Menyelami Sejarah Semar Mendem, Lemper Khas Keraton Solo
Sejarah menyebutkan bahwa penggunaan nama Semar awalnya dikarenakan kuliner ini menyerupai bentuk tubuhnya yang gemuk dan berisi.


Menyelami Sejarah Semar Mendem, Lemper Khas Keraton Solo
Semar Mendem merupakan salah satu kuliner tradisional khas Keraton Solo yang selalu disajikan setiap hari. Termasuk saat kegiatan perayaan seperti Sekaten, Suro, dan lainnya.
Dengan balutan telur dadar tipis ini membuat semar mendem memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan lemper.

Sejarah Semar Mendem
Kata Semar diambil dari nama salah satu tokoh di pewayangan Jawa yang cukup tersohor, yaitu Semar. Ia merupakan tokoh utama dalam Punakawan dan digambarkan sebagai penasihat para kesatria dan pemimpin pada saat itu.
Sejarah menyebutkan bahwa penggunaan nama Semar awalnya dikarenakan kuliner ini menyerupai bentuk tubuhnya yang gemuk dan berisi.


Selanjutnya, semar mendem digunakan untuk mengingatkan para raja agar tidak mabuk, terbuai, ataupun tergiur dengan kekuasaan dan harta yang diiming-imingi. Sebagai seseorang yang memiliki kuasa, pemimpin haruslah mengutamakan kepentingan rakyat untuk membangun masyarakat sejahtera.