Terra Nullius, Daratan yang Tak Satu Pun Negara Mau Mengklaimnya
Saat ini masih ada sejumlah tempat di muka Bumi yang tidak diklaim oleh negara berdaulat mana pun.

Saat ini masih ada sejumlah tempat di muka Bumi yang tidak diklaim oleh negara berdaulat mana pun.

Terra Nullius, Daratan yang Tak Satu Pun Negara Mau Mengklaimnya
Sumber: IFL Science

Di dunia modern sekarang ini setiap negara memiliki batas wilayah berdaulat. Negara-negara rela berperang mengerahkan pasukan tentara dan kendaraan tempur untuk mengklaim batas wilayahnya. Namun meski manusia terobsesi dengan batas wilayah di atas peta,masih ada sejumlah lokasi di Bumi yang tidak diklaim oleh negara mana pun.

Wilayah-wilayah itu dikenal dengan nama Terra nullius--bahasa Latin yang berarti "bukan pulau siapa pun"--dan di antara pulau-pulau itu adalah Bir Tawil yang terletak di antara Mesir dan Sudan serta sejumlah kawasan di dekat perbatasan Korasia-Serbia dan wilayah Antartika.

Bir Tawil
Salah satu contoh paling tepat untuk Terra nullius adalah Bir Tawil, wilayah seluas 2.060 kilometer itu berada di dekat perbatasan Mesir dan Sudan. Tapi wilayah itu sungguh tak bertuan karena tidak diklaim oleh Mesir atau pun Sudan.
Wilayah itu merupakan gurun terpencil dengan suhu mencapai 45 derajat Celsius. Populasi di daerah itu tentu saja nihil meski terkadang wilayah itu dilintasi oleh suku-suku nomaden seperti kaum Ababda.


Pada 1902, Inggris kembali menggambar garis perbatasan Sudan-Mesir. Dari gambar itu Bir Tawil kemudian masuk dalam wilayah Mesir karena daerah itu biasanya dilintasi suku Ababda yang berbasis di Aswan, sebelah selatan Mesir.
Namun Mesir mengatakan mereka hanya akan tunduk patuh pada batas wilayah tahun 1899, sementara Sudan mengikuti batas wilayah yang ditentukan pada 1902. Dengan kata lain, Mesir meyakini Bir Tawil adalah wilayah Sudan, sementara Sudan menganggap daerah itu milik Mesir.
Sumber: IFL Science

Marie Byrd Land
Menurut hukum internasional, tak secuil pun wilayah Antartika dimiliki oleh sebuah negara. Namun itu tidak membuat tujuh negara yaitu Argentina, Australia, Chile, Prancis, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris, berusaha untuk mengklaimnya.

Peta Antartika memperlihatkan wilayah itu diklaim oleh tujuh negara tersebut sehingga bentuknya menyerupai pizza yang dibelah tujuh. Tapi ada satu potongan wilayah yang disebut Marie Byrd Land yang tidak diklaim oleh negara mana pun.
Nama daerah itu diambil dari istri seorang laksamana laut AS Richard E Byrd yang pernah menjelajahi wilayah itu pada awal abad ke-20. Dengan luas 1,6 juta kilometer persegi, Marie Byrd Land menjadi wilayah tak bertuan terluas di muka Bumi. Alasan mengapa tak ada negara mau mengklaimnya adalah karena wilayah itu sangat terpencil dan tidak bisa dilintasi bahkan menurut standar Antartika sendiri.

Nama istri

Gornja Siga
Di antara perbatasan Kroasia dan Bosnia di sisi timur Sungai Danube ada sejumlah daratan yang diperebutkan sejak kecamuk perang Yugoslavia pada 1990-an. Namun di tepi barat sungai itu justru sebaliknya: ada empat keping daratan yang tidak diklaim oleh negara mana pun.
Di antara perbatasan Kroasia dan Bosnia di sisi timur Sungai Danube ada sejumlah daratan yang diperebutkan sejak kecamuk perang Yugoslavia pada 1990-an. Namun di tepi barat sungai itu justru sebaliknya: ada empat keping daratan yang tidak diklaim oleh negara mana pun. Gornja Siga adalah daratan terluas di wilayah itu, mencakup wilayah seluas 7 kilometer persegi dan kawasan hutan di sekitar Danube, Secara de facto wilayah itu milik Kroasia meski masuknya wilayah Serbia tapi Serbia tidak mengklaim wilayah itu.
Pada April 2015 sekelompok orang dipimpin politisi Ceko Vit Jedlicka memasang bendera di kawasan tak bertuan itu dan mengklaim tempat itu sebagia negara kecil bernama Liberland. Namun otoritas Kroasia tidak senang dengan keberadaan Liberland dan polisi dilaporkan beberapa kali mencoba menangkap mereka yang ingin ke kawasan itu.