Meski Terkenal Pahit, Brotowali Memiliki Segudang Manfaat Kesehatan, Salah Satunya Jaga Daya Tahan Tubuh
Segudang manfaat brotowali meski pahit tapi baik untuk kesehatan.

Brotowali, atau dikenal dengan nama ilmiah Tinospora cordifolia, adalah tanaman herba yang telah digunakan sejak zaman kuno sebagai obat tradisional. Brotowali merupakan tumbuhan semak merambat dengan ciri khas daun berbentuk hati dan batang yang dipenuhi tonjolan-tonjolan.
Meskipun batangnya sering menjadi bagian yang paling banyak dimanfaatkan, akar dan daunnya juga memiliki potensi besar dalam dunia pengobatan. Di berbagai negara seperti Indonesia dan India, brotowali sudah lama diakui sebagai tanaman obat dengan beragam manfaat kesehatan.
Tanaman ini tidak hanya dikenal karena bentuknya yang unik, tetapi juga karena kandungan nutrisi yang melimpah. Brotowali kaya akan karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin, terutama vitamin C. Selain itu, tanaman ini juga mengandung beragam mineral seperti fosfor, kalium, kalsium, mangan, zinc, zat besi, dan tembaga.
Kandungan ini didukung oleh senyawa-senyawa penting seperti flavonoid, alkaloid, glikosida, tanin, dan terpenoid yang memberikan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat. Berikut adalah 11 manfaat brotowali bagi kesehatan yang telah terbukti melalui berbagai penelitian ilmiah.
Meredakan Peradangan
Brotowali memiliki sifat antiinflamasi yang kuat, sehingga sangat efektif dalam mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti nyeri sendi, demam, atau infeksi. Tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif alami untuk meredakan peradangan tanpa efek samping yang sering dikaitkan dengan obat-obatan kimia.
Daun Brotowali mengandung senyawa-senyawa aktif seperti saponin, alkaloid, dan flavonoid yang memberikan efek antiinflamasi. Senyawa-senyawa ini dapat menghambat produksi zat-zat yang memicu peradangan dalam tubuh sehingga mengurangi gejala peradangan.
Menurunkan Kadar Gula Darah

Brotowali telah lama dikenal sebagai tanaman yang efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Senyawa aktif dalam brotowali dipercaya dapat meningkatkan efektivitas hormon insulin dalam tubuh dan mencegah resistensi insulin, yang pada akhirnya dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini dipercaya dapat mencegah diabetes tipe 2.
Meski demikian, penggunaannya bagi penderita diabetes perlu dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari efek samping yang berpotensi merugikan. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat herbal apa pun.
Pengobatan Penyakit Kulit
Tidak hanya dikonsumsi, brotowali juga dapat digunakan secara eksternal untuk mengatasi berbagai penyakit kulit. Salah satunya adalah kudis, yang disebabkan oleh tungau. Sifat antioksidan dan antimikroba yang dimiliki brotowali membantu dalam membasmi tungau serta mencegah penyebarannya, menjadikannya solusi alami yang potensial untuk masalah kulit.
Mencegah Kambuhnya Gejala Alergi

Ekstrak dari spesies Tinospora cordifolia atau brotowali terbukti efektif dalam mengurangi bersin dan gatal pada hidung yang disebabkan oleh alergi. Brotowali dapat membantu meredakan gejala alergi seperti bersin-bersin, pilek, gatal-gatal, dan ruam.
Penelitian menunjukkan bahwa tanaman ini dapat menekan reaksi alergi. Meskipun tidak dapat menyembuhkannya sepenuhnya, gejala alergi yang disebabkan oleh kondisi seperti rhinitis alergi dan eksim dapat lebih jarang kambuh dengan penggunaan brotowali secara teratur.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Sistem kekebalan tubuh yang kuat sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, dan brotowali dapat berperan dalam hal ini. Kandungan vitamin C serta antioksidan dalam brotowali membantu meningkatkan daya tahan tubuh dengan melawan radikal bebas. Namun, penting untuk diingat bahwa kekebalan tubuh yang optimal juga memerlukan gaya hidup sehat lainnya, seperti pola makan yang seimbang dan olahraga teratur.
Dukungan untuk Kesehatan dan Fungsi Hati
Brotowali juga dikenal memiliki khasiat dalam menjaga kesehatan hati. Kandungan antioksidan yang dimilikinya membantu melindungi hati dari kerusakan akibat radikal bebas dan zat beracun. Meskipun begitu, bagi individu yang sudah menderita penyakit hati kronis, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan sebelum mengonsumsi brotowali sebagai suplemen.
Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Senyawa flavonoid dan fenol dalam brotowali telah terbukti mampu melawan radikal bebas, yang berperan dalam pencegahan penyakit jantung. Brotowali juga dapat memperbaiki profil lipid dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), yang sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit kardiovaskular.
Jika Anda tidak suka dengan rasa teh brotowali, Anda dapat menggunakan ekstrak brotowali dalam bentuk kapsul atau serbuk. Menggunakan ekstrak brotowali dalam dosis yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mencegah penyakit kardiovaskular.
Mencegah Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah kondisi di mana arteri tersumbat oleh plak yang terdiri dari lemak, kolesterol, dan zat lainnya. Brotowali dapat mencegah kondisi ini dengan mengurangi penumpukan kolesterol jahat dalam arteri, sehingga menurunkan risiko terkena serangan jantung atau stroke.
Meskipun terkenal dengan rasanya yang pahit, jamu brotowali memiliki beragam manfaat kesehatan yang tak boleh diremehkan. Dari membantu menurunkan kadar gula darah, meredakan gejala alergi, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh, brotowali menjadi salah satu tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional.
Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan brotowali harus dilakukan dengan bijak dan hati-hati, terutama karena adanya potensi efek samping seperti kerusakan hati atau hipoglikemia jika dikonsumsi bersamaan dengan obat medis. Oleh karena itu, berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai penggunaan adalah langkah terbaik untuk memastikan manfaat optimal tanpa risiko kesehatan.