Doa Menjaga Lisan Latin dan Artinya, Amalan Mudah agar Jauh dari Perkataan Buruk
Lisan menjadi sumber masalah jika tidak dijaga dengan baik. Berikut doa menjaga lisan yang patut diamalkan umat muslim.
Doa menjaga lisan ini perlu diamalkan umat muslim. Kemampuan berbicara memungkinkan kita untuk berkomunikasi, berbagi ide, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Namun, di balik kemampuan itu, tersembunyi kekuatan yang dapat menimbulkan konflik, kesalahpahaman, dan luka jika kita tidak berhati-hati dalam memilih kata-kata. Oleh karena itu, menjaga lisan menjadi suatu keharusan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh rasa hormat.
Dalam kehidupan sehari-hari, kata-kata yang keluar dari mulut kita dapat berdampak besar, baik positif maupun negatif. Kata-kata yang baik dan penuh makna dapat memberikan semangat, membangun kepercayaan diri, dan mempererat hubungan.
-
Apa yang dimaksud dengan Doa Penyejuk Hati? Doa penyejuk hati adalah salah satu bentuk ibadah yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menenangkan jiwa dan memberikan kedamaian batin.
-
Apa yang dimaksud dengan doa penenang hati? Doa penenang hati dan pikiran yang pertama adalah surat Thaha di ayat 25-28. Ini merupakan bacaan doa Nabi Musa AS saat menghadapi Fir'aun.Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli.Artinya: "Wahai Tuhanku, lapangkanlah bagiku dadaku, dan mudahkanlah bagiku urusanku, dan lancarkanlah lidahku supaya mereka faham ucapanku."
-
Apa saja contoh doa penyejuk hati yang bisa dibaca? Doa agar Dimudahkan Seluruh Urusan “Robbi syrohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul’udatam-milisaanii. Yafqohuu qoulii”Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” Doa Menghindari Gelisah dan Kecemasan “Allahumma Inni a'udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola'id daini, wa gholabatir rijali”Artinya: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban utang serta tekanan orang-orang (jahat)." Doa Penghilang Sedih dan Pelenyap Keresahan “Allahumma inni ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatik, naashiyatii biyafik, maadlin fiyya hukmuk, adlun fiyya qadla’uk, as’aluka bikullismin huwa laka sammaita bihi nafsak, aw anzalitahu fi kitabik, aw ‘allamtahu ahadan min khalqik, awis ta’tsarta bihi fi ilmil ghaibi ‘indak, an taj’ala qur’ana rabi’a qalbi wanura shadri wajalaa’a huzni wadzahaba hammi” Artinya: "Ya Allah, sungguh aku ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketentuan-Mu berlaku pada diriku, keputusan-Mu adil terhadapku, Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang merupakan milik-Mu, nama yang engkau lekatkan sendiri untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang di antara hamba-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar engkau menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku dan pelenyap keresahanku." Doa untuk Kesabaran dan Keteguhan Hati “Rabbanaa afrig 'alainaa shabraw wa tsabbit aqdaamanaa wansurnaa 'alal qaumil kafiriin”Artinya: "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami, kukuhkanlah langkah kami dan tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir." Doa agar Sabar dalam Kesulitan “Inna ma'al-'usri yusraa"Artinya: "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan." (Q.S Al-Insyirah ayat 6)
-
Bagaimana doa untuk meringankan beban hidup dibaca? Doa Nabi Yunus saat Ditimpa Beratnya Masalah Banyak orang yang menganggap bahwa musibah identik dengan hal-hal buruk. Namun sebenarnya, musibah menjadi anugerah bagi segelintir individu.Ada beberapa cara yang bisa dilakukan saat mengalami masalah dan musibah. Bukan hanya dengan berikhtiar, Anda dianjurkan untuk membaca doa.
-
Apa saja contoh doa untuk orang sakit? Berikut contoh doa sakit menurut syariat Islam lengkap dalam Bahasa Arab, Latin dan artinya. Doa adalah salah satu cara setiap orang meminta pertolongan kepada Tuhan di kala apapun.
-
Apa itu doa hati tenang dan ikhlas? Doa hati tenang dan ikhlas menerima keadaan bisa Anda panjatkan untuk membantu diri agar tetap sabar.
