Kelebihan dan Kekurangan Kompor Listrik Untuk Dapur Anda
Dapur Anda juga semakin canggih dan mudah menemukan perangkat yang menggunakan listrik. Mulai dari penanak nasi, kulkas, microwave, dan sekarang, kompor. Kompor listrik sudah banyak dikenal dan secara umum memang dipahami lebih unggul dari kompor gas.
Kini energi listrik sudah menjadi hal yang paling dibutuhkan bagi tiap rumah. Listrik sudah digunakan secara luas di masyarakat dan berbagai perangkat rumah sejak ratusan tahun lalu.
Dapur Anda juga semakin canggih dan mudah menemukan perangkat yang menggunakan listrik. Mulai dari penanak nasi, kulkas, microwave, dan sekarang, kompor.
-
Kapan Kota Solo resmi dialiri listrik? Pada 12 Maret 1901, Kota Solo resmi dialiri listrik.
-
Apa yang dimaksud dengan energi listrik? Energi listrik adalah bentuk energi yang dihasilkan oleh pergerakan partikel bermuatan, khususnya elektron, melalui suatu penghantar atau rangkaian tertutup.
-
Apa itu motor listrik? Motor listrik, yang sering disebut sebagai "molis", adalah jenis kendaraan bermotor yang menggunakan energi listrik untuk menggerakkan komponennya.
-
Kenapa tiang listrik itu terbakar? Diduga, terbakarnya tiang listrik itu dipicu korsleting atau hubungan arus pendek.
-
Kapan kebakaran tiang listrik terjadi? Insiden terjadi ketika hujan deras tengah mengguyur lokasi tersebut.
-
Di mana energi listrik disimpan? Accu = yaitu alat yang menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia.
Kompor listrik sudah banyak dikenal dan secara umum memang dipahami lebih unggul dari kompor gas. Meskipun demikian, kompor listrik mungkin masih belum banyak yang menggunakan. Dibanding kompor gas, kompor listrik padahal memiliki segudang keunggulan.
Nah, kenali segudang manfaat dan potensi kekurangan dari kompor listrik yang mungkin bisa menjadi pilihan Anda untuk nyaman memasak di dapur!
Bagaimana Cara Kerja Kompor Listrik
Pada dasarnya, kompor listrik terdiri dari dua komponen, yaitu permukaan kompor yang biasanya terbuat dari kaca atau keramik dan komponen pemanas yang bisa terletak di dalam kompor listrik maupun terbuka di luar permukaan.
Kalau kompor gas yang menghasilkan api, kompor listrik menggunakan energi panas yang dipusatkan dari aliran listrik. Dalam komponen pemanasnya terdapat kawat listrik yang dialiri arus listrik bolak-balik.
Ketika kompor disambungkan ke listrik, maka akan terlihat cahaya oranye menyala pada kompor ketika sudah panas. Ketika kawat sudah panas, maka energi panas akan menyebar ke seluruh permukaan kompor melalui energi infra merah.
Jika peralatan memasak seperti panci diletakkan di atasnya, maka akan terjadi perpindahan energi secara konduksi. Panas dari kompor listrik juga akan diterima oleh peralatan masak yang mana kemudian akan mematangkan makanan.
Kelebihan Kompor Listrik
©pexels-Jean van der Meulen
- Lebih Murah Daripada Kompor Induksi
Bentuk dan keragaman fungsi antara kompor listrik dan kompor induksi memang lumayan mirip. Keduanya terlihat elegan dan begitu canggih. Namun, kompor induksi masih dalam kisaran harga yang jauh lebih mahal daripada kompor listrik.
Tentu akan tidak perlu merogoh kantong lebih dalam demi kompor induksi kalau kompor listrik juga bisa melakukan fungsi yang sama dengan kompor induksi, bukan?
- Lebih Aman Daripada Gas
Kompor listrik tidak menggunakan gas, sehingga Anda tidak perlu khawatir potensi kebocoran gas di rumah yang sangat berbahaya.
Selain itu, energi panas yang dihasilkan hanya terpusat pada kompor sehingga bagi Anda yang punya dapur kecil tidak perlu repot ruangan akan menjadi panas dan tidak nyaman selama memasak.
- Mudah Digunakan dan Dibersihkan
Kompor listrik lebih mudah digunakan dan dipasang. Sumber energi sama seperti peralatan lainnya, yaitu listrik sehingga Anda cukup menyambungkan kabel kompor elektrik dan colokan ke aliran listrik rumah.
Selain itu, permukaan kompor yang rata memudahkan untuk dibersihkan hanya dengan mengelapnya tanpa memindahkan komponen-komponen kompor.
- Panas Lebih Tahan Lama
Ketika kompor listrik dimatikan, panas masih akan bertahan untuk sementara waktu sehingga masakan yang sudah selesai tidak cepat dingin dan mempertahankan tekstur dan rasanya.
Selain itu, sisa panas yang masih bertahan ini bisa Anda gunakan untuk memanaskan makanan dalam porsi kecil tanpa harus menyalakan listriknya.
Kekurangan Kompor Listrik
- Lebih Mahal Daripada Kompor Gas
Kompor gas memang masih populer karena sebuah alasan—lebih murah. Kompor gas memang lebih umum digunakan sehingga ada banyak komponen yang membantu keamanannya dijual di pasaran dan masyarakat juga sudah paham terkait penggunaan dan pemasangannya.
Selain itu, kompor listrik yang ada di pasaran umumnya hanya memiliki satu ada dua permukaan, yang mana tentu terlalu sedikit untuk penggunaan rumah tangga.
- Sisa Panas Bisa Menjadi Bahaya
Karena energi panas yang masih bertahan setelah kompor dimatikan, maka bisa menjadi bahaya jika disentuh tidak sengaja. Apalagi bagi anak-anak, sangat mungkin bagi mereka untuk terluka karena menyentuh permukaan kompor listrik yang habis digunakan.
- Tagihan Listrik Bertambah (butuh waktu lebih lama untuk masak)
Kompor listrik juga butuh sedikit waktu untuk menghasilkan panas setelah dinyalakan sehingga akan ada listrik yang terbuang untuk proses menunggu ini. Selain itu, secara umum memang kompor listrik tentu membutuhkan tenaga listrik yang cukup tinggi, karena memang fungsinya yang cukup besar. Biasanya kompor listrik butuh 2.200 watt daya listrik.
Pada akhirnya, memilih peralatan dapur tentu selalu disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Kompor listrik memang memiliki beberapa keunggulan dari segi desain dan penggunaan, sementara kompor gas memiliki kelebihan dari segi harga dan sudah umum.
Pilih kompor yang terbaik untuk kebutuhan dapur Anda dengan cermat, ya!
Reporter: Prilisa Septi Hariani
(mdk/mgs)