Sempat Dihentikan, Donald Trump Izinkan Kembali Pengiriman 907 Kilogram Bom dari AS ke Israel
Bom ini punya kekuatan menghancurkan yang sangat dahsyat.

Setelah menyatakan keinginannya memindahkan warga Palestina di Gaza ke Mesir dan Yordania, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan kebijakan yang menunjukkan dukungannya terhadap negara Zionis Israel.
Trump mengizinkan kembali pengiriman sekitar 907 bom ke Israel dari AS, seperti disampaikan pada Sabtu (25/1). Pengiriman bom ini sempat dihentikan Presiden Joe Biden ketika Israel menggunakan bom tersebut untuk menghancurkan wilayah warga sipil di Gaza. Bom buatan AS ini dapat menembus beton tebal dan logam di wilayah yang luas.
Ketika ditanya alasannya, Trump mengatakan: "Karena mereka (Israel) membelinya," seperti dikutip dari The Guardian, Senin (27/1).
Trump meminta militer AS segera mengirim kembali bom tersebut. Langkah ini sebagaimana telah diperkirakan sebelumnya, seperti dikutip dari Reuters.
"Kami mengeluarkannya (bom). Kami mengeluarkannya hari ini. Dan mereka (Israel) akan memilikinya. Mereka membayarnya dan mereka telah menunggunya sekian lama. Itu ada di gudang," jelas Trump kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.
Sebelumnya pada Sabtu, Trump juga menyampaikan rencanannya ini melalui platform media sosial Truth Social.
"Banyak hal yang telah dipesan dan dibayar Israel, tapi belum dikirim oleh Biden, sekarang sedang dalam perjalanan!" tulisnya.
Menurut laporan Reuters, tahun lalu pemerintahan Joe Biden mengirim 907 kilogram bom ke Israel setelah serangan Hamas ke negara penjajah tersebut pada 7 Oktober 2023. Washington juga mengumumkan bantuan bernilai miliaran dolar ke Israel selama perang genosida Israel berlangsung di Gaza sejak 7 Oktober 2023 sampai 18 Januari 2025.