Peristiwa 28 Februari: Peringatan Isra' Miraj Jatuh pada Hari Ini, Begini Sejarahnya
Tahun ini, peringatan Isra’ Miraj jatuh pada hari ini, yaitu tanggal 28 Februari. Sebagai peristiwa bersejarah perkembangan agama Islam, tentu penting bagi setiap umat muslim untuk mengetahui kisah Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ Miraj ini. Dengan memahami sejarahnya, tentu ini dapat membantu meningkatkan keimanan
Seperti diketahui, Isra’ Miraj merupakan salah satu peristiwa pering dalam agama Islam yang selalu ada diperingati setiap tahunnya. Peringatan Isra’Miraj ini tidak lain berkaitan dengan kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang dilakukan dalam satu malam. Dalam perjalanan ini Nabi Muhammad mendapatkan perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam dari Allah SWT.
Ini menjadi salah satu peristiwa penting sebagai dasar ajaran agama Islam yang harus ditegakkan. Melalui peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW menyebarkan perintah Allah untuk menunaikan salat lima waktu kepada seluruh umat muslim. Ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
-
Kenapa Isra Miraj penting? Isra Miraj menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, serta merupakan momentum penting dalam menegakkan ibadah sholat.
-
Apa yang dimaksud dengan Isra Miraj? Isra Miraj adalah peristiwa perjalanan suci yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Isra berarti perjalanan malam yang dilakukan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sedangkan Miraj adalah perjalanan spiritual Nabi Muhammad ke langit, di mana beliau bertemu dengan para nabi dan akhirnya sampai ke Sidratul Muntaha, tempat yang paling jauh yang dapat dicapai oleh manusia.
-
Apa yang dirayakan pada peringatan Isra Miraj? Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang menjadi cikal bakal diwajibkannya sholat lima waktu. Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT.
-
Kapan Isra Miraj terjadi? Pada malam hari yang ajaib, Rasulullah SAW mengalami perjalanan spiritual yang luar biasa, yaitu Isra Miraj.
Tahun ini, peringatan Isra’ Miraj jatuh pada hari ini, yaitu tanggal 28 Februari 2022. Sebagai peristiwa bersejarah perkembangan agama Islam, tentu penting bagi setiap umat muslim untuk mengetahui kisah Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra’ Miraj ini. Dengan memahami sejarahnya, tentu ini dapat membantu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dan agama yang diajarkan.
Bukan hanya itu, mengetahui sejarah Isra’ Miraj juga mendorong Anda untuk menyadari betapa besarnya kuasa dan kekuatan Allah yang senantiasa memberikan perlindungan dan kebaikan pada setiap hambanya.
Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum sejarah peristiwa 28 Februari, yang jatuh sebagai peringatan Isra’ Miraj tahun ini, perlu Anda ketahui.
Nabi Sebelum Isra
©2016 istimewa
Sejarah perjalanan Isra’ Miraj yang tahun ini jatuh pada 28 Februari 2022, bermula ketika Nabi Muhammad mendapatkan berbagai macam cobaan berat dari Allah. Saat masih tinggal di Mekah, Nabi Muhammad hidup dengan penuh tekanan dan penindasan. Bukan hanya itu, Nabi Muhammad juga kehilangan orang-orang tercinta yang tentu membuatnya sedih dan kehilangan.
Saat masih dalam kandungan, Nabi Muhammad harus ditinggal wafat oleh ayah tercintanya. Kemudian saat berumur enam tahun, Nabi Muhammad kembali kehilangan ibunda tercinta. Setelah itu, di usia delapan tahun, kakek yang merawatnya juga harus meninggalkan Nabi Muhammad karena wafat.
Tidak hanya itu, kesedihan Nabi Muhammad juga kembali bertambah ketika pamannya meninggal. Dan terakhir, Nabi Muhammad kembali kehilangan orang terkasih dalam hidupnya, tidak lain adalah sang istri Khadijah yang selalu mendukung dan menguatkan Nabi selama hidup.
