Di Depan PM Malaysia, Prabowo Sebut Setiap Negara yang Dikunjungi Butuh Produk Sawit Indonesia
Diketahui, Malaysia adalah tujuan ekspor ke-6 dan sumber impor ke-5 bagi Indonesia. Pada periode Januari— November 2024.

Presiden Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin, (27/1). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta kerja sama perdagangan kelapa sawit diperkuat.
Menurutnya, Indonesia dan Malaysia adalah produsen terbesar kelapa sawit dunia yang mencakup 80 persen dari produksi global. Tak heran setiap negara membutuhkan kelapa sawit dan produk turunannya dari Indonesia maupun Malaysia.
"Setiap negara yang dikunjungi selalu mengatakan perlu kelapa sawit. Presiden berharap kerja sama Indonesia dan Malaysia untuk sektor ini dapat ditingkatkan,” kata Menteri Perdagangan Budi Santoso saat mendampingi Presiden.
Diketahui, Malaysia adalah tujuan ekspor ke-6 dan sumber impor ke-5 bagi Indonesia. Pada periode Januari— November 2024, total perdagangan Indonesia dan Malaysia tercatat sebesar USD 21,06 miliar.
Pada periode ini, ekspor Indonesia ke Malaysia tercatat sebesar USD 10,97 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Malaysia tercatat USD 10,09 miliar. Dengan demikian, pada periode tersebut, Indonesia masih mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD 882 juta.
Sementara pada 2023, total perdagangan kedua negara mencapai USD 23,2 miliar. Pada tahun tersebut, ekspor Indonesia ke Malaysia sebesar USD 12,5 miliar. Sedangkan impor Indonesia dari Malaysia sebesar USD 10,8 miliar. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Malaysia sebesar USD 1,7 miliar.
Untuk 2023, komoditas ekspor nonmigas utama Indonesia ke Malaysia, antara lain, bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati maupun hewani, kendaraan, besi dan baja, serta tembaga.
Impor Komoditas Non-Migas
Di sisi lain, komoditas impor nonmigas utama Indonesia dari Malaysia, antara lain, reaktor nuklir, ketel, mesin dan peralatan mekanis; plastik; mesin dan perlengkapan elektronik; bahan kimia organik, serta besi dan baja.
Dari sisi investasi, pada 2023, Malaysia adalah sumber Foreign Direct Investment (FDI) ke-5 bagi Indonesia. Pada tahun tersebut, investasi Malaysia di Indonesia tercatat sebesar USD 4,06 miliar, naik 21,4 persen dari tahun sebelumnya.
Mendag Budi mengapresiasi dukungan Malaysia dalam peningkatan kerja sama di sektor kelapa sawit. Kemendag siap menindaklanjuti berbagai upaya untuk memperkuat kerja sama di sektor kelapa sawit.
"Indonesia berharap kolaborasi Indonesia dan Malaysia tetap berlanjut untuk mengatasi munculnya hambatan-hambatan ekspor sawit baru di berbagai negara," ujar Mendag Busan.