10 Hidangan Lebaran Khas Betawi yang Tak Lekang oleh Waktu, Lezat dan Penuh Cerita
Lebaran di Betawi bukan hanya sekadar momen silaturahmi, tetapi juga perayaan kuliner yang kaya rasa dan penuh tradisi.

Lebaran di Betawi bukan hanya sekadar momen silaturahmi, tetapi juga perayaan kuliner yang kaya rasa dan penuh tradisi. Berbagai hidangan khas Betawi tersaji di meja makan, mulai dari makanan utama hingga camilan legendaris yang telah diwariskan turun-temurun.
Mulai dari setup tape yang menyegarkan, sayur asem yang penuh kelezatan, hingga dodol Betawi yang legendaris, setiap hidangan memiliki makna tersendiri dalam budaya Betawi. Selain menggugah selera, hidangan-hidangan ini juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam menyambut hari kemenangan.
Berikut ini adalah daftar makanan khas Betawi yang wajib hadir saat Lebaran, dirangkum dari berbagai sumber oleh Merdeka.com, Senin (31/3).
1. Setup Tape, Minuman Manis Penyegar di Hari Raya
Setup tape adalah minuman khas Betawi yang terbuat dari tape singkong yang difermentasi, disajikan dengan kuah manis yang dibumbui gula, kayu manis, dan cengkeh. Rasanya yang manis dengan sedikit asam membuat setup tape menjadi pilihan yang pas sebagai minuman penyegar setelah menyantap hidangan berlemak seperti opor dan rendang. Biasanya, setup tape disajikan dingin dengan tambahan es batu, menjadikannya minuman favorit saat Lebaran.
Selain menyegarkan, setup tape juga dipercaya memiliki manfaat untuk melancarkan pencernaan, menjadikannya cocok dinikmati setelah makan berat di hari Idul Fitri.
2. Bubur Jali Betawi, Hangat dan Mengenyangkan
Bubur jali adalah hidangan khas Betawi yang terbuat dari biji jali yang dimasak dengan santan dan gula aren. Hasilnya adalah bubur lembut dengan rasa manis yang khas. Hidangan ini biasanya disajikan hangat pada pagi hari sebelum bersilaturahmi, memberikan energi untuk menjalani aktivitas Lebaran. Selain lezat, bubur jali juga kaya akan serat yang baik untuk pencernaan.
Di masa lalu, bubur jali menjadi salah satu makanan pokok bagi masyarakat Betawi sebelum beras mudah ditemukan, menjadikannya bagian penting dari sejarah kuliner Betawi.
3. Kue Kembang Goyang, Camilan Renyah yang Ikonik
Kue kembang goyang adalah camilan khas Betawi yang berbentuk seperti bunga. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras, santan, dan gula, lalu digoreng hingga renyah. Nama "kembang goyang" berasal dari cara pembuatannya, di mana adonan dicetak menggunakan cetakan khusus dan digoyangkan dalam minyak panas hingga terlepas. Teksturnya yang renyah dan rasa manisnya membuat kue ini selalu hadir di meja tamu saat Lebaran.
Selain sebagai camilan, kue kembang goyang melambangkan keberkahan dan kebahagiaan. Bentuknya yang menyerupai bunga mekar juga mengandung simbol kemakmuran.
4. Kue Satu, Kue Kering Simbol Keikhlasan
Kue satu adalah kue tradisional Betawi yang terbuat dari tepung kacang hijau dan gula, dengan tekstur rapuh dan rasa manis yang lembut.
Dalam budaya Betawi, kue satu sering dipandang sebagai simbol keikhlasan dan kesederhanaan, karena dibuat dari bahan-bahan sederhana namun menghasilkan rasa yang kaya.
Proses pembuatan kue ini cukup unik, yaitu dengan memanggang adonan dalam cetakan kayu hingga mengeras, menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.
5. Manisan Kolang-Kaling, Camilan Segar Favorit Anak-Anak
Manisan kolang-kaling, yang juga dikenal dengan nama bruluk oleh masyarakat Betawi, adalah hidangan khas Lebaran yang digemari anak-anak karena warna-warnanya yang mencolok dan rasanya yang manis.
Kolang-kaling direndam dalam sirup gula merah atau sirup warna-warni, menciptakan camilan dengan tekstur kenyal yang menyegarkan, terutama saat disajikan dingin.
Selain menjadi camilan, manisan kolang-kaling sering ditambahkan ke dalam es buah atau es campur untuk menambah kesegaran di tengah suasana Lebaran yang hangat.
