Tentara Israel Tembak Mati Pegawai PBB di Gaza, Konvoi Kendarannya Diberondong Peluru
Tentara Israel Tembaki Konvoi Kendaran PBB di Gaza, Tewaskan Satu Pekerja Asing

Peristiwa itu terjadi kemarin di Rafah. Seorang pegawai PBB lainnya dalam rombongan itu juga terluka dan seorang sopir tewas.

Tentara Israel Tembak Mati Pegawai PBB di Gaza, Konvoi Kendarannya Diberondong Peluru
Pihak berwenang di Gaza, Palestina kemarin melaporkan, militer Israel menembak mati seorang pekerja LSM asing dan melukai seorang lainnya di Kota Rafah, Gaza selatan.
Dilansir the Cradle, Selasa (14/5), kedua pekerja kemanusiaan itu sedang berada di dalam mobil yang dengan jelas tertera bendera dan logo PBB ketika mereka ditembaki.
Video kendaraan yang menjadi sasaran menunjukkan beberapa lubang peluru telah menembus jendela mobil.
“Kami mengutuk keras kekejaman yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh pendudukan Israel baik terhadap warga Palestina maupun pekerja bantuan asing di Gaza,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah di Gaza.
“Kami mendesak semua bangsa untuk mengecam tindakan tercela ini.”
Pada 1 April, pesawat nirawak (drone) Israel melepaskan tiga rudal berturut-turut menghancurkan mobil tujuh pekerja kemanusiaan Barat yang mengantarkan bantuan makanan ke Gaza. Serangan itu menewaskan mereka.
- Tentara Israel Mulai Tobat, Ramai-Ramai Tolak Kembali ke Gaza, Muak Lakukan Aksi Kekejaman terhadap Warga Sipil
- 70.000 Tentara Israel Jadi Cacat Setelah Pulang dari Perang di Gaza, Jumlahnya Terus Bertambah
- Baru Sehari Pulang Dari Gaza, Tentara Israel Bunuh Diri Tembak Kepalanya Sendiri
- Tentara Israel dan Mesir Baku Tembak di Dekat Rafah, Satu Orang Tewas
Militer Israel mengizinkan para pekerja bantuan dari badan amal yang berbasis di Amerika Serikat, World Central Kitchen, untuk membantu memindahkan pasokan bantuan dari pantai ke sebuah gudang.
Koki selebriti José Andrés, pendiri organisasi tersebut, menuduh Israel sengaja menargetkan para pekerja bantuan kemanusiaan.
Hingga 5 April, setidaknya 203 pekerja bantuan dibunuh oleh Israel, menurut Basis Data Keamanan Pekerja Bantuan, yang melacak serangan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan di seluruh dunia.