Tiga Konglomerat Indonesia dari Sektor Teknologi
Tiga pengusaha Indonesia yang sukses jadi konglomerat berkat bisnis di sektor teknologi.


Tiga Konglomerat Indonesia dari Sektor Teknologi
Tiga Konglomerat Indonesia dari Sektor Teknologi
Banyak orang berpikir menjadi orang terkaya di dunia harus memiliki bisnis di sektor layanan tambang, perbankan hingga keuangan. Namun siapa sangka, sektor bisnis baru seperti teknologi juga bisa menghasilkan mesin uang. Merujuk data terkini Forbes, ada tiga konglomerat baru yang datang dari bisnis sektor teknologi. Mereka adalah Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia.
Ketiganya merupakan orang Indonesia. Mereka merupakan pendiri dari PT DCI Indonesia Tbk (DCCI).
Sebuah operator pusat data terbesar di Indonesia saat ini. Sejak melantai di bursa saham pada Januari 2021, Saham DCI Indonesia melonjak.

Lantas siapa sebenernya 3 serangkai pengusa data terbesar di Indonesia ini? Berikut ini ulasannya untuk Anda:

Otto Toto Sugiri
Otto Toto Sugiri merupakan pendiri dan Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk (DCCI). Dia memulai perusahaan pada tahun 2011 dan membangun DCI menjadi operator pusat data terbesar di Indonesia. Otto pun dijuluki sebagai Bill Gates Indonesia karena memiliki pengaruh yang besar bagi pertumbuh ekonomi digital di Indonesia.
Sebelum ia membangun DCI, Otto sempat mendirikan PT Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989 yang diakuisisi oleh PT Telkom Indonesia dan sekarang bernama Telkomsigma.
Harta kekayaan bersih milik Otto yakni USD1,9 miliar atau setara Rp28 triliun (kurs:Rp 15.151). Sehingga dia menjadi orang terkaya ke-1.610 di dunia dan menempati posisi ke-23 dari daftar orang terkaya di Indonesia.

Marina Budiman
Marina Budiman merupakan salah satu wanita Indonesia terkaya di dunia versi Forbes. Harta kekayaan bersihnya senilai USD1 miliar atau Rp15 triliun.


Marina menempati urutan 2.541 orang terkaya dunia versi Forbes 2023 dan urutan ke-44 orang terkaya di Indonesia.
Marina Budiman juga salah satu pendiri dan presiden komisaris perusahaan pusat data DCI Indonesia. Dia mendirikan DCI bersama Otto Toto Sugiri pada tahun 2011 silam.
Sebelumnya, Marina bekerja dengan Otto di Bank Bali pada tahun 1985. Kemudian bergabung dengan Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989. Tak berhenti dari situ, pada tahun 1994 Marina ikut mendirikan Indonet. Sebuah perusahaan penyedia layanan internet pertama di Indonesia. Awal mula pertemuan dengan Otto, Marina memiliki cita-cita yakni sebagai bankir. Akhirnya dia balik ke Indonesia setelah masa studinya selesai dan bekerja di Bank Bali sebagai account officer.
Kendati begitu, selama menjadi bankir, dia mulai tertarik pada hubungan teknologi dengan bisnis. Hingga akhirya bertemu dengan Otto dan bergabung pada perusahaannya yakni PT Sigma Cipta Caraka.

Han Arming Hanafia
Tak berbeda dari Otto dan Marina, Han Arming Hanafia juga bersama mendirikan DCI. Hanafia hanya memiliki saham minoritas di DCI dan Indonet. Adapun harta kekayaan bersih milik Hanafia sekitar USD885 miliar atau setara Rp13.431 triliun.