Dulu Dijuluki Ikan Terjelek, Kini Blobfish Jadi Sorotan Dunia
Blobfish kembali jadi sorotan setelah terpilih sebagai ikan terbaik tahun ini di Selandia Baru, meski dulu sempat disebut "ikan terjelek sedunia".

Setelah sempat dijuluki sebagai ikan terjelek di dunia, blobfish kini mendapatkan pengakuan baru yang jauh lebih membanggakan.
Ikan laut dalam yang dikenal karena bentuk tubuhnya yang aneh ini berhasil dinobatkan sebagai “Fish of the Year” oleh Mountains to Sea Conservation Trust di Selandia Baru.
Mengutip NYPost, Sabtu (29/3), dalam pemungutan suara yang digelar tahun ini, blobfish meraih 1.286 suara dan mengungguli sejumlah kandidat lain, termasuk orange roughy yang menempati posisi kedua.
Blobfish atau Psychrolutes marcidus hidup di kedalaman laut sekitar Selandia Baru dan Australia, dan struktur tubuhnya yang lunak merupakan adaptasi penting untuk bertahan di lingkungan bertekanan tinggi.
Penampilannya yang viral di internet terlihat seperti gumpalan dengan wajah suram sebenarnya bukan bentuk aslinya di habitat laut dalam. Saat dibawa ke permukaan, tekanan rendah membuat tubuhnya ‘meleleh’, menciptakan tampilan ikonik yang kerap dijadikan meme.
Blobfish pertama kali mencuri perhatian global saat dinobatkan sebagai “World’s Ugliest Animal” pada 2013. Kini, status barunya sebagai Fish of the Year menjadi simbol meningkatnya kesadaran akan pentingnya konservasi spesies laut dalam yang kurang dikenal publik.
Meski status konservasi blobfish belum jelas, habitatnya yang sama dengan orange roughy—ikan yang rentan terhadap eksploitasi berlebihan—membuat keberadaannya ikut terancam. Metode penangkapan trawl laut dalam kerap membuat blobfish tertangkap sebagai tangkapan sampingan.
Menurut Kim Jones, Co-Director Mountains to Sea Conservation Trust, dengan mengelola penangkapan ikan orange roughy dan menjaga ekosistem laut dalam, perlindungan terhadap blobfish pun bisa lebih terjamin. Selandia Baru saat ini tercatat sebagai negara dengan tangkapan orange roughy terbesar di dunia.