Ini yang Terjadi pada Otak Manusia jika Mendengar Lelucon yang Bikin Ketawa Ngakak
Ternyata humor memiliki pengaruh kepada neuron pada otak manusia. Salah satunya seperti ini.

Ternyata humor memiliki pengaruh kepada neuron pada otak manusia. Salah satunya seperti ini.

Ini yang Terjadi pada Otak Manusia jika Mendengar Lelucon yang Bikin Ketawa Ngakak
Ketika mendengarkan gurauan yang dibuat oleh teman atau bahkan tayangan di televisi tentunya kita akan mengundang gelak tawa karena merasa adegan atau perkataan dilontarkan lucu. Secara definisi humor atau candaan sebagai obrolan yang tidak serius, bahkan karena dianggap tidak serius, candaan dianggap tidak penting dan hanya membuang-buang waktu. Padahal tanpa disadari humor yang sering dianggap remeh ini memiliki peran penting dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan di ranah sosial seperti dalam perilaku dan interaksi antarmanusia.

Dalam laman BBC Science Focus, Rabu (16/08), menjelaskan bahwa seseorang akan tiga puluh kali lipat lebih sering tertawa ketika bersama orang lain ketimbang sendirian.
Hal ini juga membuktikan bahwa humor memperlihatkan kecakapan kognitif dalam merespon suatu situasi.
Selain itu adanya humor dan gelak tawa bermanfaat bagi kesehatan mental dan dapat menurunkan tingkat stress seseorang.

Namun yang menjadi perhatian adalah, ketika kita tertawa apa yang terjadi di dalam otak kita? Bagaimana otak kita dapat merespons hal-hal tersebut bahkan candaan yang tidak masuk akal sekalipun mampu mengundang gelak tawa?
Ternyata, dalam hal ini ilmuwan sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari dan mencari tahu bagaimana humor diterima dan bekerja di otak manusia. Dalam penelitiannya terdapat sejumlah data yang dihasilkan mengenai bagaimana jenis lelucon yang menginduksi otak manusia. Berbagai lelucon seperti lelucon semantik, linguistik, atau bahkan lelucon visual statis dan dinamis. Banyaknya jenis candaan tersebut merupakan bagian dari rangsangan yang mencakup banyak elemen sensorik seperti bahasa, ingatan, emosi, analisis, ekstrapolasi, dan sebagainya.
Sejumlah elemen sensorik tersebut akan diproses ke dalam wilayah dan jaringan saraf yang berbeda. Pemrosesan ini kemudian akan bertemu di persimpangan antara lobus temporal, oksipital, dan parietal yang merupakan bagian yang akan mendeteksi dan menentukan hal-hal seperti bahasa, perilaku, dan pekerjaan yang harus dilakukan.

Adapun humor yang kemudian disimpan dalam otak akan terekam.
Selain itu, humor juga merupakan fenomena manusia yang unik dengan melibatkan banyak variabel kompleks lainnya. Bahkan, Status sosial, emosi, motivasi, kognisi sosial, ingatan, dan rangsangan.
Akan tetapi, menurut ilmu pengetahuan gelak tawa dalam humor juga merupakan pendeteksian dan penyelesaian antara ketidakcocokan kejadian merupakan bagian dari dasar neurologis.
