Penyebab Batuk Berdahak pada Bayi, Berikut Cara Mengatasinya
Ketahui penyebab batuk berdahak pada bayi dan cara tepat mengatasinya.
Ketahui penyebab batuk berdahak pada bayi dan cara tepat mengatasinya.
Penyebab Batuk Berdahak pada Bayi, Berikut Cara Mengatasinya
Ketika bayi mengalami batuk berdahak, hal ini dapat menjadi kegelisahan bagi orang tua karena bayi belum dapat mengeluarkan dahak dengan efisien seperti orang dewasa. Batuk berdahak pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi virus atau bakteri hingga reaksi terhadap iritan di lingkungan sekitar.
Memahami penyebab batuk berdahak pada bayi adalah langkah awal yang penting dalam menangani kondisi ini. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda sebagai orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk membantu bayi pulih dengan cepat dan mengurangi risiko komplikasi.Selain itu, memahami gejala yang mungkin menyertai batuk berdahak dapat membantu mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis lebih lanjut. Dilansir dari berbagai sumber, berikut selengkapnya mengenai penyebab batuk berdahak pada bayi dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat yang penting diketahui.
Penyebab Batuk Berdahak pada Bayi
Batuk pada bayi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor penyebab tersebut umumnya adalah karena infeksi saluran pernapasan akibat virus, seperti flu, pneumonia, asma, atau bronkiolitis.Anak balita kerap mengalami batuk terutama dalam tahun pertama hidupnya. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh bayi masih dalam tahap perkembangan. Terdapat dua jenis batuk yang biasa terjadi pada bayi, yaitu batuk berdahak dan batuk kering.
Mengutip laman siloamhospital.com, penyebab batuk berdahak pada bayi umumnya adalah infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Sementara itu, batuk kering biasanya dipicu oleh alergi. Batuk sendiri merupakan respons alami tubuh untuk melindungi saluran udara dari kotoran agar tidak tersumbat.
Batuk adalah masalah yang wajar apabila terjadi sesekali, namun perlu diwaspadai jika terjadi secara terus-menerus. Batuk berdahak pada bayi dapat menjadi tanda bahwa bayi mengalami iritasi atau infeksi pada saluran pernapasannya.
Anda bisa mengetahui penyebab batuk pada bayi dengan melihat warna dahak tersebut. Contoh, batuk berdahak putih atau bening biasanya disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu, ISPA, atau bronkiolitis, serta iritasi saluran pernapasan akibat alergi atau paparan asap rokok.
Sementara itu, dahak berwarna kuning atau kehijauan umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, misalnya pada penyakit sinusitis, pneumonia, atau bronkitis. Batuk berdahak yang berwarna merah atau kemerahan merupakan kondisi yang patut diwaspadai. Hal ini menandakan bahwa terdapat perdarahan di saluran napas atau paru-paru bayi.
Cara Mengatasi Batuk Berdahak pada Bayi
1. Menepuk Punggung BayiMenepuk punggung bayi bisa dilakukan sebagai cara alami mengeluarkan dahak pada bayi. Sebelum mulai menepuk, pastikan untuk menelungkupkan anak terlebih dahulu. Menelungkupkan akan bisa lebih memudahkan dahak keluar.
Bisa juga dengan coba meletakkan satu kaki sedikit lebih ke atas daripada kaki bagian satunya. Telungkupkan dengan posisi kepala berada di bagian lebih rendah dan badannya di bagian yang lebih tinggi sedikit. Ketika dahak sudah keluar, bersihkan dengan tisu atau kain kering lembut.
2. Konsumsi Cairan
Mengonsumsi lebih banyak cairan saat mengalami batuk berdahak bagi orang dewasa tentu lebih mudah. Cara ini sangat berbeda dengan bayi yang belum memiliki kesadaran mengonsumsinya.
Hal ini membuat orang tua harus lebih telaten memberikan bayi cairan agar dahak bisa lebih cepat encer. Terutama bagi bayi yang masih berusia di bawah 6 bulan, berilah ASI yang lebih banyak dari biasanya. Jika bayi tidak mau ASI, beri susu formula dengan porsi lebih banyak dari biasanya.
3. Perhatikan Kelembapan
Tenggorokan yang lembap akan semakin memudahkan pengeluaran dahak. Cara mengatasi batuk berdahak pada bayi dengan melembapkan tenggorokkan bisa menggunakan humidifier. Alat ini sangat disarankan oleh National Heart, Lung, and Blood Institute.
Pastikan bahwa bayi tidur menggunakan humidifier di malam hari dengan menutup jendela. Humidifier ini mampu membunuh bakteri yang menyebabkan batuk berdahak atau infeksi pernapasan lainnya.
4. Hangatkan Tubuh Bayi
Menghangatkan tubuh bayi adalah cara mengeluarkan dahak pada bayi yang ampuh dan mudah dilakukan lainnya. Menghangatkan bayi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memandikannya dengan air hangat.
Sinar matahari pagi juga sangat baik untuk kesehatan bayi. Sinar matahari akan memberi asupan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan bayi. Dahak yang kental bisa berubah menjadi encer. Jika telaten menjemurnya di bawah sinar matahari, maka dahak menjadi mudah dikeluarkan.
5. Berikan Madu dan Lemon
Madu dan lemon merupakan obat rumah yang ampuh menyembuhkan batuk bayi secara alami. Ramuan buatan ini membantu untuk mengurangi kemacetan serta membersihkan lendir di hidung sehingga bayi agar lebih mudah bernapas.
Campuran madu dan lemon juga dapat melegakan tenggorokan, membunuh infeksi, serta memberikan efek lainnya. Caranya cukup gampang, dengan mencampurkan 1 sdt madu dan lemon dengan air hangat dan memberikannya pada anak membuat bayi akan merasa lebih baik.
6. Beri Minyak Telon
Minyak telon bisa digunakan sebagai cara alami mengeluarkan dahak pada bayi. Cobalah untuk mengoleskan minyak telon atau minyak kayu putih pada dada dan punggung bayi. Ini membuat bayi terasa hangat dan dahak bisa keluar dengan mudah.
Beberapa bayi bisa alergi terhadap minyak esensial tertentu. Jadi pastikan untuk mengetahui alergi yang dimiliki bayi. Olesan minyak telon pada bayi juga bisa memberi kenyamanan pada bayi, membuatnya tidak mudah rewel.
7. Ubah Posisi Tidur
Mengubah posisi tidur bayi juga bisa dijadikan cara mengeluarkan dahak pada bayi. Mulailah untuk memberi bayi bantalan tidur yang lebih tinggi. Hidung yang tersumbat bisa diatasi dengan cara ini.
Cara ini juga akan membuat bayi tidak lagi sering bangun karena kesulitan bernapas. Selain itu, bisa juga dengan memosisikan tubuh bayi dengan tengkurap saat tidur. Tujuannya agar dahak lebih mudah dikeluarkan. Tetap pastikan juga bahwa cara ini tidak menghalangi saluran pernapasannya.