Mengingat Kembali Jebolnya Tanggul Peninggalan Belanda Situ Gintung 15 Tahun Lalu, Telan Korban 100 Orang
Tanggul peninggalan Belanda ini jebol mengejutkan warga karena berlangsung pukul 04:00 WIB dini hari.
Tanggul peninggalan Belanda ini jebol mengejutkan warga karena berlangsung pukul 04:00 WIB dini hari.
Mengingat Kembali Jebolnya Tanggul Peninggalan Belanda Situ Gitung 15 Tahun Lalu, Telan Korban 100 Orang
Lima belas tahun lalu, tepatnya 27 Maret 2009 jadi hari yang menyeramkan bagi warga Perumahan Cirendeu Permai, sebagian Kampung Poncol dan Kampung Gintung, Kota Tangerang Selatan.
Sebanyak 100-an warga di sana jadi korban meninggal karena jebolnya Situ Gintung yang merupakan dam buatan zaman Belanda.
-
Dimana lokasi tanggul yang jebol? Dalam video melalui drone, tampak cukup luasnya lahan yang terkena terjangan banjir bandang tersebut. Tampak jembatan Sungai Tuntang sudah tidak tampak seutuhnya.
-
Dimana lokasi Jembatan Gantung Situ Gunung? Jembatan Gantung Situ Gunung adalah jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, dengan panjang 243 meter dan ketinggian 107 meter di atas sungai. Jembatan ini terbuat dari kabel baja dan kayu ulin asli Papua.
-
Kapan tanggul sungai jebol di Grobogan? 'Tanggul sungai jebol pada Senin (5/2) malam dan tim BPBD Grobogan langsung ke lokasi kejadian,' kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih dikutip dari ANTARA.
-
Kenapa Situ Gintung menarik untuk dikunjungi? Situ Gintung adalah sebuah danau buatan yang terletak di Tangerang Selatan dan memiliki sejarah sebagai waduk yang dibangun antara tahun 1932 - 1933. Dengan luas awal 31 ha dan kapasitas penyimpanan 2,1 juta meter kubik, Situ Gintung berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan dan untuk perairan ladang pertanian di sekitarnya. Saat ini, Situ Gintung telah bertransformasi menjadi taman wisata dengan berbagai aktivitas dan wahana, seperti outbound, camping, pelatihan, gathering, paintball, kolam renang, dan water park.
-
Dimana tanggul Sungai Wulan jebol? Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan perbaikan tanggul Sungai Wulan yang jebol di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, bisa selesai dalam jangka waktu tiga hari ke depan.
-
Apa itu Situ Cibulakan? 'Jadi Situ Cibulakan itu kolam, sumber mata air, tapi nggak terlalu besar. Tapi di sini itu airnya dingin,' kata kreator video di kanal YouTube tersebut.
Sekitar satu juta meter kubik air bah menghantam dengan cepat permukiman di sana bak Tsunami. Nahasnya, kejadian berlangsung dini hari sehingga banyak korban yang tak sadar bendungan tua itu mencapai titik kritisnya.
Kejadian ini dianggap bencana fatal, lantaran posisi bendungan dan permukiman warga yang terlampau dekat. Seharusnya jarak antara tempat tinggal dengan penampungan air buatan sebisa mungkin saling berjauhan.
Berikut kilas balik peristiwa Situ Gintung yang memilukan.
Gambar: Youtube Azis Syah
Bermula dari Hujan Deras Sejak 26 Maret 2009
Sebelum Situ Gintung jebol, hujan deras selama berjam-jam sempat mengguyur wilayah Tangerang Selatan sejak Kamis 26 Maret 2009. Hujan itu membuat debit air naik.
Sebenarnya meningkatnya volume air sudah dianggap biasa oleh warga. Namun saat itu kondisinya diperparah dengan adanya pendangkalan, sehingga memungkinkan luberan air mengikis tanggul atas yang ketebalannya berbeda.
Mengutip Liputan6, beberapa bulan sebelum kejadian, Humas BNPB Almarhum Sutopo Purwo Nugroho sempat melakukan penelitian dan memberi peringatan tentang bahayanya permukiman yang tak jauh dari waduk buatan.
“Dua bulan sebelumnya (tanggul jebol) saya melakukan penelitian di sana, meneliti kualitas air. Saat itu saya amati, di bawah tanggul, perkampungan padat sekali,” kata Sutopo pada 2019 lalu.
Peristiwa Berlangsung Pukul 04:00 WIB Subuh
Setelah pendangkalan, muncul kondisi pengikisan dari dinding situ yang tak terawat. Ini diduga karena munculnya mata air baru di sana, hingga celah erosi semakin membesar. Ditambah tanggul tidak diperkeras dengan beton seluruhnya, dan hanya tanah yang dipadatkan.
Saat itu, Jumat (27/3) pagi, sejumlah bocoran sudah terjadi di tanggul dan ini merupakan tanda bahaya. Warga yang meronda lantas memberi peringatan kepada masyarakat yang masih terlelap.
Sayangnya, air bah dari bendungan sedalam 10 meter itu kadung jebol dan menerjang 300 an rumah dengan kondisi masing-masing masih ditinggali warga yang terjebak.
Tanda Akan Jebol Sudah Muncul Satu Tahun Sebelumnya
Menurut kesaksian warga, tanda akan jebol sebenarnya sudah muncul sejak satu tahun sebelumnya.
Pada 2008, banyak sisi dindingi yang mulai dirembesi air. Pintu air pun sudah rusak, dan sayangnya belum ada penanganan serius.
Pihak berwenang sempat melakukan pengerukan, sayangnya lagi, pendalaman harus terhenti di tengah jalan tanpa alasan yang jelas. Rembesan juga terkesan dibiarkan dan tidak ditangani, hingga berubah menjadi malapetaka.
Hal ini juga karena usia tanggul yang sudah lebih dari setengah abad, dan merupakan peninggalan masa Hindia Belanda. Lalu, banyaknya destinasi wisata di danau seluas 10 hektar itu membuat erosi dan pendangkalan semakin besar.
Saat jebol, jeritan warga terdengar di mana-mana. Suara gemuruh air begitu memekakkan telinga. Warga yang terjebak, langsung terseret arus deras hingga meninggal. Ratusan korban gagal diselamatkan karena peristiwa yang terjadi secara mendadak.
Tak Layak Jadi Permukiman
Dari analisis Almarhum Sutopo seperti sebelumnya, area bendungan memang tak boleh dijadikan permukiman. Wilayah harus steril hingga berkilo-kilometer agar terhindar dari resiko bencana tanggul jebol.
Ini juga terkait fungsi tanggul yang dulunya untuk mengaliri area perkebunan dan persawahan. Sebelum muncul industrialisasi, area sekitar waduk Situ Gintung merupakan lahan persawahan warga hingga tahun 1960-1970 an mulai dijadikan perkampungan.
Ditambah kawasan tersebut juga menjadi destinasi wisata sehingga memunculkan perputaran ekomomi. Ini menjadi kejadian yang sebenarnya bisa diantisipasi.
“Banyaknya perkampungan ini bahaya sekali. Kejadian tanggul Situ Gintung jebol akhirnya saya sampaikan ketika itu,” terangnya