Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Blak-Blakan, Begini Cerita Awal Mula Dena Rachman Menjadi Transgender

Blak-Blakan, Begini Cerita Awal Mula Dena Rachman Menjadi Transgender Dena Rachman. ©2020 Merdeka.com/instagram.com

Merdeka.com - Mantan penyanyi cilik, Renaldy atau yang saat ini lebih dikenal dengan nama Dena Rachman, mencuri perhatian publik dengan keputusannya menjadi seorang transgender.

Hasratnya untuk berubah menjadi seorang wanita sudah mulai ia rasakan saat dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan mulai memasuki masa pubertas.

Saat kecil, Dena merupakan anak yang berprestasi. Sejak TK dirinya sudah senang menampilkan bakat-bakatnya kepada publik. Dena bahkan sempat mengeluarkan album serta berakting di sejumlah serial laga kala itu.

Kini, dirinya menjadi seorang pengusaha, menjadi pembicara di berbagai acara. Ia juga menjadi seorang aktivis yang berjuang dalam mendapatkan kesetaraan gender. Lewat kanal youtube milik Daniel Mananta, Dena Rachman menceritakan kisah perjalanan hidupnya hingga menjadi seorang transgender yang berparas cantik seperti saat ini.

Lebih Suka Bernyanyi dan Menari

dena rachman

©2020 Merdeka.com/instagram.com

Saat kecil, Dena terlahir dari keluarga pegiat seni. Ketika anak laki-laki seusianya lebih suka bermain bola, robot-robotan dan lain sebagainya, Dena justru lebih suka bernyanyi dan menari.

Sehingga, banyak orang di sekitarnya mengira Dena tidak seperti anak laki-laki pada umumnya. Dan kedua orang tuanya akhirnya mengarahkannya untuk menjadi artis cilik.

"Dari TK tuh udah sering ada pertunjukan gitu gue suka ikutan ngedance terus ikutan tampil disuruh nyanyi tuh seneng," kata Dena pada Daniel Mananta.

Merasa Dirinya Berbeda

dena rachman

©2020 Merdeka.com/instagram.com

Ketika memasuki bangku SMP dan sudah mengalami masa puber, Dena merasa dirinya berbeda dengan anak laki-laki pada umumnya. Ketika melihat teman-teman yang laki-laki, Dena merasa berbeda dengan teman-teman seumurannya.

Karena dirinya merasa berbeda, ia berusaha untuk menyesuaikan dengan yang lainnya.

"SMP mulai puber kan? Terus mulai ngerasa I'm different," kata Dena.

Mulai Menunjukkan Jati Diri

dena rachman

©2020 Merdeka.com/instagram.com

Saat masuk SMA, Dena mulai memberanikan diri untuk menjadi dirinya sendiri sesuai apa yang ia rasakan. Dia menunjukkannya melalui sikap dan preferensinya, meski tetap harus mengikuti peraturan sekolah untuk memakai seragam laki-laki.

"Gue masuk SMA 6 udah nggak pura-pura. Dalam artian masih ikutin regulasi pakai seragam sesuai, cuma dari awal gue sudah menjadi diri sendiri ditunjukkan melalui sikap dan preferensiku. Gue sudah all out," paparnya.

Orang Tua Sempat Dipanggil ke Sekolah

dena rachman

©2020 Merdeka.com/instagram.com

Pada saat duduk di kelas 1 SMA, wali kelas Dena memanggil orang tuanya untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yang aneh dari Dena, yaitu memiliki kecenderungan sebagai anak perempuan. Dan Dena merasa orang tuanya tidak mempermasalahkan hal itu, karena Dena berhasil menjadi anak yang berprestasi.

"Pas gue lewatin kelas 2, itu kayak dua ruangan kan (berhadapan) langsung rame banget, heboh (waktu Dena lewat) dan itu ada guru, dan si guru ini kayaknya rumpi ke wali kelas gue, terus akhirnya wali kelas gue manggil orangtua gue (ke sekolah)," jelas Dena.

Perubahan Penampilan

dena rachman

©2020 Merdeka.com/instagram.com

Ketika sudah lulus SMA, dan berkuliah di universitas negeri ternama di Indonesia, Dena secara bertahap menunjukkan dirinya yang sesungguhnya melalui penampilan.

"Waktu gue ke kampus gue sudah pakai skinny jeans, pakai baju distro, kaos yang lucu, kemeja floral, tapi belum pakai dress. Nah, di situ mulai, dalamannya mungkin pakai tank top segala macam," jelasnya.

Jujur pada Orang Tua

dena rachman

©2020 Merdeka.com/instagram.com

Ketika sudah mulai kerja, Dena semakin berani untuk menunjukkan jati dirinya dan berkata jujur pada orang tua. Bahkan, karena dirinya sangat berprestasi, kakek Dena tidak mempermasalahkan dirinya menjadi tansgender.

"Gue semakin berani untuk dateng gitu loh, untuk honest to my parents. Karna gue tau banget mereka itu concern-nya mungkin adalah about my future," jelas Dena.

(mdk/asr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP