Terlibat kampanye pilkada, 2 PNS di Solo disidang
Hasil sidang dan sanksi akan dibeberkan sesaat sebelum Pilkada serentak.
Dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, menjalani sidang disiplin PNS (pegawai negeri sipil) belum lama ini. Sebab, keduanya terlibat acara kampanye digelar oleh calon petahana beberapa waktu lalu.
Mereka adalah Camat Jebres, Tamso, dan Lurah Pucangsawit, Selfi Rawung. Namun hasil sidang menentukan nasib keduanya baru diumumkan sebelum pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember mendatang.
"Nasib mereka akan ditentukan sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar serentak pada 9 Desember mendatang. Mereka sudah menjalani sidang beberapa waktu lalu, hasilnya akan kita sampaikan nanti," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo, Hari Prihatno, Senin (16/11).
Hari berjanji akan mengungkapkan hasil sidang melibatkan kedua pejabat wilayah tersebut ke publik.
"Hasil sidang akan kami laporkan dulu kepada Penjabat (Pj.) Wali Kota Solo Budi Suharto, sebagai masukan dalam menetapkan keputusan. Selanjutnya beliau yang akan menetapkan sanksi bagi kedua pejabat tersebut," ucap Hari.
Sebelum pelaksanaan sidang, kata Hari, Pemkot telah memanggil kedua pejabat itu buat dimintai keterangan terkait dugaan netralitas PNS. Dalam klarifikasi itu, BKD tidak menemukan unsur pelanggaran dilakukan kedua pemangku wilayah itu. Tamso dan Selfi menyatakan mereka tidak mengarahkan memilih calon tertentu. Mereka beralasan kehadirannya murni karena pemangku wilayah saja.
Penjabat (Pj) Wali Kota Budi Suharto mengatakan, akan menjatuhkan sanksi untuk Camat Jebres, Tamso dan Lurah Pucangsawit, Selfi Rawung, sesuai hasil sidang tim Pemkot.
"Kami akan menjatuhkan sanksi tegas jika ada PNS yang terbukti terlibat politik praktis. Saya telah berulang kali mengingatkan kepada seluruh PNS Pemkot untuk menjaga netralitas. Kami bahkan membentuk tim pemantau netralitas untuk memastikan tidak ada PNS yang terlibat dalam kegiatan politik, khususnya saat masa kampanye," kata Budi.