Bisnis Konser yang Menggiurkan
Sejak pemerintah melonggarkan pengetatan di masa pandemi, berbagai acara konser dan festival musik digelar hampir tiap akhir pekan. Keuntungan yang didapatkan event organizer (EO) sangat menggiurkan. Ratusan juta rupiah bisa diraup dalam setiap event.
Sejak pemerintah melonggarkan pengetatan di masa pandemi, berbagai acara konser dan festival musik digelar hampir tiap akhir pekan. Keuntungan yang didapatkan event organizer (EO) sangat menggiurkan. Ratusan juta rupiah bisa diraup dalam setiap event.
Budi (37), warga Mampang Jakarta Selatan, mengaku rela menghabiskan sebagian tabungannya untuk membeli tiket konser artis idolanya. Di lokasi konser pun dia akan membeli merchandise dan berbagai suvenir untuk dikoleksi.
-
Apa saja bahaya suara keras di konser musik? Berikut beberapa bahaya suara keras musik konser untuk pendengaran: • Rusaknya gendang telinga. Konser musik yang keras bisa merusak gendang telinga karena tekanan suara yang berlebihan.
-
Kapan festival musik Coachella dimulai? Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1999 dan telah menjadi salah satu festival musik terbesar dan paling terkenal di dunia.
-
Apa tujuan utama dari konser musik? Konser musik menjadi salah satu medium untuk membuktikan kehebatan karya dari para musisi kepada para penggemarnya. Tak hanya itu, konser musik juga dapat menjadi bukti sahih dari perkembangan sosio-kultur masyarakat.
-
Bagaimana konser Lentera Festival berakhir ricuh? Penonton Mengobrak-abrik PanggungSebelumnya panitia acara konser yang menjual tiket bervariasi hingga ratusan ribu itu menginformasikan kepada para penonton akan menghadirkan sederet musisi ternama seperti band Feel Koplo, Guyon Waton, dan Ndx Aka. Kapolsek Pasarkemis, AKP Ucu Nuryandi, menegaskan kericuhan berupa pembakaran fasilitas konser di lapangan sepak bola itu karena kekecewaan penonton terhadap pihak penyelenggara.
-
Kenapa suara keras di konser musik berbahaya bagi pendengaran? Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), suara keras bisa merusak sel-sel rambut kecil dalam koklea, yaitu organ kecil berbentuk mirip cangkang siput yang berada di dalam telinga bagian tengah. Kerusakan ini menyebabkan gangguan pendengaran akibat kebisingan yang terus menerus.
-
Kapan Central Park Mall mengadakan Festival Musik? Di September ini, kami menyajikan Tribeca Festival untuk pertama kalinya di Tribeca Park dengan konsep ‘music, food & play’ yang menghadirkan musisi-musisi legendaris serta pilihan kuliner dari tenant-tenant Central Park & Neo Soho," ungkap Silviyanti Dwi Aryati, Asst. Marcomm & Relation General Manager.
Ada sensasi berbeda yang dirasakan bapak dua anak itu saat berada di kerumunan penonton. "Menikmati banget walaupun kita saat di konser itu jauh dari panggung," ujarnya dalam perbincangan dengan merdeka.com pekan lalu.
Berbeda dengan anak muda dari kalangan Gen-Z yang membuat siaran langsung atau live di akun media sosial mereka, Budi lebih suka mengabadikan momen konser dengan foto-foto dan beberapa rekaman video. Konten-konten itu kemudian dia unggah ke akun medsosnya sebagai tanda eksistensi.
"Kalau gua sih lebih kepada suasana lebih baik nonton langsung. Pokoknya lebih berasa aja sih," ujarnya.
Budi menyebut, arena PRJ Kemayoran menjadi lokasi favoritnya menonton konser dibanding tempat lainnya di Jakarta. Tempat yang luas, membuat Budi merasa lebih nyaman dan aman. Dia tidak khawatir jika jumlah penonton membludak. Akses menuju panggung konser melalui beberapa lapis pintu dengan petugas keamanan yang cukup banyak.
"Selain hiburan konser ada jualan banyak untuk keperluan. Di PRJ biasanya gw cocokkan band apa yang akan tampil, gua kumpulin duit buat beli apa gitu," tukasnya.
