Petugas Bandara Malaysia Usir Dua Penumpang Asal China Setelah Bikin Rusuh di Pesawat
Saat ini, mereka sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dua orang warga negara China harus dikeluarkan dari pesawat di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia, akibat tindakan mereka yang mengganggu sebelum penerbangan. Kepala Polisi KLIA, Azman Shariat, mengungkapkan kejadian tersebut berlangsung pada 9 Februari di terminal KLIA 2 ketika pesawat bersiap untuk terbang menuju Jieyang, China.
Azman menjelaskan, seorang penumpang wanita berperilaku aneh, yang menyebabkan gangguan dan ketidaknyamanan bagi penumpang lainnya.
"Penumpang tersebut bertindak 'tidak waras' dan mengganggu penumpang lain. Dia dan pasangannya kemudian diamankan oleh petugas keamanan dan dikeluarkan dari pesawat," tuturnya dalam pernyataan yang dilansir dari laman Straits Times, Rabu (12/2).
Setelah dikeluarkan, keduanya dibawa ke kantor polisi KLIA untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, selama proses interogasi, mereka menunjukkan sikap yang tidak kooperatif dan bahkan bersikap agresif terhadap petugas yang menangani kasus tersebut. Perilaku ini menambah kesulitan dalam penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang di bandara.
Karena tingkah laku yang tidak menentu, pihak kepolisian meminta bantuan dari petugas Kementerian Kesehatan Malaysia. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, kedua individu tersebut diberikan obat penenang untuk menstabilkan kondisi mereka.
"Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sultan Idris Shah di Serdang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, karena diduga mengalami masalah kesehatan mental," kata Azman.
Meskipun sempat mengganggu ketertiban, tidak ada tindakan penangkapan yang dilakukan terhadap kedua penumpang tersebut. Hasil tes narkoba juga menunjukkan negatif, tetapi mereka tetap dirawat di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.