Asam Urat Adalah Penyakit yang Perlu Dipahami dan Diwaspadai, Ketahui Pengobatannya
Berikut ini adalah asam urat adalah penyakit yang perlu dipahami.

Asam urat adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Kondisi ini termasuk salah satu jenis radang sendi (arthritis) yang dapat menyebabkan rasa nyeri hebat, pembengkakan, dan peradangan pada sendi yang terkena. Asam urat terjadi ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi (hiperurisemia).
Secara normal, tubuh memproduksi asam urat sebagai hasil akhir dari pemecahan zat purin. Purin merupakan senyawa alami yang terdapat dalam tubuh dan juga berasal dari makanan yang dikonsumsi. Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang melalui urin. Namun ketika produksi asam urat berlebihan atau pembuangannya terganggu, kadar asam urat dalam darah akan meningkat dan membentuk kristal-kristal tajam di sekitar sendi.
Asam urat sering menyerang sendi-sendi tertentu seperti jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan dan jari tangan. Serangan asam urat biasanya terjadi secara mendadak, terutama di malam hari atau pagi hari. Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa sangat hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Gejala Asam Urat
Gejala asam urat yang paling khas adalah serangan nyeri sendi yang tiba-tiba. Beberapa gejala umum asam urat meliputi:
- Nyeri sendi yang hebat dan mendadak, terutama di malam hari atau pagi hari
- Pembengkakan pada sendi yang terkena
- Kemerahan dan terasa hangat di area sendi
- Kekakuan sendi dan keterbatasan gerak
- Kulit di sekitar sendi terasa sangat sensitif, bahkan sentuhan ringan bisa menyebabkan rasa sakit
- Demam ringan
Serangan asam urat biasanya berlangsung selama 3-10 hari. Setelah itu gejala akan mereda, namun bisa kambuh kembali di kemudian hari jika tidak ditangani dengan tepat. Pada tahap awal, serangan asam urat cenderung hanya menyerang satu sendi. Namun seiring waktu, serangan bisa melibatkan lebih banyak sendi.
Gejala asam urat sering kali berkembang dengan cepat dalam beberapa jam. Rasa nyeri biasanya mencapai puncaknya dalam 12-24 jam pertama. Intensitas nyeri bisa sangat berat sehingga penderita kesulitan untuk bergerak atau berjalan. Kulit di sekitar sendi yang terkena juga bisa tampak mengkilap dan terkelupas ketika pembengkakan mulai mereda.
Penyebab Asam Urat
Penyebab utama asam urat adalah tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat antara lain:
- Produksi asam urat berlebihan oleh tubuh
- Gangguan pembuangan asam urat melalui ginjal
- Konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Penggunaan obat-obatan tertentu
- Obesitas
- Dehidrasi
- Penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan ginjal
Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah zat purin. Purin merupakan senyawa yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan juga terdapat dalam beberapa jenis makanan. Makanan yang tinggi purin antara lain daging merah, jeroan, makanan laut seperti sarden dan kerang, serta minuman beralkohol terutama bir.
Pada kondisi normal, asam urat akan dibuang melalui urin. Namun ketika produksi asam urat meningkat atau pembuangannya terganggu, kadar asam urat dalam darah akan naik. Kelebihan asam urat ini kemudian membentuk kristal-kristal tajam yang menumpuk di sekitar sendi dan menyebabkan peradangan.
Selain faktor makanan, beberapa kondisi medis juga dapat meningkatkan risiko asam urat seperti hipertensi, diabetes, obesitas, penyakit ginjal kronis, dan gangguan metabolisme. Penggunaan obat-obatan tertentu seperti diuretik dan aspirin dosis rendah juga bisa memicu peningkatan asam urat.
Faktor Risiko Asam Urat
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena asam urat antara lain:
- Jenis kelamin: Pria memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita
- Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 30 tahun untuk pria dan setelah menopause untuk wanita
- Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga dengan asam urat
- Obesitas: Kelebihan berat badan meningkatkan produksi asam urat
- Pola makan: Konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan
- Konsumsi alkohol: Terutama bir dan minuman beralkohol lainnya
- Kondisi medis tertentu: Seperti hipertensi, diabetes, gangguan ginjal
- Penggunaan obat-obatan: Beberapa jenis obat dapat memicu peningkatan asam urat
- Trauma atau pembedahan: Dapat memicu serangan asam urat
Meski memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan terkena asam urat. Namun dengan mengenali faktor risiko, seseorang dapat lebih waspada dan melakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Modifikasi gaya hidup dan pola makan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko asam urat.
