Jumlah Asupan Kalori Harian yang Dibutuhkan Pria dan Wanita dalam Sehari
Kebutuhan kalori harian berdasarkan usia, jenis kelamin, dan aktivitas untuk mendukung kesehatan dan berat badan ideal.

Apakah Anda sedang berusaha menurunkan berat badan, menambah berat badan, atau sekadar mempertahankan berat badan saat ini? Mengetahui jumlah kalori yang perlu dikonsumsi setiap hari adalah langkah awal yang penting untuk mencapai tujuan tersebut. Kalori merupakan satuan energi yang diperoleh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Energi ini digunakan tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi dasar seperti bernapas, memompa darah, mencerna makanan, hingga mendukung aktivitas fisik yang dilakukan setiap hari.
Dilansir dari WebMD, kalori adalah sumber energi utama yang menjaga tubuh tetap berfungsi dengan baik. Asupan kalori yang tidak seimbang—baik berlebihan maupun kekurangan—dapat berdampak signifikan pada berat badan dan kesehatan secara keseluruhan. Ketika tubuh menerima lebih banyak kalori daripada yang dibakar, energi berlebih ini disimpan sebagai lemak tubuh, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Sebaliknya, konsumsi kalori yang lebih sedikit dari yang dibutuhkan dapat menyebabkan tubuh kehilangan berat badan karena kekurangan energi.
Namun, kebutuhan kalori setiap orang berbeda-beda, tergantung pada berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik. Pria umumnya membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan wanita karena perbedaan massa otot dan ukuran tubuh. Selain itu, semakin aktif seseorang secara fisik, semakin tinggi pula kebutuhan kalorinya. Dengan memahami kebutuhan kalori harian Anda, Anda dapat membuat rencana makan yang sesuai dengan tujuan kesehatan dan kebugaran Anda.
Mengapa Kalori Penting?

Kalori adalah satuan energi yang diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari. Setiap makanan yang Anda makan dan minuman yang Anda konsumsi mengandung jumlah kalori tertentu yang memberikan energi untuk mendukung fungsi tubuh. Energi ini digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas, baik yang terlihat seperti berjalan atau berolahraga, maupun yang tidak terlihat seperti pernapasan, sirkulasi darah, dan aktivitas organ dalam. Dengan kata lain, kalori adalah "bahan bakar" yang memungkinkan tubuh Anda berfungsi dengan baik sepanjang hari.
Tubuh memanfaatkan kalori untuk mendukung fungsi dasar seperti pernapasan, detak jantung, pencernaan, dan metabolisme. Proses-proses ini berjalan secara otomatis tanpa memerlukan kesadaran kita, tetapi tetap membutuhkan energi yang cukup. Selain itu, jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh juga bergantung pada tingkat aktivitas seseorang. Orang yang aktif secara fisik memerlukan lebih banyak kalori untuk memenuhi kebutuhan energinya dibandingkan mereka yang memiliki gaya hidup sedentary atau kurang aktif.
Namun, penting untuk menjaga keseimbangan asupan kalori. Ketika seseorang mengonsumsi kalori secara berlebihan tanpa membakarnya melalui aktivitas fisik, energi yang tidak digunakan akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang jika tidak dikontrol, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Sebaliknya, kekurangan kalori dapat membuat tubuh kehilangan massa otot dan energi, yang berpotensi mengganggu fungsi tubuh dan menyebabkan penurunan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kalori yang masuk dan keluar sangat penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara optimal.
Fakta Menarik:
Kebutuhan kalori harian Anda ditentukan oleh keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk melalui makanan dan minuman yang Anda konsumsi serta jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh selama aktivitas sehari-hari. Tubuh membutuhkan energi tidak hanya untuk aktivitas fisik yang terlihat seperti berjalan, berlari, atau olahraga, tetapi juga untuk fungsi-fungsi internal seperti bernapas, sirkulasi darah, pencernaan, dan menjaga suhu tubuh. Oleh karena itu, kebutuhan kalori setiap orang dapat bervariasi tergantung pada gaya hidup, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Secara umum, pria membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan wanita. Hal ini disebabkan oleh perbedaan fisiologis, di mana tubuh pria cenderung memiliki ukuran lebih besar dan massa otot lebih banyak dibandingkan wanita. Massa otot membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankan fungsinya dibandingkan lemak tubuh, sehingga pria umumnya memerlukan kalori lebih banyak untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Selain itu, tingkat aktivitas fisik juga mempengaruhi kebutuhan kalori. Orang yang memiliki gaya hidup aktif atau rutin berolahraga membutuhkan lebih banyak kalori untuk menggantikan energi yang terbakar selama aktivitas tersebut.
Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh cenderung melambat, yang berarti tubuh membutuhkan lebih sedikit kalori dibandingkan saat muda. Penurunan metabolisme ini terjadi karena faktor seperti penurunan massa otot dan perubahan hormonal yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk membakar kalori. Oleh karena itu, seseorang yang sudah memasuki usia paruh baya atau lanjut usia perlu menyesuaikan asupan kalorinya untuk menghindari kelebihan berat badan. Namun, meskipun kebutuhan kalori berkurang, kualitas makanan yang dikonsumsi tetap penting. Orang yang lebih tua perlu memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan nutrisi yang cukup meskipun mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, sehingga kesehatan dan energi mereka tetap terjaga.
Kebutuhan Kalori Harian

