Manfaatkan Teknologi Berbasis AI dan Big Data untuk Dukung Produktivias Pertanian
Saat ini, perusahaan telah memasang 32.000 sensor di 48 pabrik guna meningkatkan produktivitas dan keandalan operasional.

PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengoptimalkan efisiensi produksi melalui teknologi berbasis AI dan Big Data. Saat ini, perusahaan telah memasang 32.000 sensor di 48 pabrik guna meningkatkan produktivitas dan keandalan operasional.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, mengatakan, selain itu, revitalisasi Pabrik Pusri III-B menjadi langkah strategis dalam mendukung efisiensi energi, dengan potensi pengurangan konsumsi gas dari 32 MMBTU/ton menjadi 21,7 MMBTU/ton, yang diproyeksikan menghemat hingga Rp1,5 triliun per tahun.
"Pupuk Indonesia juga tengah membangun Mega Proyek Pupuk di Fakfak, Papua Barat, guna memperluas akses pupuk ke wilayah timur Indonesia serta mengoptimalkan sumber daya gas alam sebagai bagian dari komitmen terhadap industri hijau," ucap Wijaya di Jakarta, Selasa (25/3).
Dia mengatakan, dengan inisiatif ini, perusahaan baru saja diganjar penghargaan di ajang 14th Anugerah BUMN 2025 dalam kategori Inovasi Bisnis Perusahaan Terbaik.
Selain itu, Pupuk Indonesia juga dinobatkan sebagai perusahaan Kolaborasi Strategis Perusahaan Terbaik, di mana ini menegaskan peran Pupuk Indonesia dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Sebagai Kolaborasi Strategis Perusahaan Terbaik, melalui program Makmur, perusahaan telah mendukung lebih dari 451.000 hektar lahan pertanian dan memberikan manfaat bagi lebih dari 170.000 petani di seluruh Indonesia hingga akhir 2024. Inisiatif ini tidak hanya menjamin pasokan pupuk yang tepat sasaran, tetapi juga memperkuat ekosistem pertanian dengan akses permodalan, teknologi, dan kepastian pasar melalui sistem off-taker.
"Langkah ini memperkuat peran Pupuk Indonesia dalam mendukung produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan," katanya.
Di sisi kepemimpinan, penghargaan The Best CEO Visionary Leadership juga diberikan kepada Rahmad Pribadi menjadi pengakuan atas kiprahnya dalam mendorong transformasi Pupuk Indonesia yang berorientasi masa depan dan berdaya saing global sebagai produsen pupuk terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara dengan tetap memperkuat rantai pasok dan distribusi guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri.
Dengan distribusi yang semakin efisien berkat implementasi i-Pubers, 1,52 juta ton pupuk subsidi telah tersalurkan hingga 19 Maret 2025, mencatat peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Keberhasilan ini menjadi salah satu faktor utama di balik penghargaan Strategi Pertumbuhan Perusahaan Terbaik, yang menegaskan efektivitas Pupuk Indonesia dalam memperluas jangkauan dan memastikan ketepatan distribusi.
Kiprah Anak Usaha Pupuk Indonesia
Sejumlah anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup juga turut memperoleh apresiasi dalam ajang 14th Anugerah BUMN 2025. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) meraih penghargaan dalam kategori Inovasi Bisnis Perusahaan Terbaik, sementara PT Pupuk Kujang dianugerahi penghargaan dalam kategori ESG (Environmental, Social, and Governance) Perusahaan Terbaik.
"Ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat inovasi, serta berkontribusi lebih besar bagi ketahanan pangan nasional. Ke depan, kami akan terus mengembangkan strategi yang adaptif dan inovatif agar Pupuk Indonesia tetap menjadi pemimpin dalam industri pupuk dan petrokimia, baik di tingkat nasional maupun global, ” tambah Wijaya.
Dengan visi yang jelas dan strategi yang terarah, Pupuk Indonesia optimistis dapat terus memperkuat peran sentral dalam mendukung ketahanan pangan.