Inggris tuntut Indonesia tanggung jawab atas hilangnya sisa PD 2
Merdeka.com - Pemerintah Belanda memberikan pernyataan keras atas hilangnya bangkai dua dari tiga kapal perang mereka yang tenggelam di Laut Jawa, Indonesia. Satu kapal sisanya, sebagian besar badan kapal serta bagian-bagian kecilnya diketahui telah dicuri.
Tak hanya Belanda yang merasa kesal, Inggris juga merasakan yang sama. Negara yang telah keluar dari Uni Eropa ini menyatakan kekecewaannya, dan menuntut keseriusan Indonesia untuk menginvestigasi kejadian tersebut.
"Kami menyesalkan gangguan yang tidak sah dari setiap kecelakaan yang berisi jenazah manusia. dan mendesak otoritas di Indonesia untuk melakukan investigasi dan mengambil tindakan yang tepat," tulis Kementerian Pertahanan Inggris, demikian dilansir The Telegraph, Jumat (18/11).
-
Di mana kapal tenggelam itu ditemukan? Pada 2018, Departemen Penelitian Bawah Air Universitas Antalya menemukan bangkai kapal yang diperkirakan berasal dari tahun 1600 SM tersebut di lepas pantai barat Provinsi Antalya.
-
Bagaimana cara Belanda menghalau Inggris di Jawa? Daendels mendapat tugas untuk mengamankan aset di Indonesia, dari kemungkinan serangan musuh.
-
Apa yang ditemukan di bangkai kapal? Pada masa itu mereka menemukan kerajinan tangan yang berasal dari Zaman Kuno dan Romawi, hingga perahu kayu dan logam yang tenggelam sekitar Perang Dunia II.
-
Dimana kapal itu tenggelam? Kapal penangkapan ikan KM Dewi Jaya 2 yang mengangkut 37 orang dari Muara Baru, Jakarta tujuan Lombok, Nusa Tenggara Barat tenggelam di perairan Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan (Sulsel).
-
Siapa yang menemukan bangkai kapal? Para penyelam angkatan laut tak sengaja temukan kapal karam berusia 2.200 tahun yang berada di sepanjang pantai Kroasia.
-
Kenapa para pelaut Indonesia membajak kapal De Zeven Provincien? Mereka yang membajak kapal ini sudah diperingatkan untuk bersandar, tetapi mereka tidak menggubris karena alasan hanya berunjuk rasa atas pemotongan gaji dan penangkapan teman-temannya.
Seperti Belanda, tiga kapal perang Inggris dan satu kapal selam milik Amerika Serikat tenggelam di Laut Jawa saat Perang Dunia Kedua berlangsung. Mereka meyakini, tindakan itu dapat membuat para veteran, sejarawan dan pemerintah marah, serta meminta tempat peristirahatan terakhir bagi jasad-jasad di kapal tersebut.
Berdasarkan laporan dari ekspedisi kapal yang hilang, memperlihatkan sisa-sisa lokasi yang diduga menjadi makam bagi HMS Exeter, kapal penjelajah berat dan kapal perusak HMS Encounter, yang benar-benar tak ada lagi ditempatnya.
Dengan menggunakan alat canggih dan menghasilkan gambaran 3 dimensi dari dasar laut, hanya ditemukan lubang besar.
Kapal perusak HMS Electra juga diketahui mengalami pencurian, namun sebagian besar bangkainya masih tersisa. Sedangkan kapal selam AS, USS Perch, di mana seluruh kru ditangkap Jepang, sudah tidak ada di kuburannya.
Kementerian Pertahanan dalam keterangannya menegaskan pemerintah Inggris telah menghubungi otoritas Indonesia untuk bertanggung jawab, dan meminta agar melakukan investigasi atas hilangnya dua kapal perang mereka.
"Banyak nyawa yang hilang selama pertempuran itu dan kami meminta situs tersebut dihormati dan tidak diganggu tanpa izin resmi dari Britania Raya. Ini adalah kebijakan pemerintah Inggris terhadap bangkai militer untuk dilindungi dan dirawat."
Keempat kapal tersebut tenggelam saat melaksanakan operasi di Laut Jawa, sekitar tahun 1942. Saat itu, mereka bertugas untuk mengadang armada laut Jepang yang tengah mengancam kekuasaan Belanda di Indonesia.
Sebelumnya, pemerintah Belanda marah begitu mengetahui bangkai kapal perang yang tenggelam saat berlangsungnya Perang Dunia Kedua hilang. Dua dari tiga kapal yang dimaksud itu diketahui ditenggelamkan armada laut Jepang di Laut Jawa.
"Bangkai dari HNLMS De Ruyter dan HNLMS Java tampaknya benar-benar hilang. Banyak bagian dari HNLMS Kortenaer juga hilang," tulis Kementerian Pertahanan Belanda dalam keterangan persnya, demikian dikutip dari The Telegraph, Jumat (18/11).
Dalam upaya ekspedisi yang berlangsung tahun ini, tim pencari tidak menemukan satupun bangkai kapal yang dimaksud, kecuali lubang bekas kapal tersebut di dasar laut. Hal itu diketahui dari teknologi sonar untuk memetakan jejak kapal tersebut.
Kapal-kapal tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh penyelam amatir pada 2002 lalu. Namun, bangkainya diketahui hilang setelah Belanda menerjunkan tim ekspedisi yang berlangsung belum lama ini.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Sebagian besar artefak dicuri setelah perang brutal tahun 1906 yang menewaskan sekitar 1.000 orang Bali.
Baca SelengkapnyaKedua korban saat ini dibawa ke RS Polri Kramat Jati.
Baca SelengkapnyaTepat hari ini, 21 Juli pada tahun 1947 silam, Belanda melancarkan Agresi Militer I di Indonesia.
Baca SelengkapnyaBagaimana cerita ada pasukan elite Jerman di Bogor? Lalu siapa saja yang dimakamkan di Makam Jerman di Megamendung.
Baca SelengkapnyaPemerintah Belanda akan mengembalikan ratusan artefak berharga yang diambil dari Indonesia.
Baca SelengkapnyaBea Cukai Riau kembali menangkap kapal pembawa pakai bekas impor yang masuk ke wilayah Indonesia
Baca SelengkapnyaKedatangan mereka yang tiba-tiba membuat gempar masyarakat pesisir Tuban
Baca SelengkapnyaDua KIA berbendera Vietnam dengan nama KG 9324 TS dan 90520 TS akhirnya berhasil diamankan polisi.
Baca SelengkapnyaTotal pasir yang sudah dikeruk mencapai 24.000 meter kubik pasir laut.
Baca SelengkapnyaNamun saat berada di 52 NM dari Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, kapal tersebut dihantam cuaca buruk.
Baca SelengkapnyaTerjadinya diskriminasi rasial antara awak kabin Belanda dan Pribumi pecah di Pelabuhan Aceh pada tahun 1933 silam.
Baca SelengkapnyaHarta karun tersebut ditemukan dekat kuburan kuno yang keberadaannya dikuak gelombang tsunami dahsyat yang melantak Aceh pada 2004.
Baca Selengkapnya