10 Tanda Tanda Melahirkan yang Wajib Diketahui Bagi Calon Ibu
Wajib bagi para perempuan untuk mengetahui 10 tanda-tanda melahirkan yang umum terjadi bagi ibu hamil.
Tanda-Tanda melahirkan wajib diketahui oleh para calon ibu. Proses melahirkan merupakan waktu yang dinanti oleh setiap pasangan suami istri, terlebih lagi bagi pasangan baru. Biasanya selama masa kehamilan, dokter telah memberikan prediksi kapan waktu lahir atau dikenal dengan istilah Hari Perkiraan Lahir (HPL).
Jika usia kehamilan memasuki masa HPL, tubuh biasanya akan memberikan petunjuk saat seseorang akan melahirkan melalui beberapa tanda. Akan tetapi, tidak semua perempuan mengalami tanda-tanda melahirkan yang sama.
-
Apa saja tips meningkatkan peluang hamil anak kembar? Dilansir dari berbagai sumber, berikut selengkapnya mengenai tips meningkatkan peluang hamil anak kembar yang menarik untuk disimak.
-
Kapan tips ini dibagikan? Ingin tahu caranya? Simak penjelasan lengkapnya yang disajikan pada Jumat (7/6/2024) berikut ini.
-
Siapa yang memberikan tips mudik untuk ibu hamil? "Sebaiknya melakukan pemeriksaan terhadap janinnya, dilihat kondisi perkembangan janin apakah ada kelainan atau enggak, dari plasenta ibu, sering kontraksi atau tidak, karena pada perjalanan yang tidak dianjurkan ibu yang pendarahan," katanya beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.
-
Bagaimana cara mengurangi risiko kehamilan kembar? Untuk mengurangi risiko-risiko tersebut, Dr. Damar menyarankan agar ibu hamil kembar memperbanyak asupan makanan sehat yang kaya akan protein hewani, karbohidrat, dan mineral.
-
Apa ciri-ciri keputihan yang menandakan kehamilan? Ciri keputihan tanda hamil sama seperti keputihan di siklus menstruasi, yaitu cairan bening, encer, atau putih susu, serta berbau ringan.
-
Bagaimana cara untuk mencegah gangguan kehamilan? Meskipun beberapa gangguan kehamilan berada di luar kendali Anda, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risikonya seperti;Jaga kesehatan sebelum hamil. Pastikan Anda berada di kondisi kesehatan yang yang lebih baik daripada sebelumnya, mencapai berat badan yang lebih sehat, berhenti merokok, dan banyak lagi.
Untuk itu, wajib bagi para perempuan untuk mengetahui 10 tanda-tanda melahirkan yang umum terjadi bagi ibu hamil. Berikut informasi selengkapnya dilansir dari laman theasianparent:
Kram Perut dan Nyeri Punggung Semakin Parah
©2015 Merdeka.com/shutterstock
Jika usia kehamilan telah mendekati masa HPL, besar kemungkinan seorang calon ibu akan merasakan tekanan atau kram di daerah panggul dan dubur. Bisa juga merasakan nyeri di area paha dan punggung bagian bawah.
Kram dan nyeri yang dirasakan ibu terjadi akibat otot dan persendian yang semakin meregang untuk mempersiapkan diri sebelum proses persalinan. Jika ibu hamil mengalami hal ini, tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang wajar terjadi sebelum melahirkan.
Diare dan Mual
©iStockphoto
Tanda-Tanda kehamilan juga bisa terjadi jika anda mengalami diare, mual, dan muntah. Hal ini dikarenakan tubuh memproduksi hormon yang memudahkan proses kehamilan bayi. Hormon tersebut merangsang usus menjadi lebih aktif.
Hal inilah yang menyebabkan calon ibu akan merasa mual dan muntah hingga berkali-kali bolak-balik ke kamar mandi. Rasa ini biasanya akan terus terjadi saat proses persalinan berlangsung. Jika anda mengalami dorongan ingin buang air besar saat persalinan, anda bisa menanganinya dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan.
Perubahan Mood
Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda-tanda seorang perempuan yang akan melahirkan. Biasanya perubahan mood tersebut dipengaruhi karena kontraksi yang datang secara tiba-tiba.
