Ilmuwan Ungkap Bintang Semacam Bola Raksasa Tapi Terlihat Kecil dari Bumi, Ternyata Ini Penyebabnya
Fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor dan para ilmuwan memberikan penjelasannya.

Bintang adalah objek langit yang mempesona dan selalu menarik perhatian manusia. Namun, banyak orang bertanya-tanya, mengapa bintang terlihat kecil ketika kita mengamatinya dari Bumi?
Fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor, terutama jarak yang sangat jauh antara bintang-bintang dan planet kita. Meskipun bintang-bintang sebenarnya adalah bola gas raksasa, cahaya yang mereka pancarkan tampak sebagai titik-titik kecil di langit malam.
Untuk memahami lebih dalam, kita perlu mempertimbangkan ukuran dan jarak. Bintang terdekat dengan Bumi adalah Matahari, yang terlihat jauh lebih besar dan lebih terang dibandingkan dengan bintang-bintang lainnya. Hal ini disebabkan oleh jaraknya yang relatif dekat, sekitar 150 juta kilometer dari Bumi.
Sementara itu, bintang-bintang lain terletak pada jarak yang jauh melampaui jarak Matahari, sehingga ukuran tampak mereka menjadi sangat kecil. Dengan demikian, persepsi kita terhadap ukuran bintang sangat dipengaruhi oleh jarak.
Selain itu, cahaya yang dipancarkan oleh bintang juga mengalami penurunan intensitas seiring dengan bertambahnya jarak. Hukum invers kuadrat cahaya menyatakan bahwa cahaya akan menyebar ke segala arah dan intensitasnya akan berkurang seiring dengan jarak. Oleh karena itu, meskipun bintang-bintang tersebut memiliki ukuran yang sangat besar, cahaya yang sampai ke Bumi menjadi sangat lemah dan tampak kecil.
Faktor Jarak dan Ukuran Bintang
Bintang-bintang yang kita lihat di malam hari adalah bagian dari galaksi kita, Bima Sakti, dan juga galaksi-galaksi lain yang jauh. Jarak antara bintang-bintang ini bervariasi, ada yang dekat dan ada yang sangat jauh.
Sebagai contoh, Proxima Centauri adalah bintang terdekat dengan Bumi setelah Matahari, yang berjarak sekitar 4,24 tahun cahaya. Meskipun Proxima Centauri adalah bintang yang relatif dekat, ia masih tampak sangat kecil di langit malam.
Sementara itu, bintang-bintang yang lebih besar seperti Betelgeuse, yang terletak di konstelasi Orion, memiliki ukuran yang jauh lebih besar daripada Matahari. Betelgeuse diperkirakan memiliki diameter sekitar 1.000 kali lipat lebih besar dari Matahari.
Namun, jaraknya yang sekitar 640 tahun cahaya dari Bumi membuatnya tampak kecil dan redup. Dalam hal ini, ukuran fisik bintang tidak berbanding lurus dengan ukuran tampak yang kita lihat dari Bumi.
Efek Scintillation
Persepsi manusia terhadap bintang juga dipengaruhi oleh kondisi atmosfer Bumi. Ketika cahaya bintang memasuki atmosfer, cahaya tersebut dapat terdispersi dan terdistorsi, yang membuat bintang tampak berkelap-kelip. Efek ini dikenal sebagai scintillation.
Selain itu, polusi cahaya di daerah perkotaan dapat mengurangi kemampuan kita untuk melihat bintang-bintang yang lebih kecil dan lebih redup. Ketika kita melihat ke langit malam yang cerah, kita biasanya hanya dapat melihat sekitar 2.500 hingga 3.000 bintang dengan mata telanjang.
Namun, jika kita berada di daerah yang jauh dari polusi cahaya, jumlah bintang yang terlihat bisa mencapai puluhan ribu. Ini menunjukkan bahwa meskipun bintang-bintang terlihat kecil, sebenarnya ada banyak sekali bintang yang dapat kita amati jika kondisi memungkinkan.