25 Tenaga Medis Jakarta Positif Covid-19, 1 Meninggal
Secara tegas, Anies mengajak, seluruh warga Jakarta disiplin untuk tidak keluar rumah, melakukan jarak batas aman untuk berinteraksi atau disebut dengan social distancing. Dengan cara ini beban yang ditanggung para tenaga medis tidak overload.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, 25 tenaga medis terkonfirmasi positif Covid-19, satu diantaranya meninggal. Hal ini disampaikannya saat melakukan konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta.
"Ada 25 tenaga medis di Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19. 1 meninggal," katanya, Jumat (20/3).
-
Apa yang disindir Anies Baswedan tentang Gubernur DKI? Anies Sindir Ada Gubernur DKI Tak Tuntas Janji Jabat 5 Tahun: Jangan Hukum Saya Capres Anies Baswedan menyinggung soal pemimpin yang tidak memenuhi janjinya.
-
Siapa kakek dari Anies Baswedan? Sebagai pria berusia 54 tahun, Anies Baswedan adalah cucu dari Abdurrahman Baswedan, seorang diplomat yang pernah menjabat sebagai wakil Menteri Muda Penerangan RI dan juga sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia.
-
Apa yang dikatakan Anies Baswedan dalam video yang beredar? "Dengan kekalahan saya pada pemilu presiden yang lalu, saya memutuskan untuk menjadi gamer," Anies terlihat mengatakan hal itu dalam sebuah video yang beredar."Untuk itu saya akan memperkenalkan gim yang saya mainkan, Honor of Kings."
-
Siapa yang dijemput Anies Baswedan? Calon Presiden (Capres) nomor urut satu Anies Baswedan mendatangi kediaman Calon Wakil Presiden (Cawapres) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Jalan Widya Chandra IV Nomor 23, Jakarta Selatan, Jumat (22/12).
-
Bagaimana Anies Baswedan menanggapi kekalahan Pilpres? "Mau perjalanan yang nyaman dan enak, pilih jalan yang datar dan menurun. Tapi jalan itu tidak akan pernah mengantarkan kepada puncak manapun," ujarnya."Tapi kalau kita memilih jalan yang mendaki, walaupun suasana gelap ... kita tahu hanya jalan mendaki yang mengantarkan pada puncak-puncak baru."
-
Apa berita bohong yang disebarkan tentang Anies Baswedan? Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sasaran berita bohong atau hoaks yang tersebar luas di media sosial. Terlebih menjelang Pilkada serentak 2024.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menilai, angka ini cukup memprihatinkan jika tidak ada sikap tanggung jawab oleh masyarakat.
Secara tegas, Anies mengajak, seluruh warga Jakarta disiplin untuk tidak keluar rumah, melakukan jarak batas aman untuk berinteraksi atau disebut dengan social distancing. Dengan cara ini beban yang ditanggung para tenaga medis tidak overload.
"Pesan yang tersebar izinkan kami bekerja di sini (di rumah sakit) izinkan kamu berdiam di rumah itu pesan yang sangat powerfull. Bila kita ingin sehat maka kurangi jumlah penderitanya caranya dengan mengurangi penularan," tukasnya.
Selain itu, Anies juga menetapkan status ibu kota saat ini adalah tanggap darurat bencana wabah Covid-19. Status ini berlaku selama 14 hari ke depan sejak hari ini.
"Pada hari ini kita menetapkan bahwa Jakarta darurat bencana wabah Covid-19 sampai 14 hari ke depan dan bisa diperpanjang menyesuaikan kondisi," ujarnya.
Ia menjelaskan, status ini ditetapkan setelah melihat perkembangan jumlah kasus positif dan jumlah pasien dalam pengawasan serta yang meninggal akibat virus ini cukup signifikan. Status ini juga dibahas bersama dengan pihak Gugus Tugas Tim Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat nasional dan seluruh jajaran TNI-Polri dan pihak terkait.
Dia dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat khususnya warga Jakarta disiplin mengikuti arahan pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Jika terpaksa, Anies ingatkan tentang jarak batas aman untuk interaksi, social distancing.
"Ini mutlak harus dilakukan oleh semua pihak. Bila ini tidak dilaksanakan maka efektivitasnya menurun, potensi penyebarannya terus meningkat," tandasnya.
Sementara itu pemerintah kembali mengumumkan adanya penambahan kasus baru positif virus corona atau Covid-19 di wilayah Indonesia. Ada penambahan 60 kasus baru sehingga total menjadi 369 orang.
"Ada 60 kasus baru, sehingga total adalah 369," kata Juru Bicara Penanganan Kasus Virus Corona Achmad Yurianto saat jumpa pers.
Data tersebut dicatat per tanggal 19 Maret pukul 12.00 sampai 20 Maret siang. Sedangkan jumlah kematian akibat virus ini mencapai 32 orang.
(mdk/fik)