Perubahan Energi Tubuh
©iStockphoto
Untuk beberapa orang, tanda-tanda melahirkan bisa dilihat dengan adanya perubahan energi dari tubuh. Beberapa perempuan justru akan merasakan bertambahnya energi dalam diri mereka mendekati masa persalinan. Beberapa wanita memang mengalami tanda-tanda ini, ia akan lebih bersemangat menanti proses kelahiran.
Kontraksi Mulai Teratur
Saat hamil, perempuan biasanya sesekali mengalami kontraksi yang tak beraturan yang disebut dengan Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Namun, hal ini bukanlah tanda-tanda melahirkan karena biasanya mulai muncul di trimester pertama.
Sementara, kontraksi yang sebenarnya akan dirasakan ibu hamil jika sudah memasuki waktu persalinan dengan rentan waktu dan durasi yang teratur.
Kontraksi dirasakan seolah adanya sebuah gelombang yang dimulai dari bagian atas rahim, hingga menjalar ke bawah rahim. Hal ini menyebabkan rasa sakit di punggung dan perut bagian bawah.
Kontraksi yang terjadi pada perempuan yang akan segera melahirkan biasanya memiliki jarak yang teratur sekitar 30-70 detik per kontraksi setiap setiap lima, tujuh, maupun sepuluh menit sekali, misalnya.
Keluar Lendir
Keluarnya lendir seperti keputihan pada vagina juga merupakan salah satu tanda-tanda melahirkan. Hal ini dikarenakan selama masa kehamilan, akan ada sumbatan lendir yang menumpuk di dalam leher rahim.
Ketika memasuki masa kehamilan, serviks mulai menipis dan terbuka sehingga sumbatan lendir tersebut akan keluar melalui vagina.
Lendir tersebut memiliki tekstur yang kental, dengan warna bening, merah muda, atau agak merah karena darah. Jika lendir yang keluar justru menyerupai pendarahan seperti menstruasi, segeralah memeriksakannya ke dokter.
Leher Rahim Menipis
Mendekati masa persalinan, leher rahim pada perempuan juga akan mulai menipis dan melebar. Semakin tipis leher rahim, otomatis ia semakin mudah untuk melebar dan membuka selama proses persalinan berlangsung.
Leher Rahim Terbuka
Beberapa minggu sebelum persalinan, leher rahim akan mulai melebar dan menipis. Namun, jika waktu persalinan semakin dekat, pelebaran rahim akan berlangsung dengan sangat cepat.
Proses pelebaran atau “bukaan” leher rahim ini diukur dalam skala sentimeter (cm), atau dengan memasukkan jari.
Posisi Bayi
Tanda-Tanda melahirkan berikutnya bisa dilihat dari posisi bayi di dalam perut. Hal ini bisa dilihat dari hasil USG. Posisi kepala bayi yang semula berada di atas dan kaki di bawah, kini malah sebaliknya. Posisi bayi inilah yang menjadi tanda-tanda cukup jelas melahirkan.
Ketika bayi berubah ke posisi yang lebih rendah, ini akan meringankan tekanan pada diafragma ibu sehingga lebih mudah untuk bernapas. Namun, perubahan pada posisi bayi ini juga memberikan lebih banyak tekanan pada kandung kemih. Sehingga, sang ibu biasanya akan lebih sering buang air kecil.
Jangan khawatir, karena perubahan posisi ini juga bisa terjadi di detik-detik akhir menjelang persalinan dimulai. Hal ini dikarenakan kondisi setiap orang berbeda-beda. Cukup konsultasikan dengan dokter dan tetap tenang.
Air Ketuban Pecah
©©shutterstock.com/Monkey Business Images
Ketuban merupakan cairan yang berfungsi untuk melindungi bayi selama berada dalam kandungan. Air ketuban biasanya dilindungi oleh selaput pembungkus yang diberi nama kantong ketuban. Biasanya, beberapa jam sebelum persalinan calon ibu akan mengalami kantong ketuban pecah sebagai tanda-tanda melahirkan.
Keluarnya air ketuban melalui vagina merupakan hal yang tidak bisa ditahan seperti buang air kecil. Jika air ketuban pecah, segeralah hubungi atau menemui dokter.
Begitu ketuban pecah, bayi tidak lagi dikelilingi oleh lapisan pelindung sehingga lebih rentan terkena infeksi. Semakin lama proses persalinan dimulai, semakin besar risiko bayi untuk terkena infeksi karena akan semakin banyak air ketuban yang diminumnya.