Tabel kebutuhan kalori harian memberikan gambaran tentang jumlah kalori yang diperlukan oleh tubuh berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitas fisik. Kebutuhan kalori ini sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh metabolisme individu, meskipun orang-orang dengan jenis kelamin, usia, dan ukuran tubuh yang sama dapat memiliki kebutuhan energi yang berbeda. Secara umum, tingkat aktivitas dibagi menjadi tiga kategori, yaitu sedentary (tidak aktif), moderately active (cukup aktif), dan active (sangat aktif). Berikut adalah rincian kebutuhan kalori berdasarkan kelompok usia dan tingkat aktivitas.
Pada wanita, kebutuhan kalori harian berbeda-beda sesuai dengan usia dan aktivitas. Anak-anak perempuan usia 4–8 tahun membutuhkan sekitar 1.200–1.800 kalori per hari, tergantung pada tingkat aktivitas mereka. Pada remaja perempuan usia 9–13 tahun, kebutuhan kalori meningkat menjadi 1.400–2.200 kalori per hari, sedangkan pada usia 14–18 tahun, angka tersebut berkisar antara 1.800–2.400 kalori. Wanita dewasa usia 19–30 tahun umumnya membutuhkan sekitar 1.800–2.400 kalori, sementara kebutuhan kalori untuk wanita usia 31–50 tahun sedikit menurun menjadi 1.800–2.200 kalori. Untuk wanita yang berusia lebih dari 51 tahun, kebutuhan kalori harian berkisar antara 1.600–2.200 kalori, bergantung pada tingkat aktivitas fisik.
Pada pria, kebutuhan kalori harian lebih tinggi dibandingkan wanita, karena pria umumnya memiliki massa otot yang lebih besar, yang membutuhkan energi lebih banyak untuk dipertahankan. Anak laki-laki usia 4–8 tahun membutuhkan sekitar 1.200–2.000 kalori per hari, tergantung pada aktivitasnya. Kebutuhan kalori meningkat signifikan pada remaja laki-laki usia 9–13 tahun menjadi 1.600–2.600 kalori per hari. Pada usia 14–18 tahun, pria membutuhkan sekitar 2.000–3.200 kalori per hari, tergantung pada seberapa aktif mereka. Pria dewasa usia 19–30 tahun memiliki kebutuhan kalori yang berkisar antara 2.400–3.000 kalori, sedangkan pria usia 31–50 tahun membutuhkan sekitar 2.200–3.000 kalori. Untuk pria berusia lebih dari 51 tahun, kebutuhan kalori berkurang menjadi sekitar 2.000–2.800 kalori, tergantung pada tingkat aktivitas.
Secara keseluruhan, tingkat aktivitas memainkan peran besar dalam menentukan kebutuhan kalori harian. Orang dengan gaya hidup sedentary (tidak aktif) membutuhkan lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang cukup aktif atau sangat aktif. Sebagai contoh, seorang pria usia 19–30 tahun dengan gaya hidup tidak aktif membutuhkan sekitar 2.400–2.600 kalori per hari, tetapi jika ia sangat aktif, kebutuhan kalorinya meningkat hingga 3.000 kalori. Hal yang sama berlaku untuk wanita; seorang wanita usia 19–30 tahun dengan aktivitas rendah membutuhkan sekitar 1.800 kalori, tetapi angka tersebut bisa mencapai 2.400 kalori jika ia sangat aktif. Oleh karena itu, memahami kebutuhan kalori harian berdasarkan faktor-faktor ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan energi, mencapai tujuan berat badan, dan memastikan tubuh tetap sehat.
Menyesuaikan Asupan Kalori dengan Tujuan Berat Badan

