42 Desa di Pati Terendam Banjir, Ini 3 Faktanya

Merdeka.com - Bencana banjir yang merendam kawasan kota-kota di sepanjang pantura belum juga surut. Setelah Kudus, Pekalongan, dan Semarang, kini giliran Kabupaten Pati yang dilanda banjir. Dilansir dari ANTARA pada Selasa (9/2), tercatat ada 42 desa di enam kecamatan yang terendam banjir.
“Dari puluhan desa yang terdampak banjir, ada desa yang hanya terdampak di kawasan area pertanian dan 36 desa berdampak ke permukiman warga,” ungkap Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya. Lalu sebenarnya seperti apa persisnya kondisi banjir di Pati? Berikut selengkapnya:
Dampak Banjir
©2021 facebook.com/yulianti.safitri.585/editorial Merdeka.com
Martinus mengatakan wilayah kecamatan yang desanya paling banyak terkena banjir adalah Kecamatan Gabus (12 desa), kemudian disusul Kecamatan Jakenan (10 desa), Kecamatan Juwana (9 desa), Kecamatan Pati (7 desa), Kecamatan Sukolilo (3 desa), dan Kecamatan Kayen (1 desa). Sementara itu total rumah yang terdampak sebanyak 3.938 rumah, dengan jumlah rumah yang terendam sebanyak 2.931 rumah.
Sementara itu, total warga yang mengungsi secara keseluruhan mencapai 12.687 orang. Karena peristiwa ini, Bupati Pati Haryanto meminta jajarannya untuk memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat.
Sudah Sering Terjadi
©2021 Merdeka.com
Menurut Haryanto, banjir di Kabupaten Pati sebenarnya sudah sering terjadi. Namun dia mengatakan bahwa bencana tahuan itu bisa diurai apabila ada kepedulian dari pemerintah pusat.
“Penanganan air Sungai Juwana merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun belum ada penanganan maksimal yang dapat menuntaskan masalah banjir akibat luapan sungai tersebut,” kata Haryanto.
Penanganan Belum Maksimal
©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
Haryanto mengaku permasalahan banjir yang rutin terjadi di Pati sebenarnya seringkali disampaikan kepada Pemerintah Pusat. Walau begitu, belum ada penanganan maksimal yang dapat menuntaskan masalah banjir akibat luapan sungai tersebut.
Oleh karena itu, ia mengajak warganya untuk bersabar menghadapi musibah banjir. Bukan hanya warga Pati yang kesusahan, namun juga berdampak ke wilayah di sekitarnya seperti Kudus, Demak, Grobogan, dan Jepara.
“Kami juga mengerti masyarakat kalau tidak terpaksa pun tidak akan mau berada di tempat pengungsian. Tetapi karena ini bersamaan dengan pandemi COVID-19, tetap harus pakai masker. Agar antara satu sama lainnya bisa saling menjaga,” kata Haryanto dikutip dari ANTARA pada Selasa (9/2). (mdk/shr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya