Pria ini Hidup dengan Jantung Robot
Seorang pria di Australia mencetak rekor dunia sebagai pasien pertama yang hidup lebih dari 100 hari dengan jantung titanium.

Seorang pria di Australia menjadi orang pertama di dunia yang keluar dari rumah sakit setelah lebih dari 100 hari hidup dengan jantung buatan berbahan titanium. Keberhasilan ini menandai terobosan besar dalam dunia medis dan memberikan harapan bagi jutaan penderita gagal jantung di seluruh dunia.
Pria berusia 40-an ini mengalami gagal jantung parah, kondisi yang membuat jantungnya tidak mampu memompa darah dengan cukup ke seluruh tubuh.
Dalam kasus seperti ini, transplantasi jantung adalah solusi utama, tetapi keterbatasan donor sering menjadi hambatan. Di Amerika Serikat saja, jutaan orang menderita gagal jantung, namun hanya ribuan yang berhasil menerima transplantasi jantung setiap tahunnya.
Mengutip IFLScience, Jumat (21/3), sebagai solusi, tim dokter di St Vincent’s Hospital, Sydney, melakukan operasi pemasangan jantung buatan berbahan titanium yang dikembangkan oleh perusahaan medis BiVACOR.
Jantung ini menggunakan rotor magnetik untuk mendorong darah ke seluruh tubuh, menggantikan fungsi jantung manusia. Operasi yang berlangsung enam jam ini penuh ketegangan, tetapi tim dokter berhasil menjalankannya dengan sukses.
Keberhasilan ini menjadikannya pasien pertama di Australia yang menggunakan jantung titanium dalam tubuhnya.
Setelah menjalani masa pemulihan hingga Februari 2025, pasien ini diperbolehkan pulang dengan jantung buatan masih bekerja dalam tubuhnya, mencetak sejarah sebagai orang pertama yang hidup di luar rumah sakit dengan organ buatan tersebut.
Namun, perangkat ini masih digunakan sebagai solusi sementara sebelum pasien menerima transplantasi jantung manusia. Beruntung, awal bulan ini, ia menjalani transplantasi jantung yang berjalan sukses dan kini sedang dalam masa pemulihan.
Keberhasilan ini membuka kemungkinan penggunaan jantung buatan sebagai pengganti permanen organ manusia, mengurangi ketergantungan pada donor jantung.
Dengan pencapaian ini, dunia medis semakin optimis terhadap masa depan teknologi jantung buatan, yang dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa di masa depan.