Cara Memenuhi Kebutuhan Tidur Anak ala Harvard, Bantu Optimalkan Tumbuh Kembangnya
Memenuhi kebutuhan tidur anak merupakan hal yang penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang yang dimilikinya.

Tidur yang cukup dan berkualitas adalah kebutuhan penting bagi anak-anak dan remaja. Selain membantu menjaga kesehatan fisik dan mental, tidur juga berperan dalam mendukung proses belajar dan perkembangan mereka. Sayangnya, banyak anak dan remaja yang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup akibat rutinitas yang kurang teratur dan kebiasaan kurang sehat menjelang tidur. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak memenuhi kebutuhan tidur mereka dengan baik.
Pentingnya Tidur untuk Anak dan Remaja
Kurangnya tidur dapat berdampak buruk pada kesehatan anak. Selain menyebabkan kelelahan dan gangguan konsentrasi, kurang tidur juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti obesitas, gangguan emosi, dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
Dilansir dari Harvard, menurut Dr. Claire McCarthy, seorang Senior Faculty Editor di Harvard Health Publishing, pola tidur yang baik sangat penting bagi anak-anak dan remaja.
"Tidur adalah kebutuhan utama kita. Anak-anak yang tidak mendapatkan tidur yang cukup lebih rentan mengalami masalah kesehatan dan perilaku, serta kesulitan dalam belajar," ujarnya.
Menetapkan Jadwal Tidur yang Teratur
Salah satu kunci utama dalam memastikan anak mendapatkan tidur yang cukup adalah dengan menerapkan jadwal tidur yang konsisten. Tubuh manusia bekerja lebih baik jika tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
Anak-anak dan remaja membutuhkan 8 hingga 10 jam tidur per malam. Untuk mengetahui kapan waktu tidur yang ideal, hitung mundur sekitar 10 jam dari waktu bangun mereka. Misalnya, jika anak harus bangun pukul 07.00 pagi, mereka sebaiknya mulai bersiap tidur pada pukul 21.00 dan sudah berada di tempat tidur sekitar pukul 22.00. Sementara untuk anak yang lebih kecil, waktu tidur ideal bisa dimulai lebih awal, sekitar pukul 20.00.
Dr. McCarthy juga menyoroti bahwa remaja secara alami memiliki kecenderungan untuk tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Namun, karena kebanyakan jadwal sekolah tidak menyesuaikan dengan ritme biologis mereka, orang tua perlu membantu mengatur rutinitas tidur yang optimal.
Meski boleh tidur lebih larut saat akhir pekan, sebaiknya perbedaan waktu tidur tidak lebih dari satu jam agar ritme tubuh tetap terjaga.

Menghindari Penggunaan Layar Sebelum Tidur
Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menghambat produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur tidur. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mematikan layar setidaknya dua jam sebelum waktu tidur.
"Cara terbaik untuk memastikan ini berhasil adalah dengan menjauhkan semua perangkat elektronik dari kamar tidur anak," kata Dr. McCarthy.
Meskipun remaja sering kali menolak aturan ini, orang tua dapat tetap tegas dalam menerapkannya. Jika mereka mengklaim membutuhkan ponsel untuk alarm, solusi sederhana seperti membeli jam alarm biasa bisa menjadi alternatif yang efektif. Setidaknya, pastikan ponsel mereka berada dalam mode "Jangan Ganggu" selama malam hari.
Menciptakan Lingkungan yang Kondusif untuk Tidur
Suasana kamar yang nyaman dapat membantu anak tidur lebih nyenyak. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
Memastikan kamar dalam kondisi tenang dan tidak berisik. Jika ada suara bising dari luar, gunakan mesin white noise atau kipas angin untuk membantu meredamnya.
Menggunakan tirai gelap untuk menghindari cahaya berlebih yang bisa mengganggu tidur anak.
Menyesuaikan suhu kamar agar tetap sejuk dan nyaman.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Kualitas Tidur
Selain menetapkan jadwal dan menciptakan lingkungan yang nyaman, ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan agar anak mendapatkan tidur yang berkualitas:
Mengatur Aktivitas Sehari-hari
Anak-anak dan remaja yang memiliki jadwal padat sering kali kesulitan menyisihkan waktu untuk tidur. Oleh karena itu, orang tua perlu membantu mereka menyusun jadwal yang seimbang, termasuk membatasi waktu bermain game atau menonton televisi agar tidak mengganggu waktu tidur.
Membatasi Konsumsi Kafein
Sebaiknya anak-anak dan remaja menghindari konsumsi kafein, terutama di sore dan malam hari, karena dapat mengganggu proses tidur mereka.
Membatasi Waktu Tidur Siang
Meskipun tidur siang bermanfaat bagi anak usia prasekolah, tidur siang yang terlalu lama bagi anak yang lebih besar dapat mengganggu pola tidur malam mereka.
Mendorong Aktivitas Fisik
Olahraga teratur dapat membantu anak tidur lebih nyenyak di malam hari. Namun, hindari aktivitas fisik yang terlalu berat menjelang waktu tidur.
Membiasakan Rutinitas Menjelang Tidur
Menciptakan kebiasaan relaksasi sebelum tidur, seperti membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan, dapat membantu anak lebih mudah tertidur.
Tidur yang cukup adalah kunci utama bagi kesehatan dan perkembangan anak. Dengan menerapkan jadwal tidur yang teratur, menghindari penggunaan layar sebelum tidur, menciptakan lingkungan yang nyaman, serta mengelola aktivitas harian dengan baik, orang tua dapat membantu anak mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.
Tidur yang baik tidak hanya membantu mereka tetap sehat, tetapi juga meningkatkan kemampuan belajar dan kesejahteraan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pastikan anak-anak Anda mendapatkan tidur yang cukup demi masa depan yang lebih baik.