TVRI Jambi diancam bom oleh seseorang mengaku ISIS
Merdeka.com - Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun Jambi di jalan Kapten A Hasan, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi pada Selasa (21/4) sekitar pukul 08.45 WIB, menerima ancaman teror bom dari seseorang yang mengaku anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari Poso. Kepala TVRI Stasiun Jambi Zumanik Gani mengatakan, setelah dia menerima dua kali pesan singkat melalui pesan pendek telepon seluler berisi ancaman bom, maka pada pukul 09.00 WIB dia melaporkan hal itu kepada aparat kepolisian.
Tak lama setelah dia melaporkan kejadian itu kepada polisi, kemudian dia menerima pesan singkat ancaman ketiga. "Saya minta seluruh karyawan TVRI keluar dari gedung dan menjauh sambil menunggu kedatangan polisi," kata Zumanik seperti dilansir dari Antara.
Selang satu jam kemudian, pihak kepolisian berseragam lengkap dari Satuan Reserse maupun Gegana mendatangi gedung TVRI tersebut dan langsung menyisir, memeriksa, dan meminta keterangan dari karyawan TVRI. Usai memberikan keterangan kepada kepolisian, Zumanik mengatakan ancaman bom kepada pihak TVRI datang tiga kali.
-
Bagaimana bom itu hilang? Pada tanggal 5 Februari 1958, dua pesawat jet milik Angkatan Udara, bertabrakan. Salah satu pesawat tersebut membawa bom termonuklir Mark 15, karena peristiwa ini kemudian bom tersebut hilang dan belum ditemukan sampai sekarang.
-
Kenapa bom itu dibiarkan? 'Saya tidak mengatakan bahwa benda tersebut hilang dalam jangka waktu yang lama karena menurut saya benda tersebut tidak hilang,'
-
Dimana bom itu diyakini berada? Hal ini diduga karena nuklir ini berada di sebuah pantai lepas di pulau Tybee, Georgia, sebab selama beberapa waktu di daerah ini tercatat memiliki tingkat radioaktif yang tinggi.
-
Siapa yang ditembak tapi tidak mempan? Namun beberapa kali terjadi keanehan. Ada sejumlah tokoh PKI ternyata tak mempan ditembak. Mereka punya ilmu kebal peluru.
-
Kenapa bom nuklir bawah tanah sulit dideteksi? Seringkali, gerakan-gerakan bawah tanah malah dianggap terjadinya gempa bumi.
-
Kenapa TNI AD membantah klaim pelaku? Narasi dalam video yang diunggah pelaku dalam video bahwa pelaku memiliki hubungan kerabat dengan Mayjen TNI Rifky Nawawi adalah tidak benar,' kata Kristomei saat dihubungi, Minggu (28/4).
"Dua kali ancaman disampaikan kepada saya, dan satu kali lagi kepada kepala teknik yang menerima SMS teror bom yang mengaku seseorang dari Poso," ujar Zamanik.
Dalam pesan pendek diterima kepala stasiun Zumanik, dia menyampaikan di pengirim mengatakan kantor TVRI sebentar lagi akan di bom dalam dua menit ke depan.
"SMS-nya sempat saya balas, di bawahnya ada nama ISIS," lanjut Zumanik.
Zumanik juga mengatakan, dia menerima beberapa SMS dari orang tidak dikenal dalam pesan singkatnya menyatakan ada bom akan meledak dua menit lagi.
Belasan pasukan Gegana Brimob bersenjata lengkap memeriksa dan menelusuri seluruh ruang di gedung TVRI tersebut dengan menggunakan perlengkapan pendeteksi bom. Disela-sela penelusuran ruangan di TVRI Jambi itu, pimpinan pasukan Gegana Brimob Polda Jambi, Kompol Beridiansyah mengatakan, setelah menyisir semua ruangan di TVRI tidak ditemukan benda mencurigakan apa pun terkait ancaman bom tersebut.
Beridiansyah menyatakan, 15 anggotanya selama dua jam sudah menelusuri seluruh ruangan di gedung TVRI itu, tapi tidak menemukan apa pun. Apalagi seperti ancaman dalam pesan pendek diterima pihak TVRI.
"Jadi kami nyatakan aman gedung ini dari ancaman bom tersebut," kata Beridiansyah. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Meski begitu, ia memastikan hingga kini belum ada peningkatan eskalasi ancaman teroris di Indonesia.
Baca SelengkapnyaTim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, bersama Polda Jatim berhasil menyita sejumlah barang bukti bahan kimia, alat pembuat bahan peledak dan casing bom.
Baca SelengkapnyaPangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan mengungkapkan duduk perkara penyerangan Mapolres Jayawijaya.
Baca SelengkapnyaKedua terduga teroris itu berinisial RJ dan AM. Petugas melakukan penangkapan pada Selasa, 6 Agustus 2024.
Baca SelengkapnyaBahan peledak yang digunakan oleh pelaku adalah berjenis bom ikan atau bondet.
Baca SelengkapnyaPolisi menyatakan pria yang menyerang polisi jaga di rumah dinas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukan termasuk jaringan terorisme.
Baca SelengkapnyaTukang Servis HP Ditangkap Densus 88 di Samarinda, Ternyata Bendahara Jemaah Islamiyah
Baca SelengkapnyaDensus 88 pastikan dua tersangka terduga teroris di Jakbar tidak ada kaitannya dengan teroris HOK yang ditangkap di Batu, Malang
Baca SelengkapnyaDua brimob dikabarkan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim usai ledakan di Markas Gegana Satbrimob.
Baca SelengkapnyaPenyidik telah berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror. Hasilnya, pelaku dipastikan bukan bagian dari jaringan terorisme.
Baca SelengkapnyaDiberitakan sebelumnya, petugas penjagaan di Rumdin Kapolri terluka di bagian bibir akibat diserang oleh seorang pria inisial JPP pada Kamis (14/12).
Baca SelengkapnyaTerduga teroris RJ dan AM pernah mengibarkan bendera ISIS sebagai upaya melakukan propaganda menggalang dukungan.
Baca Selengkapnya