Burung Ini Mampu Terbang 10 Bulan Nonstop, Makannya saat Melayang di Udara
Barangkali ini adalah satu-satunya burung di dunia yang mampu terbang nonstop 10 bulan.

Barangkali ini adalah satu-satunya burung di dunia yang mampu terbang nonstop 10 bulan.

Burung Ini Mampu Terbang 10 Bulan Nonstop, Makannya saat Melayang di Udara
Tiga burung kapinis eropa (Apus apus), yang masih menjadi saudara bulung walet, menjadi pemegang rekor sebagai burung terlama yang pernah terbang tanpa henti di seluruh dunia setelah terbang selama 10 bulan nonstop.
Pada tahun 2016, tim peneliti dari Universitas Lund melakukan pelacakan terhadap 13 burung kapinis eropa yang melakukan migrasi bolak-balik antara Swedia dan Gurun Sahara bagian selatan, seperti dikutip dari IFLScience dan jurnal Nature, Rabu (27/3).

Penelitian ini membuktikan kemampuan terbang kapinis eropa yang sebenarnya sudah diduga oleh para ilmuwan sejak tahun 1970-an, tetapi baru dibuktikan di tahun tersebut.
Mereka melengkapi burung-burung yang bermigrasi tersebut dengan alat pencatat data kecil yang dilengkapi akselerometer, untuk merekam aktivitas terbang, dan sensor tingkat cahaya, untuk menemukan burung-burung tersebut. Hasilnya, kapinis eropa memang menghabiskan kebanyakan waktu mereka di udara.

Beberapa burung yang dilacak juga kadang-kadang melakukan pendaratan selama sisa waktu 10 bulan, mungkin untuk berganti kulit/mabung.
Meskipun demikian, secara keseluruhan, burung-burung tersebut masih menghabiskan lebih dari 99,5% waktu mereka di udara.
Dengan berat yang sangat ringan, hanya 40 gram, pencapaian kapinis eropa ini merupakan suatu hal yang luar biasa.

“Kapinis eropa telah berevolusi menjadi penerbang yang sangat efisien, dengan bentuk tubuh yang ramping dan sayap yang panjang serta sempit, menghasilkan daya angkat dengan usaha yang rendah,” ungkap Anders Hedenstrom, seorang ahli biologi yang juga menjadi penulis dalam tim penelitian ini.

Selama penerbangan, burung-burung tersebut makan ketika mereka sedang ada di udara. Mereka memakan berbagai serangga, seperti rayap terbang, laba-laba, dan serangga udara lainnya.
Meskipun memang mempunyai gaya hidup yang memakan sedikit energi, tim peneliti belum tahu bagaimana cara burung-burung ini istirahat atau tidur.
Tim peneliti juga belum dapat memastikan apakah burung-burung tersebut dapat tidur sambil terbang.
“Mereka mungkin melakukan hal yang sama seperti burung cikalang/fregat dan tidur sambil meluncur. Setiap hari, saat senja dan fajar, kapinis eropa naik ke ketinggian sekitar dua—tiga kilometer. Mungkin mereka tidur saat meluncur turun, tetapi kami tidak yakin,” ucap Hedenstrom.