Libur Lebaran Tak Sekadar Tradisi Mudik, 45 Persen Wisatawan Ternyata Ingin Eksplorasi Kuliner
Sebanyak 45 persen wisatawan menjadikan eksplorasi kuliner sebagai prioritas utama dalam perjalanan mereka.

Momen Lebaran kini tidak lagi sekadar identik dengan tradisi mudik, tetapi juga menjadi kesempatan istimewa untuk berwisata dan menikmati berbagai pengalaman kuliner. Libur panjang ini dimanfaatkan oleh banyak orang tidak hanya untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi juga untuk menjelajahi destinasi menarik, baik di dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan data terbaru dari Traveloka, sebanyak 42 persen masyarakat Indonesia telah merencanakan perjalanan selama libur Lebaran. Perjalanan ini bukan hanya sekadar kepulangan ke kampung halaman, tetapi juga menjadi ajang untuk menikmati liburan yang menyenangkan dan berkesan bersama orang-orang terdekat.
Di sisi lain, wisata kuliner semakin menjadi daya tarik utama selama libur Lebaran. Sebanyak 45 persen wisatawan menjadikan eksplorasi kuliner sebagai prioritas utama dalam perjalanan mereka.
Dari mencicipi hidangan khas yang penuh nostalgia di kampung halaman hingga berburu kuliner kekinian di restoran populer dan jajanan kaki lima yang sedang tren, pengalaman mencicipi berbagai cita rasa menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran.
Bagi banyak orang, mencicipi aneka hidangan lezat tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menghadirkan kenangan manis yang semakin memperkaya momen kebersamaan selama liburan.
President, Traveloka, Caesar Indra mengatakan, Lebaran 2025 diprediksi menjadi salah satu periode liburan tersibuk di Indonesia, diperkirakan hampir 150 juta orang akan melakukan perjalanan satu untuk bersilaturahmi dan mencari pengalaman baru.
Menurutnya, saat ini masyarakat semakin cermat dalam merencanakan libur Lebaran mereka, salah satunya dengan menggabungkan tradisi dan liburan yang fleksibel sesuai preferensi mereka.
"Seiring meningkatnya permintaan akan perjalanan yang lebih fleksibel dan fokus pada pengalaman, kami berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan yang seamless, mulai dari rekomendasi yang dipersonalisasi, solusi yang relevan dan menyeluruh, hingga layanan pasca-pemesanan yang optimal. Semua ini kami lakukan agar para wisatawan bisa menikmati libur Lebaran dengan cara yang paling bermakna, baik untuk menikmati tradisi bersama keluarga, bersantai, maupun menjelajahi pengalaman baru,” kata Caesar dalam keterangannya, Jumat (28/3).
Liburan ke Luar Negeri
Caesar menuturkan, selain mudik, liburan saat Lebaran semakin diminati, 37 persen wisatawan pulang kampung saat libur Lebaran, 42 persen lainnya memilih untuk berlibur di dalam atau luar negeri, menunjukkan pergeseran tren perjalanan dengan durasi lebih panjang dan fleksibel.
Bahkan wisata kuliner jadi kegiatan yang paling banyak diagendakan. Sebanyak 45 persen wisatawan mengatakan makan di luar, menjajaki kuliner kaki lima, dan mencoba restoran baru diagendakan menjadi pengalaman penting dari rencana libur Lebaran mereka. Hal ini menegaskan semakin besarnya peran kuliner dalam menentukan destinasi perjalanan.
"Kenyamanan menjadi faktor utama dalam memilih moda transportasi. Sebanyak 54 persen wisatawan memilih pesawat, 25 persen menggunakan kendaraan pribadi, dan 12 persen lebih suka naik kereta. Preferensi pilihan transportasi ini mencerminkan beragam gaya perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing wisatawan," papar dia.