuban dengan RDMP Cilacap akan berjalan seiring. Namun, pekerjaan fisik Tuban akan lebih dulu dibanding Cilacap. Serapan tenaga kerja akan mulai 2017 sekitar 5.000 orang.
"Begitu 2019 -2021 itu hampir sekitar 30.000 pekerja. Pada 2018, baik Balikpapan, Cilacap dan Tuban akan menyerap 75.000 lapangan kerja baru," kata Rachmad.
Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Gus Irawan Pasaribu, mengatakan revitalisasi bertujuan agar semua kilang Pertamina bisa berfungsi maksimal. Dengan begitu, Pertamina bisa meningkatkan produktivitasnya.
"Artinya akan bisa mengurangi porsi impor akan menciptakan lapangan kerja. Pengangguran saat ini terus bertambah. Kami berharap BUMN bisa menjadi garda terdepan untuk menstimulus ekonomi dan menyiapkan lapangan kerja," kata Gus Irawan.
Menurutnya, proyek revitalisasi dan pembangunan kilang baru pasti berdampak pada ekonomi nasional karena akan membuka lapangan kerja baru. Selain itu, jika telah terealisasi produksi kilang akan membuat impor bahan bakar minyak (BBM) dan petrokimia juga berkurang sehingga bisa menghemat devisa negara.
"Secara gradual jika ini dilakukan maka akan berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi terhadap stabilitas nilai Rupiah," jelasnya.
Gus Irawan menambahkan ekonomi daerah juga akan ikut bergerak dengan adanya proyek kilang. Tidak hanya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar daerah tersebut, namun juga akan menciptakan multiplier effect lainnya.
"Untuk itu kami juga berharap pemerintah mendukung sepenuhnya, baik pusat maupun daerah lokasi proyek kilang. Karena akan banyak manfaat bagi daerah," pungkasnya.
Baca juga:
Pemerintah diminta tertibkan bisnis gas sebelum buat holding
Polisi gerebek 'tempat kentut' tangki elpiji bersubsidi di Cilacap
Soal akuisisi PGE, PLN dinilai tak bisa kelola pembangkit panas bumi
Hingga Agustus, angka kehilangan minyak Pertamina capai 0,18 persen
Permintaan konsumen, pengusaha SPBU bakal kurangi tangki BBM premium
Bos Kadin dan Apindo beda pendapat soal holding BUMN Migas
Bos Kadin dan Apindo beda pendapat soal holding BUMN Migas
Anak usaha Pertamina jual 8 blok gasifikasi batu bara