Sebaliknya, ucapan yang kasar, meremehkan, atau tidak dipikirkan dengan matang dapat merusak hubungan, menyakiti perasaan orang lain, dan menimbulkan perpecahan. Di sinilah pentingnya menjaga lisan, agar kita senantiasa berusaha untuk berbicara dengan bijak dan penuh pertimbangan.
Tak heran jika Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa membaca doa menjaga lisan agar terjaga dari hal-hal buruk. Sudah selayaknya seorang Muslim menjaga diri dari hal-hal negatif dengan banyak membaca doa menjaga lisan. Dengan upaya yang serius, sembari terus memohon perlindungan kepada Allah.
Lantas, seperti apa bunyi doa menjaga lisan tersebut? Dilansir dari laman NU Online dan Dream, berikut selengkapnya.
Bacaan Doa Menjaga Lisan, Lengkap Arab, Latin dan Artinya
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَمْتِي فِكْراً وَنُطْقِي ذِكْراً
Allâhumma-j‘al shamtî fikran wa nuthqî dzikran
Artinya: Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir, dan bicaraku berdzikir.
Doa Menjaga Lisan dan Hati
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِىْ، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِىْ، وَمِنْ شَرِّلِسَانِيْ، وَمِنْ شَرِّقَلْبِيْ، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِيْ، وَمِنْ شَرِّمَنِيِّيْ
Alloohumma innii a'uudzubika min syarri sam'ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan maniku."
Semoga kita dapat terhindar dari lisan yang dapat menyakiti orang lain, dan dengan doa ini kita terjaga dari keburukan lisan kita dan semakin dekat dengan Allah SWT.
Pentingnya Menjaga Lisan Menurut Islam
Setelah mengetahui doa menjaga lisan, selanjutnya pahai pentingnya menjaga lisan menurut Islam. Dalam Islam, menjaga lisan adalah aspek yang sangat penting dari akhlak dan perilaku seorang Muslim. Lisan, atau ucapan, memiliki kekuatan besar dalam membentuk hubungan sosial, menyebarkan kebaikan, atau sebaliknya, menimbulkan kerusakan.
Oleh karena itu, Islam memberikan perhatian khusus terhadap bagaimana seorang Muslim seharusnya menggunakan lisannya dalam kehidupan sehari-hari.
1. Lisan sebagai Cermin Keimanan
Dalam Islam, lisan dianggap sebagai cerminan iman seseorang. Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam" (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa ucapan yang baik dan bermanfaat adalah tanda dari keimanan yang kuat. Sebaliknya, jika tidak bisa berkata yang baik, lebih baik diam untuk menghindari dosa.
2. Ucapan Berpengaruh pada Amal Perbuatan
Islam mengajarkan bahwa setiap ucapan yang keluar dari lisan akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman,
"Tidak ada satu ucapan pun yang diucapkan, kecuali ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (QS. Qaf: 18).
Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga setiap kata yang keluar, karena setiap ucapan akan berpengaruh pada catatan amal perbuatan kita.
3. Mencegah Fitnah dan Ghibah
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain, termasuk fitnah dan ghibah (menggunjing).
Al-Qur'an menyamakan ghibah dengan memakan bangkai saudara sendiri, sebuah perumpamaan yang sangat kuat untuk menggambarkan betapa buruknya dosa ini (QS. Al-Hujurat: 12).
Dengan menjaga lisan, seorang Muslim berusaha menghindari perkataan yang bisa merusak reputasi dan hubungan dengan sesama, serta menghindari dosa besar.
Dengan demikian, menjaga lisan bukan hanya tentang menghindari kata-kata kasar atau menyakitkan, tetapi juga tentang berusaha untuk selalu berbicara dengan kebijaksanaan, kebaikan, dan dalam batas-batas yang diajarkan oleh Islam.
Dengan menjaga lisan, seorang Muslim tidak hanya menjaga hubungannya dengan sesama manusia, tetapi juga menunjukkan ketaatannya kepada Allah SWT.