Tak heran, jika Nabi Muhammad merasakan kesedihan yang begitu mendalam karena telah kehilangan beberapa orang tercinta dalam hidupnya. Dengan hati yang penuh keresahan dan kepedihan, Nabi Muhammad selalu berdoa untuk memohon pertolongan pada Allah. Meskipun beban Rasulullah semakin hari kian berat, karena memperoleh penindasan dari orang-orang Quraisy yang mengusik.
Perjalanan Isra Miraj Menghibur Nabi Muhammad
YouTube @Umii Gillby ©2021 Merdeka.com
Sejarah peristiwa Isra’ Miraj pun berlanjut. Setelah Nabi Muhammad menghadapi berbagai macam cobaan berat yang penuh dengan kesedihan, kemudian Allah memberikan waktu bagi Nabi untuk merefleksi diri. Bukan hanya itu, Allah juga memberikan hiburan dengan perjalanan Isra’ Miraj yang ditempuhnya.
Pada perjalanan Isra’ Miraj, Nabi dipertemukan dengan nabi-nabi terdahulu dan diperlihatkan hal-hal gaib. Kemudian puncak dari perjalanan tersebut, Nabi Muhammad bertemu dengan Allah SWT tanpa adanya penghalang.
Dari perjalanan tersebut, Allah memirajkan Nabi, memuliakannya atas kesabaran dan perjuangan yang telah dilalui dalam menghadapi berbagai macam cobaan yang menempanya. Selain itu, saat dipertemukan dan berkumpul dengan nabi-nabi terdahulu, Nabi Muhammad menjadi imam salat bagi para nabi tersebut.
Dalam hal ini, para ulama menjelaskan bahwa Nabi Muhammad-lah yang menjadi nabi terakhir dari para nabi Allah. Dalam peristiwa ini, juga dikatakan sebagai salah satu pesan Allah bagi Nabi Muhammad dan para umatnya, untuk menunaikan salat wajib lima waktu. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran atas kebesaran Allah dan sebagai upaya untuk terus memohon pertolongan dan perlindungan Allah dalam menghadapi berbagai macam ujian hidup.
Hijrah ke Madinah
YouTube @Umii Gillby ©2021 Merdeka.com
Setelah melewati cobaan berat dan melakukan perjalanan Isra’ Miraj, ini membuat karakter Nabi Muhammad semakin kuat dan tangguh. Jika sebelumnya, fase dakwah Rasulullah di Mekah penuh dengan tekanan berat, kini setelah peristiwa Isra’ Miraj Nabi Muhammad seperti mendapatkan kemudahan dalam mengemban tugasnya menyebarkan agama Islam.
Ini dapat dilihat dari semakin banyaknya orang yang masuk Islam, dengan tekad dan iman yang kuat. Semakin banyak umat muslim yang bertambah, seolah memberikan kekuatan bagi Nabi Muhammad dalam melanjutkan dakwahnya di lingkungan baru, yaitu Madinah. Meskipun begitu, perjalanan dakwah Rasulullah di Madinah pun tentu mengalami berbagai rintangan dan tantangan.
Rintangan pada saat dakwah awal Rasulullah di Madinah, diwarnai dengan suasana yang tidak stabil, kemudian muncul masalah-masalah internal dan serangan dari penduduk Makkah. Kedua, tantangan yang muncul berupa gencatan senjata bersama pemimpin Kaum Paganis yang berakhir dengan peristiwa Fathu Makkah.
Dan terakhir, dakwah Rasulullah di Madinah mendapatkan hasil positif dari banyaknya masyarakat yang masuk Islam secara bersamaan. Kemudian, perjalanan dakwahnya berakhir saat Nabi Muhammad wafat pada bulan Rabi’ul Awal tahun ke-11 Hijriah.