Neil Armstrong: Manusia Pertama ke Bulan dengan Akhir Kisah yang Tragis
Berikut kisah yang jarang orang tahu tentang akhir hidup Neil Armstrong, manusia yang injakan kaki di Bulan.

Neil Armstrong dikenal dunia sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan pada 20 Juli 1969 dalam misi bersejarah Apollo 11.
Dengan kata-kata ikoniknya, "That's one small step for [a] man, one giant leap for mankind," Armstrong mengukir pencapaian luar biasa dalam sejarah umat manusia. Namun, di balik pencapaian monumental tersebut, akhir kisah hidupnya justru menyimpan cerita yang jarang diketahui.
Perjalanan Armstrong menuju Bulan bukanlah hal yang mudah. Ia memulai karier sebagai pilot uji coba sebelum bergabung dengan NASA sebagai astronot. Pada 1969, ia dipercaya memimpin misi Apollo 11, bersama Buzz Aldrin dan Michael Collins. Misi ini bertujuan untuk menjadi yang pertama mendaratkan manusia di Bulan dan kembali dengan selamat ke Bumi.
Dalam pendaratan bersejarah tersebut, Armstrong menghadapi tantangan besar. Modul lunar Eagle nyaris kehabisan bahan bakar saat pendaratan, namun ketenangan dan kepemimpinannya membuat misi berhasil.
Saat menginjakkan kaki di Bulan, Armstrong dan Aldrin menghabiskan lebih dari dua jam menjelajahi permukaan, mengumpulkan sampel, dan memasang peralatan ilmiah. Keberhasilan Apollo 11 menjadikan Armstrong simbol ketekunan, keberanian, dan pencapaian manusia
Akhir Kisah yang Tragis
Mengutip CNN, Rabu (19/2), setelah pensiun dari NASA, Armstrong menjalani kehidupan yang relatif tenang dan menjadi profesor teknik di Universitas Cincinnati. Namun, pada 2012, Armstrong menjalani operasi bypass jantung di Mercy Health–Fairfield Hospital, Ohio.
Awalnya, operasi tersebut berjalan lancar, tetapi komplikasi muncul saat perawat mencabut kabel dari alat pacu jantung sementara. Prosedur ini menyebabkan pendarahan internal dan penurunan tekanan darah yang kritis.
Alih-alih segera membawanya ke ruang operasi, tim medis justru memindahkan Armstrong ke ruang kateterisasi. Keputusan tersebut diduga memperburuk kondisinya dan akhirnya menyebabkan kematiannya pada 25 Agustus 2012 di usia 82 tahun.
Kontroversi Malpraktik dan Penyelesaian USD6 Juta
Setelah kematiannya, keluarga Armstrong menuduh rumah sakit melakukan malpraktik medis. Mereka mengklaim bahwa keterlambatan penanganan dan kesalahan prosedur medis menjadi penyebab utama kematiannya.
Pada tahun 2014, rumah sakit setuju membayar $6 juta kepada keluarga Armstrong untuk menghindari proses hukum yang panjang dan publikasi negatif. Meskipun demikian, pihak rumah sakit tidak pernah mengakui adanya kesalahan.
Kasus ini memicu perdebatan luas tentang transparansi dan standar perawatan medis, terutama ketika menyangkut tokoh publik seperti Neil Armstrong.