Mengungkap Peran Thaksin Shinawatra di Danantara, Tokoh Politik dan Pengusaha Kontroversial Asal Thailand
Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand, diangkat sebagai penasihat Danantara,

Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand, baru saja ditunjuk sebagai penasihat untuk Danantara. Pengumuman resmi mengenai penunjukan ini disampaikan pada tanggal 24 Maret 2025, menandai langkah strategis dalam pembentukan 'tim impian' Danantara.
Tim ini juga mencakup tokoh-tokoh terkemuka lainnya, termasuk Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates, ekonom Jeffrey Sachs, serta mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Thaksin, yang dikenal sebagai tokoh politik dan pengusaha yang kontroversial, menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand dari tahun 2001 hingga 2006. Sebelum terjun ke dunia politik, dia membangun karir yang cemerlang di bidang telekomunikasi dengan mendirikan Shin Corporation, perusahaan telekomunikasi terbesar di Thailand.
Setelah 15 tahun hidup dalam pengasingan untuk menghindari hukuman penjara atas tuduhan konflik kepentingan dan penyalahgunaan kekuasaan, dia kembali ke Thailand pada tahun 2023. Setelah menjalani hukuman enam bulan penjara, Thaksin dibebaskan pada tahun 2024.
Peran Thaksin sebagai penasihat di Danantara diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam perencanaan strategi investasi jangka panjang dana tersebut. Dengan pengalamannya yang luas di bidang telekomunikasi dan pasar negara berkembang, Thaksin diharapkan mampu membantu Danantara mencapai tujuan ambisiusnya.
Danantara: Misi dan Visi untuk Ekonomi Indonesia
Danantara didirikan dengan tujuan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada tahun 2029. Untuk mencapai misi ini, dana tersebut akan mengelola saham-saham perusahaan milik negara dan menginvestasikan dividennya ke dalam proyek-proyek komersial yang strategis.
Dengan pengelolaan yang cermat, Danantara bertujuan untuk menciptakan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Diperkirakan bahwa Danantara akan mengelola aset lebih dari USD 900 miliar. Investasi awal yang dialokasikan sebesar USD 20 miliar akan difokuskan pada beberapa sektor kunci, seperti:
- Sektor Pengolahan Sumber Daya Alam: Mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah.
- Pengembangan Kecerdasan Buatan: Mendorong inovasi dan teknologi untuk meningkatkan daya saing.
- Ketahanan Energi dan Pangan: Berinvestasi dalam proyek yang mendukung kemandirian energi dan ketahanan pangan.
Dengan fokus pada sektor-sektor ini, Danantara berharap dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Peran Thaksin dalam Tim Impian Danantara
Thaksin Shinawatra, sebagai penasihat, diharapkan dapat memberikan wawasan berharga mengenai strategi investasi yang efektif. Pengalamannya dalam menghadapi tantangan di pasar negara berkembang akan menjadi aset penting bagi Danantara.
Thaksin memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika ekonomi dan politik yang dapat mempengaruhi investasi di kawasan tersebut.
Selain itu, keterlibatan tokoh-tokoh ternama lainnya dalam tim ini juga menunjukkan komitmen Danantara untuk mengumpulkan keahlian dan pengalaman terbaik. Ray Dalio, sebagai salah satu investor paling berpengaruh di dunia, serta Jeffrey Sachs, yang dikenal dengan pemikirannya tentang pembangunan ekonomi, akan memperkaya perspektif yang ada dalam tim.
Dengan kombinasi pengalaman politik, bisnis, dan akademis, Danantara berpotensi menjadi lembaga yang inovatif dan responsif terhadap tantangan ekonomi Indonesia. Penunjukan Thaksin dapat dilihat sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Danantara di pasar global.
Harapan untuk Masa Depan Ekonomi Indonesia
Dengan adanya Danantara dan dukungan dari para penasihat berpengalaman, Indonesia memiliki peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya.
Di tengah tantangan global yang terus berkembang, keberadaan dana ini menjadi harapan baru bagi masyarakat dan pemerintah untuk mencapai tujuan ekonomi yang lebih baik.
Keberhasilan Danantara tidak hanya akan bergantung pada investasi yang dilakukan, tetapi juga pada bagaimana dana ini dapat beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar dan kebutuhan masyarakat. Melalui perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang efektif, Danantara diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.