- Menjaga Berat Badan: Untuk menjaga berat badan tetap stabil, jumlah kalori yang dikonsumsi harus seimbang dengan jumlah kalori yang digunakan tubuh setiap hari. Rata-rata wanita membutuhkan 1.600-2.400 kalori per hari, sedangkan pria membutuhkan 2.000-3.000 kalori per hari, tergantung pada tingkat aktivitas fisiknya.
- Menurunkan Berat Badan: Ketika seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak tubuh. Untuk menurunkan berat badan, perlu menciptakan defisit kalori, yaitu dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan yang dibakar oleh tubuh. Defisit sekitar 500-1.000 kalori per hari dapat membantu menurunkan sekitar 0,5-1 kg per minggu.
- Menaikkan Berat Badan: Sebaliknya, bagi yang ingin menambah berat badan, perlu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar. Peningkatan asupan sebesar 250-500 kalori per hari dapat membantu menambah berat badan secara bertahap.
Berapa Banyak Kalori yang Harus Dikonsumsi per Hari?

Kebutuhan kalori harian Anda bergantung pada jumlah kalori yang masuk dan yang dibakar. Meskipun Anda dapat memperkirakan kalori yang masuk melalui makanan, menghitung kalori yang dibakar lebih sulit. Selain aktivitas fisik, tubuh juga membakar kalori untuk menjalankan fungsi dasar seperti pencernaan dan metabolisme.
Untuk memperkirakan kebutuhan kalori dengan lebih akurat, Anda dapat menghitung tingkat metabolisme basal (Basal Metabolic Rate/BMR), yaitu jumlah kalori yang dibakar tubuh saat istirahat. BMR dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan. Secara rata-rata:
- Wanita dewasa membakar sekitar 1.400-1.500 kalori per hari saat beristirahat.
- Pria dewasa membakar sekitar 1.600-1.800 kalori per hari saat beristirahat.
Cara Menghitung Kalori yang Dibakar

Ada beberapa cara untuk menghitung jumlah kalori yang terbakar selama aktivitas harian:
- Menggunakan Pelacak Kebugaran: Alat ini memberikan perkiraan jumlah kalori yang dibakar sepanjang hari.
- Monitor Detak Jantung: Cenderung lebih akurat dibandingkan pelacak kebugaran dalam menghitung pembakaran kalori.
- Kalkulator Kalori Online: Memanfaatkan data pribadi seperti usia, berat badan, tinggi badan, dan jenis aktivitas.
- Menggunakan Rumus MET (Metabolic Equivalent of Task): Menghitung jumlah kalori yang terbakar berdasarkan jenis aktivitas dan berat badan.
Contoh Perhitungan:
Jika berat badan Anda 60 kg dan melakukan aerobik intensitas rendah dengan nilai MET 5, Anda akan membakar sekitar 5,25 kalori per menit. Dalam kelas 45 menit, Anda membakar sekitar 236 kalori.
Apakah Menghitung Kalori Masih Relevan?
Metode menghitung kalori telah lama digunakan, tetapi beberapa ahli kini menganggapnya kurang praktis karena:
- Menyita waktu: Mencatat setiap makanan yang dikonsumsi dapat menjadi tugas yang melelahkan.
- Kurang akurat: Label nutrisi dan perkiraan porsi makan sering kali tidak sepenuhnya akurat.
- Berisiko menyebabkan stres: Fokus berlebihan pada angka kalori dapat memicu kecemasan atau gangguan makan.
Namun, tetap ada manfaat dari pencatatan makanan, seperti meningkatkan kesadaran akan pola makan dan membantu ahli gizi dalam memberikan rekomendasi diet yang lebih tepat.
FAQ tentang Kalori:

- Apa itu kalori dalam makanan? Kalori adalah satuan energi yang mengukur jumlah energi yang diberikan makanan kepada tubuh.
- Makanan apa yang tinggi kalori? Makanan berlemak seperti gorengan, fast food, dan camilan tinggi kalori. Makanan manis seperti permen dan kue juga termasuk dalam kategori ini.
- Apakah semua kalori sama? Tidak. Makanan bernutrisi tinggi seperti buah, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak lebih baik daripada makanan olahan yang tinggi kalori tetapi rendah nutrisi.
Kebutuhan kalori harian dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitas. Meskipun tabel dan kalkulator dapat memberikan gambaran, cara terbaik untuk mengetahui kebutuhan kalori Anda adalah dengan berkonsultasi kepada dokter atau ahli gizi. Ingatlah bahwa kualitas makanan dan gaya hidup sehat juga memegang peran penting dalam mencapai berat badan ideal dan kesehatan secara menyeluruh.
Dengan memahami kebutuhan kalori harian, Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijak untuk mencapai tujuan kesehatan dan kebugaran Anda.