Dapat dukungan maju Pilgub Jabar, Emil bilang 'saya nggak mau GR'
Merdeka.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mendapatkan dukungan dari partai Nasdem untuk maju dalam Pilgub Jawa Barat. Ridwan Kamil atau yang biasa disapa Emil mengucapkan terima kasih atas dukungannya.
"Pilgub masih lama sebenarnya yah, setahun lagi, cuman hingar bingar dukungan-dukungan ini hadir. Kan mendingan banyak didukung dari pada tidak banyak di dukung. Jadi saya mengucapkan terima kasih kepada yang sudah mendukung kira-kira begitu aja," papar Emil dengan logat Sundanya di Balai Kartini, Kamis, (16/03).
Emil menyampaikan, kepastiannya maju di Pilgub Jabar silakan dilihat pada waktu pendaftaran. Dia tidak mau kepedean atas dukungan yang diberikan kepadanya.
-
Siapa yang menyatakan Cak Imin tak maju Pilkada? 'Gus Muhaimin tidak mungkin, ngapain (maju Pilkada Jatim),' ujar Jazilul di Jakarta, Sabtu (6/4). Ia menegaskan sampai saat ini tidak ada pembahasan mengenai Cak Imin (sapaan akrab Muhaimin Iskandar) akan maju pada Pilkada Jatim.
-
Bagaimana cara PKB melawan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar? PKB sudah lama berkomitmen mengambil poros yang berlawanan dengan Ridwan Kamil. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKB Syaiful Huda membeberkan bahwa partainya berkomitmen untuk selalu memilih poros yang berlawanan dari Ridwan Kamil.
-
Di mana Ridwan Kamil menyatakan tidak mau menanggapi survei? 'Namanya elektabilitas itu naik turun kan. Dulu waktu Wali Kota Bandung h-2 bulan saya cuma 6 persen. Pas hari-h 45 persen. Jadi enggak bisa mengukur takdir dengan survei hari ini,' kata Ridwan Kamil kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (10/7).
-
Kenapa Gibran enggan menanggapi soal Jokowi sebagai pemimpin koalisi? Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka enggan menanggapi kabar Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi bakal pemimpin koalisi besar Prabowo-Gibran. Dia menilai usulan tersebut merupakan aspirasi dan pendapat dari sejumlah pihak.
-
Apa komitmen PKB di Pilgub Jabar? 'Pokoknya prinsipnya PKB siap siapapun yang berkompetisi karena PKB akan menyuguhkan alternatif pilihan untuk publik, sebanyak-banyaknya,' ujar Huda ketika ditemui di Gedung DPR RI, Kamis (13/6).
-
Kenapa PKB ingin melawan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar? 'Kita kan sudah lama sudah sampaikan begitu, kita akan bikin poros di luar Kang RK,' tegasnya lagi. Kemudian Huda menjelaskan bahwa Pilkada Jabar akan lebih baik bila diisi dengan 3 poros atau 3 pasangan calon dari kubu yang berbeda demi menawarkan pilihan yang variatif bagi masyarakat.
"Kepastian saya jadi atau tidaknya ya nanti pas hari pendaftaran. Jadi saya enggak mau GR," imbuh kang Emil.
Emil mengaku membuka komunikasi ke seluruh partai. Komunikasi yang dia lakukan bukan semata-mata untuk mendapatkan kepastian, namun hanya ukuran kesepahaman.
"Komunikasi itu yah bukan ukuran kepastian gitu. Hanya kesepahaman. Kalau kepastian harus ada surat gitu aja. Jadi semua partai saya hubungi. Kenapa? Karena saya bukan anggota partai, syariatnya berkomunikasilah ke segala arah," tegas Emil.
Dalam kesempatan yang sama, dia mengaku sambil menunggu langkahnya di Pilgub Jabar, Emil fokus menuntaskan tugasnya sebagai wali kota. Sejauh ini, klaim Emil, apa yang dilakukan sangat diapresiasi masyarakat Jawa Barat khususnya Bandung.
"Tapi intinya apa yang dianggap di Bandung baik, kalau memang masyarakat Jawa Barat mengapresiasi, saya akan aplikasikan di level provinsi," jelasnya.
Saat waktunya nanti tiba, dia akan memilih kembali menjadi arsitek atau tetap menjajal peruntungan sebagai gubernur. Yang jelas, Emil menegaskan dirinya tidak mengkhianati Bandung karena menyelesaikan tugasnya menjadi wali kota Bandung.
"Tapi saya kan tidak mengkhianati Bandung, makanya saya tidak jadi ke Jakarta melawan Pak Ahok walaupun mungkin bisa menang kan karena saya ingin beresin Bandung sampai tahun depan, tahun depan mah saya untuk ke mana-mana sesuai situasi," kata Emil.
Terkait beberapa calon yang dikabarkan kuat akan maju Pilgub Jabar, Emil menilai semakin banyak semakin baik. Saat ditanya akan membuka diri berpasangan dengan siapa, dia mengaku siap bergabung dengan siapa saja.
"Oh saya mah nggak pilih-pilih, gimana Allah memberikan takdir aja, yang penting mah sama sama bisa kerja ya," paparnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Mantan Gubernur Jawa Barat itu beralasan tidak mau memolitisasi sepak bola.
Baca Selengkapnya