25 Kata-Kata Bijak Islami tentang Menjaga Lisan
1. “Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih.” – Utsman bin Affan
2. “Siapa yang tidak bisa mengendalikan lidahnya, berarti tidak bisa memahami agamanya.” – Hasan Al-Bashri
3. “Lidahmu jangan kamu biarkan menyebut kekurangan orang lain, sebab kamu pun punya kekurangan dan orang lain pun punya lidah.” – Imam Syafii
4. “Lidah seseorang itu dapat memberitahu tentang hatinya.” – Ibnu Qayyim
5. “Lidah seorang yang bijak terletak di belakang hatinya.” – Ali bin Abi Thalib
6. “Lidah itu sangat kecil dan ringan, tapi bisa mengangkatmu ke derajat paling tinggi dan bisa menjatuhkanmu di derajat paling rendah.” – Imam Ghazali
7. “Kebijaksanaan adalah sebuah pohon yang tumbuh bersemi di hati dan berbuah di lidah.” – Ali bin Abi Thalib
8. “Sahabat Uqbah bin Amr pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, bagaimana caranya agar selamat?” Rasulullah menjawab, “Kendalikan lisanmu, hendaknya rumahmu membuatmu merasa nyaman untuk beribadah, dan menangislah karena dosa-dosamu.” – Hadits
9. “Lidah orang yang cerdas berada di belakang hatinya: ketika dia ingin berbicara, dia berpikir terlebih dahulu. Jika kata-katanya akan bermanfaat untuk kebaikannya, dia mengatakannya, dan jika merugikannya, dia tidak akan berbicara. Sementara hati orang yang bodoh berada di belakang lidahnya: ketika dia hanya berpikir untuk mengatakan sesuatu, dia mengatakannya begitu saja, tanpa peduli apakah itu bermanfaat ataukah tidak.” – Hasan Al-Bashri
10. “Lidah itu seperti singa, jika kamu membiarkannya lepas, ia akan melukai seseorang.” – Ali bin Abi Thalib
11. “Lidah hanyalah daging kecil yang lembut. Namun, ia mampu merusak ikatan yang paling kokoh dan menghancurkan hubungan yang paling kuat.” – Dr. Yasir Qadhi
12. “Penipu memiliki lidah yang manis namun hatinya pahit.” – Ali bin Abi Thalib
13. “Hati yang indah memungkinkan kamu untuk melihat kebaikan pada diri semua orang, sementara lidah yang indah memungkinkan semua orang melihat kebaikan di dalam dirimu.” – Mufti Ismail Menk
14. “Kamu dapati bahwa lidah manusia itu begitu ringan, namun kekuatannya bisa sangat menghancurkan.” – Ali bin Abi Thalib
15. “Sepanjang lisan disibukkan dengan berdzikir, ia akan aman dari ucapan dan kebohongan yang tidak pantas, karena ia tidak pernah diam. Sama halnya dengan hati, jika tidak disibukkan dengan cinta kepada Allah, maka ia akan mencintai makhluk.” – Ibnu Qayyim
16. “Tidak ada yang lebih pantas dipenjarakan selain daripada lidah.” – Ibnu Masud
17. “Berbicaralah hanya ketika kata-kata yang kamu ucapkan lebih indah daripada diam.” – Dr. Bilal Philips
18. “Lidah hanyalah daging kecil yang lembut. Namun, ia mampu merusak ikatan yang paling kokoh dan menghancurkan hubungan yang paling kuat.” – Dr. Yasir Qadhi
19. “Ketika kamu belajar mendisiplinkan lidahmu, maka kamu akan berhenti mengamati, menilai dan mencela orang lain. Kemudian kamu akan fokus pada kelemahan dan kekurangan yang ada pada dirimu sendiri.” – Mufti Ismail Menk
20. “Barangsiapa yang mampu menjamin untukku apa yang berada di antara kedua rahangnya (lisan) dan apa yang berada di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga.” – Hadits
21. “Sibukkan lisanmu dengan sesuatu yang bermanfaat sebelum ia menyibukkanmu dengan sesuatu yang tidak berguna dan berbahaya”. – Dr. Bilal Philips
22. “Lidah itu sangat kecil dan ringan, tapi bisa mengangkatmu ke derajat paling tinggi dan bisa menjatuhkanmu di derajat paling rendah.” – Imam Ghazali
23. “Kebanyakan dosa manusia itu disebabkan karena lidahnya.” – Hadits
24. “Ya Allah, Jadikanlah lisanku senantiasa basah dengan berdzikir kepada-Mu, dan penuhi hatiku dengan perasaan takut kepada-Mu.” – Hadits
25. “Seorang muslim adalah orang yang tidak menyakiti muslim lainnya dengan lisan dan tangannya.” – Hadits