Deddy Mizwar Spill Isu yang Diusung dalam Para Pencari Tuhan Jilid ke-18, Pastikan Relevan dengan Kondisi Terkini
Jilid ke-18 dari serial Para Pencari Tuhan tetap mempertahankan karakteristik unik yang menjadi ciri khas sinetron selama bulan Ramadan ini.

Saat ini, menemukan program televisi yang dapat bertahan dan terus menghibur pemirsa selama belasan tahun terasa sangat sulit. Namun, hal tersebut berhasil dilakukan Para Pencari Tuhan (PPT).
Sinetron ini pertama kali ditayangkan pada bulan Ramadhan di SCTV sejak tahun 2007. Tahun ini, sinetron tersebut masih setia menyapa pemirsa. Musim ke-18 yang berjudul Dunia Sementara, Coy akan mengangkat isu mengenai pengangguran serta terbatasnya lapangan pekerjaan.
Dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan Halo Selebriti pada Sabtu (22/2), Deddy Mizwar bintang sekaligus produser PPT, menjelaskan tema ini sejalan dengan tradisi sinetron Ramadan.
"Para Pencari Tuhan selalu mengambil tema yang merupakan fenomena yang ada di masyarakat. Mulai dari kemarin anak punk yang keluar dari norma, kemudian pinjol, dan sekarang isu pengangguran. Angkatan kerja makin meningkat dan merupakan salah satu efek bonus demografi kita," ungkap Deddy Mizwar.
Angkat Isu Problematika Terkini

Selain itu, presentasi terbaru ini akan membahas dampak dari kemajuan teknologi terhadap isu yang ada.
"Di satu sisi perkembangan teknologi yang juga semakin pesat, tenaga manusia bisa digantikan tenaga mesin, teknologi. Akibatnya peluang kerja makin sempit," ujarnya.
Di samping itu, kondisi eksternal seperti krisis ekonomi global juga memperburuk situasi ini.
"Angkatan kerja meningkat, lapangan kerja menyempit. Bagaimana ini? Ini problem generasi muda kita," kata Deddy Mizwar.
PPT Masuk Musim ke-18

Awal Januari lalu, diadakan acara syukuran untuk merayakan musim ke-18 dari PPT. Di bulan Ramadan kali ini, Deddy Mizwar, Jarwo Kwat, Udin Nganga, dan Asrul Dahlan kembali berperan dalam karakter yang sudah dikenal.
"Makanya, hari ini kita mensyukuri atas apa yang diberikan Allah. Dari mulai jilid 1, pantas kita harus bersyukur untuk itu," dalam acara yang berlangsung di Kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada tanggal 7 Januari 2025.
Acara syukuran ini menjadi momen penting bagi para pemain dan penggemar, mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui sejak jilid pertama. Mereka merayakan pencapaian dan berharap untuk terus mendapatkan berkah serta dukungan dari penonton.
SCTV menyajikan berbagai program menarik

Selain program Power Point (PPT), SCTV juga menyiapkan berbagai acara menarik lainnya untuk menyambut Bulan Puasa 2025. Salah satu program yang ditunggu-tunggu adalah sinetron Lorong Waktu yang akan kembali tayang setelah 19 tahun tidak muncul di layar kaca.
"Lorong Waktu itu terakhir 2006, artinya sudah 19 tahun yang lalu. Kita seperti dibawa lorong waktu. Ini bener-bener inovasi yang dihadirkan pak haji, tentu dengan diskusi kreatif bersama tim," kata Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmad.