Puncak Arus Mudik, Agen Penjual Tiket di Pelabuhan Ciwandan dan Merak Semakin Marak
Jelang Lebaran, agen penjual tiket untuk penyeberangan melalui jalur laut semakin banyak bermunculan.

Jelang Lebaran, agen penjual tiket untuk penyeberangan melalui jalur laut semakin banyak bermunculan di sekitar jalan menuju Pelabuhan Ciwandan dan Merak, Kota Cilegon, Banten.
Pantauan ANTARA pada Sabtu dini hari, tampak gerai-gerai agen penyedia layanan pembelian tiket daring untuk penyeberangan yang selalu ramai diburu para pemudik. Baik pemudik roda dua maupun roda empat terlihat berinteraksi dengan penjual tiket yang berada tepat di samping jalan raya. Mereka menggunakan lightstick parkir untuk memberhentikan kendaraan yang melintas dan menawarkan jasa pembelian tiket.
Salah seorang penjual tiket, Nita, mengatakan bahwa ia telah membuka layanan pembelian tiket kapal daring dari Pelabuhan Ciwandan dan Merak menuju Sumatera sejak Selasa, 25 Maret. Nita mengaku telah menjual tiket kapal selama hampir lima tahun dan melihat perkembangan pesat agen penjual tiket di sekitar pelabuhan.
"Mudik tahun ini memang sepi. Hari ini saja baru 30 tiket yang terjual. Tahun lalu, sehari bisa sampai 100 tiket terjual. Apakah karena pemudiknya yang sepi atau karena banyaknya agen tiket?" ujarnya.
Nita menjelaskan bahwa agen yang dikelolanya menyediakan berbagai kelas tiket, mulai dari Reguler dan Express dengan selisih harga sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 dari harga resmi. Meski harga sedikit lebih mahal, banyak pemudik yang memilih membeli tiket di agen karena kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan.
Memudahkan Pemudik
Ahmad Riski, seorang pemudik asal Tangerang, mengungkapkan bahwa ia terpaksa membeli tiket di agen karena belum sempat membeli tiket secara mandiri. "Saya lupa beli tiket sendiri, jadi terpaksa beli di agen. Ini lebih memudahkan kami," ujar Riski.
Namun, Riski mengeluhkan perbedaan harga tiket yang cukup signifikan antara agen dan aplikasi resmi. "Harga tiket di agen untuk motor bisa sampai Rp100 ribu, sedangkan di aplikasi hanya Rp60 ribu," jelasnya.
Meskipun ada selisih harga, Riski menganggap wajar karena kemudahan yang didapatkan, meski harga lebih mahal. "Memang lebih mahal, tapi lebih mudah, apalagi setelah perjalanan jauh," tambahnya.
Dengan maraknya agen penjual tiket yang bermunculan di sekitar pelabuhan, para pemudik kini memiliki lebih banyak pilihan, meski mereka harus rela membayar harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan membeli langsung melalui aplikasi resmi.