Hingga November 2022, data yang dihimpun merdeka.com dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta, total ada 440 pengajuan rekomendasi izin acara yang masuk. Permintaan rekomendasi untuk pertunjukan musik mencapai 230. Disusul izin untuk syuting dan produksi gambar sebanyak 56.
Selanjutnya kegiatan festival dan perlombaan 52, izin untuk pameran dan bazaar 46, dan izin rapat, seminar, pelatihan hingga akad nikah sebanyak 32. Sisanya beberapa kegiatan seperti seremoni, peluncuran produk, fashion show, hingga stand up comedy.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf, Dessy Ruhati menjelaskan, pihaknya mendukung berbagai kegiatan itu dalam rangka membangkitkan perekonomian setelah dua tahun lebih pemberlakuan pembatasan selama pandemi Covid-19.
Dessy menambahkan, Kemenparekraf berperan dalam bentuk pemberian surat rekomendasi bagi penyelenggara kegiatan yang telah memberikan gambaran umum event yang akan dilaksanakan dan rencana penerapan prokesnya sesuai dengan Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).
"Kemenparekraf menyediakan ruang berkoordinasi antara penyelenggara kegiatan, Polri, Kemenkes, dan Satgas Covid-19 demi terselenggaranya event yang memenuhi protokol CHSE yang ketat," ujarnya melalui keterangan tertulis kepada merdeka.com.
Namun, untuk pemberian izin keramaian, pemantauan, dan pengawasan, Dessy menegaskan, semuanya tetap menjadi kewenangan pihak kepolisian setempat. "Oleh karena itu kepolisian berhak menghentikan penyelenggaraan suatu event apabila memang ditemukan pelanggaran," imbuhnya.
Setelah pandemi, Dessy menambahkan, protokol CHSE menjadi syarat mutlak dalam penyelenggaraan sebuah event. Kemenparekraf juga memfasilitasi penyelenggara event untuk bertemu dengan stakeholder terkait seperti Kepolisian, Satgas Covid, dan Kemenkes untuk memaparkan secara langsung kesiapan protokol CHSE.
Dessy menjelaskan, ada 8 event musik yang cukup besar dalam kurun waktu 5 bulan terakhir. Di antaranya Jazz Gunung Bromo, Solo Keroncong Festival, Ubud Village Jazz Festival, Keroncong Plesiran, Musik Alam Fest, Get The Fest, Toba Caldera World Music Festival, dan Ngayogjazz.
Menyiapkan Sebuah Konser
Selain arena Pekan Raya Jakarta di Kemayoran, lokasi konser atau festival musik yang sering dipakai adalah kawasan Ancol, Jakarta Utara. Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Ariyadi Eko Nugroho mengungkapkan, ada beberapa venue yang bisa dipilih oleh EO.
Pantai Festival memiliki kapasitas 10.000 orang, kemudian Eco Island Allianz Ecopark 30.000 orang dan Indoor Ecovention 5.000 orang.
Izin diberikan setelah pihak pengelola Ancol memeriksa proposal yang diajukan penyelenggara acara. Bila dihitung dari penentuan konsep dan penjualan, Ariyadi menyebut paling cepat EO mengajukan izin dan persiapan 2 atau 3 bulan sebelum acara.
Dalam setiap event, Ancol berkoordinasi langsung dengan pihak kepolisian setempat. Ancol juga menyediakan tenaga pengamanan untuk area sekitar luar konser. Sedangkan tenaga keamanan area dalam konser menjadi tanggung jawab penyelenggara.
Salah satu yang disyaratkan pihak Ancol dari penyelenggara adalah layout atau denah venue. Tak kalah penting adalah crowd management atau pengelolaan alur penonton. "Semua aspek harus diperhitungkan untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diharapkan," tegas Ariyadi.
Penjualan tiket online, kata Ariyadi, menjadi cara EO untuk mengukur jumlah penonton yang akan datang. Jumlah petugas keamanan akan disesuaikan dengan tiket yang laku terjual. Setelah pandemi, protokol kesehatan juga lebih ketat dan pembatasan kuota sebanyak 70 persen dari jumlah kapasitas venue acara.
"Crowd management itu harus tetap menjadi prioritas," tegasnya.
Penjelasan yang sama juga disampaikan Asep Triyadi, Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Administrasi Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK). Dengan luas 279 hektare, banyak venue yang bisa dipilih EO untuk menyelenggarakan berbagai acara.
"Kita itu terdiri dari berbagai venue. Istora, terus ada plaza-plaza, Stadion Madya, hall basket, stadion renang, stadion baseball dan softball," kata Asep.
