Demo Tolak Revisi UU TNI di Kota Kediri Ricuh: Kembang Api & Molotov Dilemparkan, 21 Orang Diamankan
Aksi demo yang semula berlangsung damai sejak siang itu berubah menjadi anarkis saat massa mulai mendorong barikade polisi.

Aksi unjuk rasa menolak pengesahan Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) di depan Gedung DPRD Kota Kediri Jl. Mayor Bismo berakhir ricuh, Kamis (27/3)sore.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Sekartaji melemparkan petasan dan bom molotov ke arah gedung dewan, sehingga aparat gabungan dari Polres Kediri Kota, Brimob, dan TNI terpaksa membubarkan aksi secara paksa.
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, menjelaskan bahwa tindakan tegas dilakukan setelah peserta aksi mulai membahayakan keselamatan umum.
“Peserta aksi melemparkan kembang api ke arah gedung DPRD, juga molotov yang menyebabkan beberapa objek terbakar. Maka kami terpaksa melakukan pembubaran untuk mencegah situasi makin tidak terkendali,” jelas Bramastyo kepada wartawan.
Aksi demo yang semula berlangsung damai sejak siang itu berubah menjadi anarkis saat massa mulai mendorong barikade polisi, menyalakan petasan, dan melempar molotov ke dalam area DPRD. Kobaran api sempat terlihat di pagar depan gedung sebelum berhasil dipadamkan petugas.
Jelang sore, massa makin brutal. Terjadi bentrok antara massa dan aparat kira-kira pukul 18.30 WIB. Polisi sempat menggunakan mobil water cannon dan formasi tameng untuk memukul mundur massa ke arah selatan Jalan Mayor Bismo, yang sempat lumpuh karena kemacetan panjang.
Usai memukul mundur pendemo, aparat berhasil mengamankan 21 orang yang diduga merupakan peserta aksi dan membawa benda-benda berbahaya. Mereka langsung dibawa ke Polres Kediri Kota untuk didata dan diperiksa lebih lanjut.
“Kita sudah sisir baik di depan maupun titik lainnya. Sampai malam ini, total ada 21 orang yang kami amankan. Akan kami dalami karena ditemukan barang-barang berbahaya,” tegas Kapolres.
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan penyelidikan terhadap provokator dalam aksi tersebut. Sementara situasi di sekitar lokasi telah kondusif, dan arus lalu lintas kembali dibuka secara bertahap.