Respons NasDem Soal Danny Pomanto Mundur: Dia Bukan Kader, Pegang KTA Gerindra
Merdeka.com - Partai NasDem buka suara terkait mundurnya Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto dari anggota partai. NasDem mengungkap, Danny tidak pernah memegang Kartu Tanda Anggota (KTA).
Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali menyebut Danny memiliki KTA Partai Gerindra. Hanya saja, NasDem memang mengusungnya menjadi kepala daerah pada Pilkada 2020.
"Selama ini di mata saya dia bukan anggota NasDem. Dia bukan anggota NasDem, dia adalah anggota Gerindra. Dia punya KTA Gerindra," ujar Ali kepada wartawan, Senin (3/7).
-
Siapa yang diprioritaskan NasDem untuk Pilgub Jakarta 2024? NasDem akan mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024. Bahkan, Anies dianggap menjadi tokoh prioritas untuk diusung pada Pilkada yang digelar November mendatang.
-
Kenapa NasDem prioritaskan Anies di Pilgub Jakarta? NasDem akan mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024. Bahkan, Anies dianggap menjadi tokoh prioritas untuk diusung pada Pilkada yang digelar November mendatang.
-
Siapa yang diusung Partai Nasdem untuk Pilgub Jabar? Anak Presiden ke-3 ini diusung oleh Partai NasDem.
-
Kenapa NasDem menolak Gubernur Jakarta ditunjuk Presiden? Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari menegaskan, pihaknya menolak mekanisme penunjukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta oleh Presiden.
-
Bagaimana Nasdem membangun koalisi untuk Pilgub NTT? 'Saya juga menugaskan seluruh pengurus untuk membangun koordinasi dan komunikasi dengan partai lain, karena harus berkoalisi,' jelas Edistasius.
-
Siapa yang ditugaskan Nasdem sebagai cagub NTT? Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem telah menugaskan istri mantan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Julie Sutrisno Laiskodat untuk maju sebagai bakal calon Gubernur NTT periode 2024-2029.
Ketika mendengar kabar Danny menyatakan mundur, Ali tak ada masalah. Karena selama ini dia bukan siapa-siapa, dan tidak menjabat di struktur manapun di NasDem.
"Makanya ketika saya mendapat kabar dia mengundurkan diri, saya bilang pada teman-teman, serius atau bercanda, emang kapan dia masuk NasDem?" ujar Ali.
Ali mengatakan, tidak ada masalah bila akhirnya Danny menyatakan mundur dari partai.
"Jadi kemudian, di struktur partai juga setahu saya nggak ada sih nama tersebut. Tapi apapun itu, ya kita menghargai kalau selama ini dia menjadi bagian dari NasDem. Karena partai ini adalah kesukarelaan, jadi orang bebas ke mana saja," ujar Ali.
Alasan Danny Pomanto Mundur dari NasDem
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bersama istri dan anaknya memutuskan keluar dari Partai NasDem. Pria yang akrab disapa Danny Pomanto ini mengatakan, ada dua alasannya.
"Ada dua alasan, tentunya dengan sangat respek. Saya tidak bermaksud apa-apa, karena alsan keluarga dan alasan politik," ujarnya saat jumpa pers di Warkop Kanrejawa, Senin (3/7).
Wali kota berlatar arsitek ini menjelaskan putrinya Aura Aulia Imandara yang merupakan bakal calon legislatif (bacaleg) NasDem daerah pemilihan (dapil) I DPR RI dalam kondisi hamil besar. Selain itu, istrinya sedang jatuh sakit.
"Kenapa alasan keluarga? Pertama Aura itu menjelang melahirkan, pasti tidak maksimal (kampanye). Pada saat jelang lebaran haji, istri saya sakit. Insya Allah ada cucu, siapa yang mau urus," ungkapnya.
Danny Pomanto mengaku sudah menyampaikan kepada anaknya untuk segera mundur dari NasDem sebelum 9 Juli 2023 atau penentuan nomor urut bacaleg. Danny menegaskan ingin mengajarkan kepada anaknya untuk sopan santun dalam politik.
"Maka saya bilang, kalau setengah-setengah mending sekarang mundur. Jangan sampai kalau dekat, nanti seperti sabotase, tidak ada sopan santun politik. Kalau kita mundur (tanggal 9 Juli 2023) siapa yang mau gantikan kita di situ. Itu kenapa ada namanya alasan keluarga," bebernya.
Sementara untuk alasan politik, Danny Pomanto menyebut dukungan NasDem ke Anies Baswedan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menjadi salah satu pertimbangan. Apalagi, isu beredar Danny Pomanto lebih dekat dengan calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yakni Ganjar Pranowo.
"Saya kira bisa juga alasan itu (NasDem dukung Anies). Tapi ini kan pilihan pribadi. Tapi bukan satu-satunya alasan itu," tuturnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Komaruddin berharap di momen pemilu dan Pilpres 2024, Danny Pomanto bisa secara penuh memenangkan PDIP di Kota Makassar, khususnya Sulsel.
Baca SelengkapnyaBaru-baru ini Ahmad Ali juga sudah menemui Ketum Gerindra Prabowo Subianto.
Baca SelengkapnyaRekomendasi itu diberikan dalam rangkaian acara Rakernas 4 PAN, di DPP PAN, Jakarta Selatan, Sabtu (29/6).
Baca SelengkapnyaBendahara Umum (Bendum) Partai NasDem Ahmad Sahroni membenarkan batal menjadi Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil - Suswono.
Baca SelengkapnyaPartai Gerindra mengusung Andra Soni dan Dimyati Natakusumah untuk maju di pemilihan gubernur (Pilgub) Banten 2024.
Baca SelengkapnyaDanny Pomanto mengaku akan segera membentuk kepengurusan TPD Ganjar Pranowo di Sulsel.
Baca SelengkapnyaMaman mengatakan, Golkar dan PAN saja masuk tanpa pamit. Tiba-tiba datang dan malah mengumumkan Koalisi Indonesia Maju.
Baca SelengkapnyaGanjar mencontohkan saat kampanye akbar, Wali Kota Makassar tidak bisa hadir meski kader PDIP.
Baca SelengkapnyaNama Ahmad Sahroni diketahui menjadi salah satu digadang-gadang sebagai calon gubernur untuk Pilgub DKI Jakarta 2024.
Baca SelengkapnyaNasDem mengklaim Anies Baswedan juga sudah memahami keputusan NasDem meninggalkan dirinya untuk mendukung Ridwan Kamil tersebut.
Baca SelengkapnyaSurya Paloh akhirnya buka suara terkait dengan agenda sowannya Waketum NasDem.
Baca SelengkapnyaDia pun mendatangi Prabowo yang juga sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.
Baca Selengkapnya