Untuk menggunakan salah satu venue di GBK, pihak EO harus melakukan e-booking melalui situs yang disediakan. Jika venue yang diinginkan EO belum dipakai pihak lain, pemesanan dapat dilakukan dengan membayar uang muka. Setelah itu, proses selanjutnya adalah mengurus persyaratan dan izin-izin yang diperlukan.
"Kalau sudah clear semua perizinan, mereka sudah dapat lalu layout segala macam, drawing juga, kita nanti buat technical meeting," jelas Asep.
Dalam rapat, pengelola GBK akan mengonfirmasi ulang isi proposal yang diserahkan pihak EO. Beberapa yang dicek adalah jumlah penonton, petugas keamanan, petugas kesehatan, hingga pemadam kebakaran.
"Kita cek semuanya, jangan sampai ada kelewat. Kami ini di GBK hanya menjamin keamanan dari gedung sendiri dan kenyamanan fasilitas misalnya AC tetap nyala, gedungnya masih layak, tidak rubuh, tidak bocor. Untuk keamanan pengunjung, keamanan yang jual-jualan itu tanggung jawab EO. Makanya kita menekankan EO itu harus memadai petugas keamanannya," ujarnya.
Dalam kasus jumlah penonton yang melebihi kapasitas, pengelola GBK akan melakukan pengawasan dan akan menghubungi pihak EO agar ditertibkan. Asep mengakui beberapa EO tidak jujur terkait jumlah penonton.
"Misalnya ada yang ketidaksesuaian maka kita panggil dulu EO-nya. Kalau enggak bisa diatur juga, ya sudah kita ke pihak berwenang. Kita laporkan bahwa ini sudah dikasih tahu tetapi bandel. Kita menggunakan pihak kepolisian untuk minta tolong ini sudah melebihi kapasitas," pungkasnya.
Menghitung Untung EO Konser
Andi Muhammad Ikhlas, pemilik event organizer Slemmersindo di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkapkan, butuh modal yang lumayan besar untuk menjadi penyelenggara konser musik. Artis terkenal tidak menjamin jumlah penonton banyak.
Berkecimpung di dunia EO sejak tahun 1994, bisnis EO sangat berisiko tinggi. Walaupun jumlah pendapatan besar, seringkali hasil akhir yang didapatkan EO dikurangi modal, angkanya tipis.
"Saya malah selalu bilang ke teman-teman yang baru kalau ada pertemuan, teman-teman yang mau bikin EO menurut saya jangan bikin EO, mending investasi," ujarnya kepada merdeka.com.
Dalam pandangan awam, pria yang akrab disapa Iko MD itu mengatakan, kerja EO kelihatannya enak, pasti untung. Anggapan itu menurutnya salah besar. "Kalau kita untung pasti tipis. Kalau kita rugi pasti besar. Contoh yang di Makassar itu sampai sekarang banyak EO yang rugi sampai ratusan juta," ungkapnya.
Iko memaparkan, sepinya sebuah konser atau festival musik paling besar ditentukan oleh konsep yang tidak kuat sehingga gagal menarik minat pengunjung. Artis yang didatangkan juga harus cocok dengan penonton di kota tempat konser diadakan. Demikian juga dengan promosi yang minim. Lokasi konser juga sangat berpengaruh.
"Jumlah penonton di satu kota pasti kan enggak bisa bertambah. Kecuali kalau kota satelitnya itu ikutan kayak Jakarta bisa datang dari Depok dari Tangerang dan lain-lain tapi itu enggak bisa dihitung sebenarnya," jelas Iko.
Iko menceritakan, salah satu konser yang sukses di Makassar yang digelar rekannya saat menghadirkan band Vierratale. "Itu untungnya Rp500 juta," ujarnya.
Dia membeberkan hitungannya. Bermodal ongkos produksi Rp300 juta, pihak EO berhasil menjual 5.000 tiket dengan harga rata-rata Rp150.000. Dikurangi pajak dan biaya produksi termasuk mengurus perizinan, EO tersebut mendapat untung hingga Rp500 juta.
"Tiap kota punya standar pajak yang berbeda, daya beli yang berbeda. Terus jumlah penduduk yang jadi sasaran kita beda-beda. Semakin besar kota kan artinya pasaran makin besar," pungkasnya.
(mdk/bal)