6. Dodol Betawi, Kue Lebaran yang Penuh Filosofi
Dodol Betawi adalah camilan wajib yang hadir di setiap rumah saat Lebaran. Terbuat dari ketan, gula merah, dan santan yang dimasak selama berjam-jam hingga mengental dan lengket.
Pembuatan dodol Betawi memerlukan kerjasama banyak orang karena prosesnya yang panjang. Hal ini melambangkan nilai kebersamaan dan gotong royong, yang sangat dihargai dalam masyarakat Betawi.
Dengan teksturnya yang kenyal dan rasa manisnya yang khas, dodol Betawi tetap menjadi camilan favorit yang tak tergantikan, bahkan oleh camilan modern.
7. Sayur Asem Betawi, Sajian Segar di Hari Kedua Lebaran
Di banyak daerah, ketupat sayur menjadi hidangan utama pada hari pertama Lebaran. Namun, masyarakat Betawi memiliki tradisi unik dengan menyajikan sayur asem pada hari kedua Lebaran.
Sayur asem Betawi menggunakan bahan utama seperti melinjo, kacang panjang, labu siam, dan jagung, dengan kuah asam yang segar dari asam jawa. Hidangan ini biasanya disajikan dengan lauk seperti ikan asin, tempe, dan sambal terasi.
Sayur asem menjadi penyegar setelah sehari sebelumnya menyantap makanan bersantan, membantu menetralisir rasa enek dan meningkatkan nafsu makan.
8. Kue Akar Kelapa, Renyah dan Gurih
Kue akar kelapa memiliki bentuk unik menyerupai akar pohon kelapa, dengan tekstur renyah dan rasa manis gurih yang khas. Terbuat dari campuran tepung ketan, telur, margarin, dan gula, kue ini digoreng hingga garing dan sering dijadikan camilan favorit saat berkumpul dengan keluarga di Hari Raya.
Kue akar kelapa juga memiliki daya tahan yang lama, sehingga sering disiapkan dalam jumlah banyak dan disimpan sebagai stok camilan setelah Lebaran.
9. Sayur Sambel Godok, Kuah Santan Khas Betawi
Sayur sambel godok adalah hidangan khas Betawi yang terdiri dari nangka muda, kacang panjang, dan labu siam, dimasak dengan kuah santan dan bumbu khas Betawi.
Hidangan ini biasanya disajikan bersama ketupat atau lontong, menjadi menu utama yang selalu ada di rumah-rumah Betawi saat Lebaran. Rasanya yang gurih dan sedikit pedas membuat sayur sambel godok disukai banyak orang, terutama jika disantap dengan lauk pelengkap seperti rendang atau semur.
10. Tape Uli, Perpaduan Manis dan Gurih yang Legendaris
Tape uli adalah kombinasi unik antara tape ketan manis dan uli yang gurih, menciptakan perpaduan rasa yang khas dan sangat populer di kalangan masyarakat Betawi. Tape ketan dibuat melalui fermentasi beras ketan hitam, sementara uli dibuat dari beras ketan putih yang dipadatkan dan dibakar hingga permukaannya renyah.
Tape uli bukan hanya camilan, tetapi juga memiliki makna filosofis. Perpaduan antara tape ketan dan uli melambangkan persatuan dan kebersamaan karena pembuatan keduanya memerlukan kerja sama.
People Also Ask
1. Apa saja makanan khas Betawi yang wajib ada saat Lebaran?
Beberapa makanan khas Betawi saat Lebaran antara lain tape uli, dodol Betawi, sayur asem, kue kembang goyang, dan manisan kolang-kaling.
2. Mengapa dodol Betawi selalu hadir saat Lebaran?
Dodol Betawi melambangkan gotong royong dan kebersamaan, karena proses pembuatannya yang panjang dan dilakukan bersama-sama.
3. Apa keunikan tape uli sebagai makanan Lebaran khas Betawi?
Tape uli memiliki perpaduan rasa manis dari tape ketan dan gurih dari uli, menciptakan kombinasi yang lezat dan khas.
4. Apa perbedaan sayur sambel godok dengan sayur asem Betawi?
Sayur sambel godok menggunakan santan dan bumbu khas, sedangkan sayur asem Betawi memiliki kuah bening dengan rasa asam segar.
5. Mengapa kue kembang goyang disebut demikian?
Nama kembang goyang berasal dari cara memasaknya, yaitu menggoyangkan cetakan di minyak panas agar adonan terlepas.