Diagnosis Asam Urat
Diagnosis asam urat dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi:
- Anamnesis: Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat kesehatan, pola makan, dan faktor risiko lainnya
- Pemeriksaan fisik: Dokter akan memeriksa sendi yang terkena untuk melihat tanda-tanda peradangan
- Pemeriksaan laboratorium:
- Tes darah: Untuk mengukur kadar asam urat dalam darah
- Tes urin 24 jam: Untuk memeriksa kadar asam urat yang dikeluarkan melalui urin
- Pemeriksaan cairan sendi: Untuk mengidentifikasi kristal asam urat
Pencitraan:
- Rontgen: Untuk melihat kondisi sendi
- USG: Untuk mendeteksi kristal asam urat dan tofus
- CT-Scan: Untuk melihat kerusakan sendi lebih detail
Diagnosis asam urat terkadang sulit ditegakkan karena gejalanya mirip dengan beberapa kondisi radang sendi lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium dan pencitraan sangat penting untuk memastikan diagnosis.
Kadar asam urat normal dalam darah adalah 2,5-7 mg/dL untuk pria dan 1,5-6 mg/dL untuk wanita. Namun perlu diingat bahwa tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi akan mengalami gejala asam urat. Sebaliknya, seseorang dengan kadar asam urat normal juga bisa mengalami serangan asam urat.
Pemeriksaan cairan sendi merupakan gold standard untuk diagnosis asam urat. Dengan mikroskop polarisasi, kristal asam urat akan tampak berbentuk jarum. Namun prosedur ini cukup invasif sehingga tidak selalu dilakukan.
Pencitraan seperti USG dan CT-Scan dapat membantu mendeteksi kristal asam urat dan tofus (penumpukan kristal di jaringan lunak) bahkan sebelum gejala muncul. Hal ini berguna untuk diagnosis dini dan mencegah kerusakan sendi jangka panjang.
Pengobatan Asam Urat
Pengobatan asam urat bertujuan untuk meredakan gejala akut, mencegah serangan berulang, dan mencegah komplikasi jangka panjang. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:
Obat-obatan:
- Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID): Untuk meredakan nyeri dan peradangan
- Kolkisin: Untuk mengurangi peradangan
- Kortikosteroid: Untuk kasus yang berat atau tidak responsif terhadap NSAID
- Obat penurun asam urat: Seperti allopurinol dan febuxostat
- Obat urikosurik: Seperti probenecid untuk meningkatkan ekskresi asam urat
Terapi non-farmakologis:
- Kompres dingin atau hangat pada sendi yang terkena
- Istirahat dan elevasi sendi yang sakit
- Modifikasi pola makan dan gaya hidup
Pengobatan serangan akut asam urat biasanya dimulai dengan NSAID atau kolkisin untuk meredakan nyeri dan peradangan. Pemberian obat harus dimulai sesegera mungkin setelah gejala muncul untuk hasil yang optimal. Kortikosteroid bisa diberikan jika NSAID atau kolkisin tidak efektif atau dikontraindikasikan.
Untuk pencegahan jangka panjang, obat penurun asam urat seperti allopurinol atau febuxostat dapat diberikan. Obat-obat ini bekerja dengan menghambat produksi asam urat. Penting untuk memulai obat ini secara bertahap dan dalam dosis rendah untuk menghindari efek samping.
Obat urikosurik seperti probenecid bekerja dengan meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal. Obat ini bisa menjadi pilihan untuk pasien yang tidak dapat menggunakan allopurinol atau febuxostat.
Selain pengobatan farmakologis, modifikasi gaya hidup juga sangat penting dalam pengelolaan asam urat jangka panjang. Ini meliputi penurunan berat badan, pembatasan makanan tinggi purin, menghindari alkohol, dan memperbanyak minum air putih.
Pengobatan asam urat membutuhkan kerjasama antara pasien dan dokter. Kepatuhan terhadap pengobatan dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencapai hasil yang optimal dan mencegah komplikasi jangka panjang.