Melihat Lebih Dekat Keseharian Masyarakat Desa Tertinggi di Tanah Jawa, Setiap Hari Pakai Sarung Karena Kedinginan
Selain dari pariwisata, perekonomian warga Desa Sembungan ditopang oleh hasil pertanian sayur mayur.

Selain dari pariwisata, perekonomian warga Desa Sembungan ditopang oleh hasil pertanian sayur mayur.

Melihat Lebih Dekat Keseharian Masyarakat Desa Tertinggi di Tanah Jawa, Setiap Hari Pakai Sarung Karena Kedinginan

Siang itu, kabut tebal menyelimuti langit Desa Sembungan yang berada di Kecamatan Kalijajar, Kabupaten Wonosobo. Jalan-jalan kampung dihiasi genangan air pertanda baru saja diguyur hujan.
Desa Sembungan sendiri merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa. Menurut data dari Kemenparekraf, desa tersebut berada di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut.
Di tengah desa itu, ada sebuah danau kecil atau telaga, warga menyebutnya Telaga Cebong. Keberadaan Telaga Cebong ini membuat Desa Sembungan potensial untuk kegiatan pariwisata.
Selain itu wisatawan juga banyak yang singgah di desa itu sebelum menuju puncak Bukit Sikunir. Dari atas Bukit Sikunir wisatawan bisa melihat Golden Sunrise.

Selain dari pariwisata, perekonomian warga Desa Sembungan ditopang oleh hasil pertanian mereka berupa sayur mayur.
Melalui video yang diunggah pada 10 Mei 2024 lalu, kanal YouTube Vista Holic berkesempatan mengunjungi Desa Sembungan. Saat itu Desa Sembungan masih berselimut kabut.
Banyak warga yang beraktivitas di luar. Mereka mengenakan jaket ataupun sarung untuk melindungi tubuh mereka dari udara dingin yang menusuk.
Di tepian Telaga Cebong, seorang warga tampak sedang memancing. Pemancing ikan itu mengatakan ikan di Telaga Cebong cukup banyak. Kalau musim kemarau air di sana surut, karena digunakan warga untuk menyirami tanaman di ladang.
“Air dari sini dialirkan lewat pompa-pompa air yang menggunakan tenaga diesel,” kata pemancing tersebut.
Kondisi cuaca di Desa Sembungan tidaklah menentu dan sering berubah-ubah secara drastis. Banyak rumah di Desa Sembungan yang letaknya persis di pinggir telaga. Sementara di beberapa lokasi pohon Carica tumbuh dan beberapa sudah berbuah.
Bagi wisatawan yang ingin menginap di Desa Sembungan, harga penginapan di sana berkisar antara Rp200-300 ribu. Sementara ada penginapan berbentuk kabin seharga Rp1 juta.
Saat berkunjung ke Desa Sembungan, kanal YouTube Vista Holic menemukan titik longsor yang berada di timur desa. Di bawah titik longsor itu terdapat aliran sungai kecil.
Saat hujan, aliran sungai itu begitu deras. Menurut warga setempat aliran sungai kecil itu nantinya tembus ke Curug Sikarim yang lokasinya berada di bawah Desa Sembungan.
Menurut informasi dari warga, orang dari luar desa tidak diperbolehkan membeli tanah di sana. Begitu pula terkait regulasi berjualan di sana. Baik yang membeli tanah maupun yang berjualan di sana diutamakan warga Desa Sembungan terlebih dahulu.
