Bawang Putih Lebih dari Bumbu Dapur, Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan
Selama berabad-abad, bawang putih telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, tidak hanya di dapur, tetapi juga dalam perawatan kecantikan.

Bawang putih merupakan salah satu bumbu utama yang sering ditemukan di dapur. Namun, tahukah Anda bahwa bahan ini memiliki banyak manfaat lebih dari sekadar memberikan rasa pada masakan? Dengan berbagai khasiat kesehatan, bawang putih telah dimanfaatkan selama berabad-abad untuk berbagai kegunaan di luar hanya sebagai bumbu masakan.
Dari perawatan kecantikan hingga solusi rumah tangga, bumbu ini terbukti sangat multifungsi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa cara untuk menggunakan bawang putih di luar konteks memasak, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Rabu(26/3/2025).
Mengurangi Nyeri Sendi
Bawang putih kaya akan berbagai senyawa yang berfungsi untuk mengurangi peradangan, menjadikannya sebagai obat alami yang efektif untuk mengatasi nyeri sendi. Dengan mengonsumsi bawang putih secara rutin, Anda dapat mengurangi rasa kaku dan ketidaknyamanan pada sendi, sekaligus meningkatkan kekuatan dan fleksibilitasnya.
Untuk mendapatkan kelegaan tambahan, Anda bisa memijatkan minyak yang telah dicampur dengan bawang putih ke area sendi yang sakit. Sifat antiperadangan dari bawang putih membantu mengurangi pembengkakan dan meningkatkan mobilitas, memberikan solusi yang sederhana dan tidak mengandung bahan kimia untuk mengatasi nyeri dan meningkatkan kesehatan sendi secara keseluruhan.
Membantu Menyembuhkan Herpes Bibir
Herpes bibir adalah infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) yang dapat menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Namun, bawang putih dapat mempercepat proses penyembuhannya berkat sifat antivirus yang dimilikinya, sehingga efektif melawan virus penyebab infeksi tersebut.
Untuk menggunakannya, hancurkan satu siung bawang putih segar dan oleskan langsung pada area yang terinfeksi herpes selama beberapa menit. Pastikan untuk tidak membiarkannya terlalu lama, karena bawang putih dapat bersifat keras dan menyebabkan iritasi pada kulit. Lakukan perawatan ini beberapa kali dalam sehari sampai herpes bibir sembuh sepenuhnya.
Perawatan Kulit Secara Alami

Bawang putih memiliki sifat antibakteri dan antiradang yang menjadikannya sebagai bahan alami yang sangat efektif untuk perawatan kulit. Bagi Anda yang mengalami masalah jerawat atau noda pada kulit, penggunaan bawang putih dapat membantu mengurangi kemerahan serta iritasi, sehingga mempercepat proses penyembuhan kulit.
Anda hanya perlu menghancurkan satu siung kecil bawang putih dan mencampurkannya dengan madu untuk membuat masker wajah yang menenangkan. Oleskan masker tersebut pada area yang bermasalah dan biarkan selama sekitar 10 menit sebelum membilasnya.
Perawatan Rambut Alami
Apabila Anda menghadapi masalah rambut menipis atau kulit kepala yang tidak sehat, bawang putih bisa menjadi solusi yang efektif. Dengan sifat antibakterinya, bawang putih mampu melawan ketombe dan mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat. Anda bisa menghancurkan beberapa siung bawang putih dan mencampurkannya dengan minyak, seperti minyak kelapa atau minyak zaitun.
Kemudian, pijatkan campuran tersebut ke kulit kepala selama beberapa menit, biarkan selama 30 menit, lalu bilas. Kandungan nutrisi dalam bawang putih dapat meningkatkan aliran darah ke kulit kepala, yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan rambut yang optimal.
Pengendalian Hama

Aroma bawang putih yang menyengat dikenal mampu mengusir berbagai jenis serangga, termasuk nyamuk, semut, bahkan tikus. Untuk membuat semprotan bawang putih yang sederhana, Anda hanya perlu mencampurkan beberapa siung bawang putih dengan air dan sedikit sabun cuci piring. Setelah itu, tuangkan campuran tersebut ke dalam botol semprot dan aplikasikan pada area yang sering dilalui hama, seperti ambang jendela atau pintu masuk.
Dalam sejarahnya, sebagaimana dilansir oleh Medical News Today, bawang putih telah digunakan oleh manusia di seluruh dunia selama ribuan tahun. Catatan sejarah menunjukkan bahwa penggunaannya sudah ada sekitar 5.000 tahun yang lalu, terutama dalam budaya Mesir dan India. Selain itu, ada indikasi bahwa orang Babilonia telah memanfaatkan bawang putih sejak sekitar 4.500 tahun yang lalu, sedangkan masyarakat China telah menggunakannya antara 2.000 hingga 4.000 tahun yang lalu. Saat ini, bawang putih dapat ditemukan tumbuh liar di Asia Tengah.
Secara tradisional, bawang putih telah digunakan oleh masyarakat untuk berbagai tujuan pengobatan. Seiring dengan berjalannya waktu, penelitian mengenai manfaat kesehatan dari bawang putih semakin berkembang, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap kolesterol dan tekanan darah. Dengan demikian, bawang putih tidak hanya berfungsi sebagai bumbu dapur, tetapi juga memiliki potensi sebagai obat alami.
Hindari Mengonsumsi Bawang Putih secara Berlebihan

Berbagai penelitian telah meneliti efek positif bawang putih dalam menurunkan risiko kanker. Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara mendalam bagaimana bawang putih berkontribusi dalam pengobatan beberapa kondisi, mengonsumsi bawang putih serta suplemen yang mengandung bawang putih dapat berkontribusi pada kesehatan secara keseluruhan.
Secara umum, bawang putih dianggap aman untuk dikonsumsi setiap hari. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mulas atau mual. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.
Efek dari konsumsi bawang putih dapat bervariasi tergantung pada dosis yang diambil dan kondisi kesehatan individu. Manfaat dari bawang putih biasanya dapat dirasakan dalam rentang waktu beberapa jam hingga beberapa hari setelah dikonsumsi. Namun, ada juga efek samping yang sering muncul akibat konsumsi bawang putih, seperti nyeri ulu hati dan sakit perut.
Hal ini menunjukkan bahwa beberapa orang mungkin perlu menghindari bawang putih, terutama dalam keadaan mentah, jika mereka memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti refluks asam. Selain itu, bawang putih mentah dan suplemen dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko pendarahan. Oleh karena itu, individu yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti warfarin, sebaiknya membatasi asupan bawang putih mereka.