Berapa THR Ideal yang Diberikan untuk Keponakan?
Artikel ini memberikan panduan lengkap berdasarkan usia, kedekatan, dan kemampuan finansial, serta tips adil bagi THR Lebaran.

Memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) kepada keponakan merupakan tradisi yang menyenangkan dan mempererat silaturahmi. Namun, menentukan besaran THR yang tepat seringkali menjadi dilema.
Berapa jumlah yang ideal? Jawabannya bergantung pada beberapa faktor, termasuk kemampuan finansial pemberi, usia keponakan, kedekatan hubungan keluarga, dan kondisi ekonomi keluarga keponakan. Tidak ada patokan pasti, tetapi panduan berikut dapat membantu Anda menentukan jumlah THR yang sesuai.
Artikel ini akan membahas berbagai pertimbangan dalam menentukan besaran THR untuk keponakan, mulai dari usia dan hubungan keluarga hingga kemampuan finansial pemberi. Selain itu, akan dibahas pula tips praktis untuk membagi THR secara adil dan bijaksana kepada seluruh anggota keluarga, termasuk orang tua dan saudara, sehingga momen Lebaran dipenuhi kebahagiaan tanpa menimbulkan kecemburuan.
Dengan memahami faktor-faktor kunci dan tips yang diberikan, diharapkan Anda dapat menentukan besaran THR untuk keponakan yang tidak hanya sesuai dengan kemampuan finansial, tetapi juga mencerminkan rasa sayang dan perhatian Anda kepada keluarga. Ingatlah, keikhlasan dan niat baik jauh lebih berharga daripada nominal THR itu sendiri.
Besaran THR untuk Keponakan Berdasarkan Usia dan Kedekatan
Besaran THR sangat dipengaruhi usia dan kedekatan hubungan dengan keponakan. Untuk anak kecil (usia 1-10 tahun), nominal Rp10.000 hingga Rp50.000 sudah cukup. Di usia ini, mereka lebih menghargai pemberian itu sendiri daripada jumlahnya. Uang baru biasanya lebih disukai.
Sementara itu, remaja (usia 11-17 tahun) mulai lebih memperhatikan nilai uang. Besaran THR yang ideal untuk rentang usia ini berkisar antara Rp20.000 hingga Rp50.000. Untuk keponakan dewasa yang sudah kuliah atau bekerja, nominalnya bisa lebih besar, berkisar antara Rp30.000 hingga Rp100.000 atau lebih, tergantung pada kemampuan finansial dan kedekatan hubungan.
Keponakan dari keluarga dekat atau inti biasanya mendapatkan THR lebih besar daripada keponakan dari keluarga jauh. Pertimbangkan juga kondisi ekonomi keluarga keponakan. Jika keluarga keponakan kurang mampu, pertimbangkan untuk memberikan nominal yang lebih besar untuk membantu meringankan beban ekonomi mereka.
Kemampuan Finansial dan Perencanaan Anggaran THR
Sebelum membagi THR, penting untuk merencanakan anggaran terlebih dahulu. Alokasi ideal untuk THR adalah 20-30% dari penghasilan Anda. Prioritaskan kebutuhan pribadi dan keluarga inti terlebih dahulu sebelum membagi-bagikan THR.
Jangan sampai memberikan THR melebihi kemampuan finansial hanya demi gengsi atau menjaga citra. Keikhlasan dalam memberi jauh lebih penting daripada jumlahnya. Buatlah daftar penerima THR dan tentukan nominal yang akan diberikan untuk masing-masing orang. Prioritaskan keluarga yang paling membutuhkan.
Selain uang tunai, Anda juga dapat memberikan THR dalam bentuk barang yang bermanfaat, seperti buku, alat tulis, atau kebutuhan lainnya. Hal ini bisa menjadi alternatif yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan keponakan.
Membagi THR Secara Adil kepada Keluarga: Orang Tua dan Saudara
Memberikan THR kepada orang tua juga perlu pertimbangan. Beberapa sumber menyarankan alokasi 5% dari total THR untuk orang tua yang sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Sedangkan untuk mereka yang masih single dan tinggal bersama orang tua, alokasi bisa mencapai 20% dari total THR.
Ada pula saran untuk mengalokasikan 20-25% dari total THR untuk seluruh keluarga, termasuk orang tua. Nominal THR untuk orang tua sendiri bisa berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.000.000, namun angka ini fleksibel dan disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing individu.
Pembagian THR yang adil bukan berarti harus sama rata, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing anggota keluarga. Kejelasan dan keterbukaan dalam pembagian THR sangat penting untuk menjaga keharmonisan keluarga.