Penjelasan Lengkap Kepala BGN Usul Serangga Jadi Menu Makan Bergizi Gratis
Saat ini, program Makan Bergizi Gratis telah dilaksanakan di 31 provinsi di Indonesia.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa serangga dapat dijadikan salah satu pilihan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk menyesuaikan dengan potensi sumber daya lokal yang ada di masing-masing daerah.
"Jika di suatu daerah masyarakat sudah akrab dengan konsumsi serangga, maka serangga dapat menjadi bagian dari menu di wilayah tersebut," kata Dadan dalam kutipan dari Antara pada Sabtu (25/1/2025).
Dadan menambahkan bahwa variasi menu ini menunjukkan bahwa Badan Gizi Nasional tidak memberlakukan standar menu yang sama di seluruh Indonesia. Sebaliknya, yang diterapkan adalah standar komposisi gizi yang bersifat nasional.
Menurut penjelasan Dadan, serangga adalah salah satu sumber protein yang kaya gizi dan telah menjadi bagian dari pola konsumsi di beberapa daerah. Ia juga memberi contoh sumber protein lainnya yang disesuaikan dengan potensi lokal.
"Ada wilayah yang kaya akan telur, dan ada juga yang melimpah dengan ikan. Oleh karena itu, sumber protein sangat bergantung pada potensi daerah masing-masing," ungkapnya.
Selain itu, Dadan juga membuka kemungkinan untuk variasi menu yang berbasis karbohidrat. Di daerah yang masyarakatnya biasa mengonsumsi jagung, singkong, atau pisang rebus, nasi bisa digantikan dengan bahan pangan tersebut.
"Ini adalah contoh bagaimana keberagaman pangan dapat diakomodasi dalam program makan bergizi" tambah Dadan.
Target Penerima Manfaat
Sampai saat ini, program MBG telah dilaksanakan di 31 provinsi di Indonesia. Sebanyak 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi untuk memproduksi makanan bergizi dalam program ini.
Pada fase pertama pelaksanaan, yang berlangsung dari Januari hingga April 2025, program MBG menargetkan tiga juta penerima manfaat. Sementara itu, pada periode berikutnya, dari April hingga Agustus 2025, jumlah penerima manfaat diharapkan dapat meningkat menjadi enam juta orang.
Program MBG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi sekaligus memanfaatkan sumber daya pangan lokal yang ada.
Prabowo Targetkan 15 Juta Anak Dapat Makanan Bergizi Gratis pada September 2025

Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar pada September 2025, sebanyak 15 juta anak di Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi secara gratis. Ia menekankan bahwa program ini harus menjangkau seluruh anak-anak di Indonesia sebelum akhir tahun 2025.
"Untuk Januari sampai April 2025 program ini sasarannya adalah 3 juta anak. Bulan April sampai Agustus 2025 akan menuju 6 juta anak. September kita harapkan 15 juta anak. Dan akhir 2025 target kita adalah semua anak-anak Indonesia bisa dapat makan bergizi," ungkap Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta pada Rabu (22/1/2025).
Prabowo juga melaporkan bahwa hingga saat ini, program yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 telah berhasil memberikan layanan kepada 650.000 anak di 31 provinsi. Ia menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh jajaran menteri dan pemerintah daerah.
"Terima kasih kerjasama ini. Seluruh kementerian/lembaga ikut mengamankan dan menyukseskan program ini. Kita akan bersinergi dengan pemerintah daerah, gubernur, bupati, wali kota, dan seluruh perangkat daerah," tambahnya.
Anak Menjadi Pintar
Prabowo menyatakan bahwa program makan bergizi gratis bertujuan untuk menjadikan anak-anak Indonesia lebih kuat dan cerdas. Ia yakin bahwa kemampuan akademis anak-anak akan mengalami peningkatan di masa depan.
"Ini adalah masalah strategis. Kita memperkuat masalah Indonesia. Anak-anak Indonesia harus kuat, harus cerdas, harus semangat, dan harus bersekolah dengan baik. Saya percaya dalam waktu yang tidak lama kita akan melihat peningkatan hasil kemampuan akademis anak-anak kita," tutur Prabowo.