Profil Jeffrey Sachs, Pejabat Danantara yang Getol Bela Palestina
Sachs mengutuk serangan Israel ke warga Palestina di jalur Gaza. Selain itu, dia juga menuding AS ikut terlibat dalam serangan Israel ke jalur Gaza.

Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani telah mengumumkan susunan lengkap pengurus Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sejumlah tokoh asing pun masuk dalam daftar pengurus Danantara.
Salah satu toko asing yang menyita perhatian ialah Jeffrey Sachs, yang merupakan ekonom ternama asal Amerika Serikat (AS) sekaligus Direktur dari Earth Institute di Colombia University. Sachs dikenal sebagai salah satu tokoh pembela Palestina.
Mengutip Al-Jazeera, Sachs mengutuk serangan Israel ke warga Palestina di jalur Gaza. Selain itu, dia juga menuding Amerika Serikat ikut terlibat dalam serangan Israel ke jalur Gaza.
"Apakah Amerika Serikat ingin terlibat dalam genosida?" Ini adalah pertanyaan yang harus ditanyakan oleh para pemimpin AS kepada diri mereka sendiri saat perang Israel di Gaza terus berlanjut," menurut Profesor Jeffrey Sachs dari Universitas Columbia.
Menurutnya, Israel tidak dapat melanjutkan 'selama satu hari' tanpa dukungan AS dan retorika dari para petinggi Demokrat yang mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena tidak ada tindakan yang diambil untuk menghentikan kejahatan perang. Sachs meyakini tidak ada upaya serius dari AS untuk mengakhiri konflik di jalur Gaza.
Ekonom Ternama Asal AS
"Ini karena Israel dibiarkan melanjutkan apa pun yang ada dalam pikiran mereka, yang tidak akan pernah mengarah pada perdamaian," tegasnya.
Terlepas dari pandangannya tersebut, Sachs yang menjabat Dewan Penasihat Danantara merupakan ekonom ternama asal Amerika Serikat (AS) sekaligus Direktur dari Earth Institute di Colombia University. Dia merupakan lulusan dari universitas terkenal di dunia, Harvard University.
Sachs juga dikenal sebagai salah satu profesor ekonomi termuda yang ada dalam sejarah universitas tersebut. Namanya menjadi terkenal setelah dia menjadi tokoh dalam krisis ekonomi. Dia menjadi penasehat bagi negara-negara Eropa Timur serta negara-negara berkembang lainnya.