Mengulas Ketangguhan 3 Pasukan Elite di Paspampres yang Kawal Jokowi ke Ukraina
Terdapat 39 Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang siap menjaga keamanan Jokowi selama di sana.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan kunjungan ke ibu kota Ukraina dan Rusia, yakni Kiev dan Moskow di tengah situasi perang. Jokowi akan bertemu dengan pimpinan dua negAra tersebut yakni Presiden Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Vladimir Putin.
Kunjungan ke Ukraina dan Rusia dalam rangka misi perdamaian. Terdapat 39 Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang siap menjaga keamanan Jokowi selama di sana.
-
Kapan Presiden Jokowi meresmikan Bandara Panua Pohuwato? Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bandar Udara Panua Pohuwato di Provinsi Gorontalo.
-
Bagaimana Presiden Jokowi saat ini? Presiden Jokowi fokus bekerja untuk menuntaskan agenda pemerintahan dan pembangunan sampai akhir masa jabaotan 20 Oktober 2024," kata Ari kepada wartawan, Senin (25/3).
-
Kapan Pasar Jongke diresmikan oleh Presiden Jokowi? Pada Sabtu (27/7), Presiden Jokowi meresmikan Pasar Jongke yang berada di Laweyan, Kota Surakarta.
-
Kapan Paspampres dibentuk? Paspampres adalah salah satu dari Badan Pelaksana Pusat Tentara Nasional Indonesia (TNI).
-
Siapa yang menggugat Presiden Jokowi? Gugatan itu dilayangkan Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) melayangkan gugatan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
-
Kapan Prabowo bertemu Jokowi? Presiden terpilih Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana kepresidenan, Jakarta, Senin (8/7) siang.
Dari 39 tim pengamanan ini terdiri dari 19 orang tim Main Group (pengamanan utama), 10 tim Matan (penyelamat) dan 10 orang tim Advance (pendahulu).
Diketahui, bahwa semuanya berasal dari pasukan elite di tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Simak informasi selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Senin (27/6).
Sudah Ada yang Berjaga
Atraksi Paspampres, Youtube/Wakil Presiden Republik Indonesia
Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal TNI Tri Budi Utomo mengatakan ada sejumlah anggota yang telah bersiaga.
"Untuk main groupnya kita sendiri tetap penyelamatan dengan mengcover beliau secara langsung. Nanti kalau seandainya matan punya tugas masing-masing. Itu juga sidah kita siapkan, matan 10, main groupnya sendiri itu ada 19, kemudian advancenya 10 nanti yang akan berada di sana, memang kita sudah bagi," terang Dapaspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo saat dihubungi, Kamis (23/6).
"Kalau kita sendiri yang melekat ke beliau ada 19 ditambah yang matan-nya sendiri 10 di sana, berarti 29 ditambah dengan 10 orang (advance) yang sudah standby di sana," imbuhnya.
Diberi Leluasa untuk Gunakan Senjata Laras Panjang
Mayjen Budi menambahkan, Paspampres telah menyiapkan helm dan rompi untuk Presiden Jokowi. Pihak Ukraina bahkan telah memberikan keleluasaan dalam menggunakan senjata laras panjang dengan amunisi yang tak terbatas.
"Perlengkapan pun kita sudah siapkan helm rompi yang kemungkinan kalau memang berkenan digunakan untuk kegiatan di sana kita juga sudah siapkan semuanya, untuk senjata yang biasanya kita tidak menggunakan senjata laras panjang," papar Budi.
"Dari pihak Ukrain juga sudah memberi kita keleluasaan untuk membawa senjata laras panjang sesuai dengan jumlah personel paspampres kita dengan amunisi yang tidak terbatas," sambungnya.
Kopassus
Upacara Sertijab Danjen Kopassus ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Komando Pasukan Khusus atau Kopassus merupakan salah satu dari tiga Pasukan Elite di Paspampres. Ini merupakan Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.
Prajurit Kopassus dikenal juga sebagai pasukan Baret Merah, sesuai dengan yang disandangnya.
Ketangguhannya memang tak diragukan lagi. Beragam peran dapat dilakoni, seperti anti-gerilya, operasi pengintaian khusus, peperangan unkonvensional, intelijen, dan banyak lagi. Bahkan sesuai dengan himne Kopassus yang kerap digelontarkan, yaitu "Lebih baik pulang nama daripada gagal di Medan laga."
Tugas Kopassus Operasi Militer Perang (OMP) di antaranya ialah Direct Action atau serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus).
Selain itu, Tugas Kopasus Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di antaranya Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus, dan Pengamanan VVIP.
Denjaka
Youtube/OBROLAN PANAS ©2021 Merdeka.com
Personel Paspampres juga dipilih dari pasukan elite milik TNI Angkatan Laut, yakni Detasemen Jalamangkara atau Denjaka.
Denjaka adalah sebuah detasemen penanggulangan teror aspek laut, dengan satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Marinir TNI-AL.
Denjaka dikhususkan untuk satuan anti teror. Selain sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir, Denjaka juga memiliki tugas sebagai pelaksana utama Panglima TNI.
Dalam hal ini Kabais TNI selaku penyelenggaraan pembinaan kemampuan khusus, meliputi operasi segala bentuk teror, anti-sabotase dan operasi klandestin yang beraspek laut sekaligus operasi-operasi khusus lainnya.
Kopasgat
©handout/Dispen Korpaskhas TNI AU
Komando Pasukan Gerak Cepat atau Kopasgat, sebelumnya beralih nama dari Paskhas atau Korps Pasukan Khas. Pasukan khusus yang dimiliki TNI Angkatan Udara ini dikenal juga sebagai Pasukan Baret Jingga.
Kopasgat merupakan satuan tempur darat dengan kemampuan tiga matra, yakni udara, laut, darat. Setiap prajurit Pasgat diharuskan mempunyai kualifikasi para-komando (Parako) untuk bisa menjalankan tugas secara profesional, serta kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasi.
Kopasgat memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dengan pasukan elite tempur lainnya, yang siap diterjunkan di segala medan. Baik menjalankan misi di hutan, kota, rawa, sungai, hingga laut untuk menumpas musuh.
Kopasgat sebagai pasukan matra udara harus selalu siap operasional dalam menjalankan semua misi operasi militer maupun non militer selain perang. Ditambah lagi, operasi perebutan sasaran, pertahanan objek strategis AU, pertahanan udara, hingga operasi khusus.
(mdk/kur)