Jenderal AS Sarankan Joe Biden Sisakan 2.500 Pasukan Militer di Afghanistan
Merdeka.com - Dua jenderal ternama Amerika Serikat (AS) menyampaikan, mereka pernah merekomendasikan 2.500 pasukan AS tetap ditempatkan di Afghanistan, menjelang penarikan penuh pasukan AS pada Agustus lalu.
Testimoni oleh Jenderal Mark Milley dan Jenderal Frank McKenzie kepada Kongres ini nampaknya berlawanan dengan Presiden Joe Biden, yang mengatakan tidak pernah ada saran tersebut.
Jenderal Milley mengatakan, AS sangat kaget dengan runtuhnya pemerintah Afghanistan yang sangat cepat.
-
Siapa yang memimpin pasukan Amerika? Pasukan Amerika sendiri dipimpin oleh Mayor Jenderal William F. Dean, seorang veteran Perang Dunia II.
-
Dimana kapal perang AS dikerahkan selama 8 bulan? Kapal ini akhirnya diusir dari Laut Merah setelah delapan bulan dikerahkan oleh AS ke kawasan tersebut.
-
Nama angkatan apa yang ada di konteks? Nama angkatan dan filosofinya ini tidak hanya sekadar sebutan. Melainkan juga bisa mencerminkan karakter angkatan.
-
Dimana tentara muslim AS bertugas? Pria 43 tahun ini bertugas di bagian pelayanan sipil Batalion ke-96 dan Brigadir urusan sipil ke-95 di Fort Bragg, California Utara.
-
Siapa yang pimpin pasukan? Tim Sparta yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iwan Saktiadi langsung melakukan pengadangan.
-
Kenapa kapal perang AS diusir dari Teluk Aden? Militer Amerika Serikat (AS) memerintahkan kapal perang terkuat USS Dwight D. Eisenhower kembali ke AS setelah serangan kelompok Houthi Yaman di Teluk Aden.
Dikutip dari BBC, Rabu (29/9), kedua jenderal ini dipanggil komite layanan bersenjata Senat bersama Menteri Pertahanan, Lloyd Austin pada Selasa.
Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus lalu, dengan menduduki istana kepresidenan. Kemenangan Taliban ini disusul dengan upaya pelarian ribuan warga Afghanistan yang takut dengan kembalinya kekuasaan Taliban. Ribuan warga Afghanistan memenuhi bandara Kabul dengan harapan mendapatkan penerbangan agar bisa keluar dari negaranya.
Jenderal McKenzie, yang mengepalai Komando Pusat AS mengawal proses penarikan pasukan AS dari Afghanistan menyampaikan, berdasarkan pertanyaan para senator Republik, dia merekomendasikan agar sejumlah kecil pasukan yaitu 2.500 personel tetap ditempatkan di Afghanistan.
Ini nampaknya berlawanan dengan pernyataan Biden kepada jurnalis ABC pada 19 Agustus bahwa dia tidak ada pihak yang memberikannya saran tersebut.
Jenderal Milley mengatakan, dia setuju dengan rekomendasi tersebut, tapi ketika ditanya Dan Sullivan dari Republik apakah pernyataan Biden merupakan “pernyataan keliru”, dia menolak memberi jawaban lugas.
Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki menanggapi hal tersebut.
“Presiden menghargai saran terbuka kepala (staf) gabungan dan militer,” ujarnya.
“Itu tidak berarti dia selalu sepakat dengannya.”
Psaki menambahkan, jika pasukan AS tetap berada di Afghanistan setelah tenggat waktu penarikan pada akhir Agustus, AS bisa berperang dengan Taliban.
Dengar pendapat pada Selasa dimulai dengan testimoni dari Menteri Pertahanan Lloyd Austin, disusun Milley, yang mengatakan saat ini akan lebih sulit melindungi orang Amerika dari serangan teroris di Afghanistan.
“Taliban adalah organisasi teroris dan masih tetap organisasi teroris dan masih belum memutuskan hubungan dengan Al-Qaidah,” ujarnya.
“Pembentukan kembali Al-Qaidah atau ISIS dengan cita-cita menyerang AS adalah kemungkinan yang sangat nyata, dan kondisi untuk memasukkan aktivitas di ruang yang tidak diatur dapat muncul dalam 12-36 bulan ke depan.”
Jenderal Milley mengatakan dia melakukan penilaian pada akhir 2020 bahwa percepatan penarikan pasukan dari Afghanistan bisa mempercepat runtuhnya pemerintahan Afghanistan.
Namun baik dia maupun Austin sama-sama bersaksi bahwa runtuhnya Afghanistan membuat militer AS lengah.
"Kami membantu membangun sebuah negara, tetapi kami tidak dapat membentuk sebuah bangsa," kata Austin.
"Fakta bahwa tentara Afghanistan yang kami dan mitra kami latih begitu saja mencair - dalam banyak kasus tanpa melepaskan tembakan - mengejutkan kami semua."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Pentagon meminta 2.000 pasukan bersiap untuk dikerahkan ke Timur Tengah untuk mendukung Israel.
Baca SelengkapnyaPentagon Perintahkan Ribuan Tentara Amerika Bersiap Perang di Gaza
Baca SelengkapnyaPada 1986 ketika masih menjadi anggota Komite Hubungan Internasional di Senat AS Joe Biden menyampaikan komitmen kuat kepada Israel.
Baca SelengkapnyaKapal induk perang Amerika Serikat pembawa jet tempur dilaporkan telah mendekat di perairan Mediterania timur.
Baca SelengkapnyaJoe Biden Sebut AS Tidak Akan Bantu Israel Balas Serangan Iran
Baca SelengkapnyaKesepakatan itu diambil dalam pertemuan keduanya di Gedung Putih atau White House, Washington DC, pada Selasa (12/11) waktu setempat.
Baca SelengkapnyaPejabat-Pejabat Kemlu AS Mundur karena Kebijakan Joe Biden di Gaza
Baca SelengkapnyaPaket ini juga mencakup amunisi senjata ringan, ambulans, peralatan dan amunisi penghancur, serta suku cadang, peralatan medis.
Baca SelengkapnyaDana tersebut dari RUU tambahan senilai USD 14,1 miliar (sekitar Rp224,8 triliun) yang disetujui oleh Kongres pada April.
Baca SelengkapnyaJokowi secara khusus membawa pesan dari negara-negara Islam terkait masalah Palestina.
Baca SelengkapnyaIsrael Umumkan Bakal Tarik Mundur Ribuan Pasukan dari Gaza, Ternyata Ini Alasannya
Baca SelengkapnyaMuslim Amerika Janji Tidak Memilih Joe Biden di 2024
Baca Selengkapnya