Tetap Tenang! Begini Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
Tantrum terjadi pada anak saat di tempat umum? Begini cara mengatasinya!

Tantrum merupakan salah satu fase perkembangan anak yang sering kali menjadi tantangan bagi orang tua. Kondisi ini terjadi ketika anak marah di luar kendali, menangis histeris, bahkan berguling-guling di tempat umum. Momen seperti ini tentu membuat orang tua merasa cemas dan bingung, terutama karena perhatian orang-orang sekitar tertuju pada mereka.
Namun, penting untuk dipahami bahwa tantrum adalah bagian normal dari pertumbuhan anak. Tantrum bukan berarti anak nakal atau sulit diatur, melainkan bentuk respons alami terhadap emosi yang belum bisa mereka kendalikan dengan baik. Ketika anak mengalami lonjakan emosi, ia cenderung mengekspresikannya dengan cara yang belum matang, seperti menangis atau berteriak.
Penting juga untuk diketahui bahwa memberikan strategi untuk mencegah terjadinya tantrum lebih mudah ketimbang mengatasinya saat tantrum telah terjadi. Tantrum bisa dicegah dengan persiapan yang baik, komunikasi yang jelas, dan pengelolaan emosi yang tepat. Dengan memahami kebutuhan anak dan menerapkan strategi di atas, tantrum bisa berkurang dan perjalanan atau aktivitas bersama anak menjadi lebih menyenangkan.
Alasan Anak Sering Tantrum di Tempat Umum

Menghadapi anak yang tantrum di tempat umum memang bukan perkara mudah, tetapi dengan pendekatan yang tenang dan penuh kasih sayang, orang tua bisa membantu anak belajar mengelola emosinya dengan lebih baik. Penting untuk diingat bahwa tantrum adalah bagian dari perkembangan anak, bukan tanda bahwa mereka nakal atau sulit diatur.
Ada berbagai alasan yang berkaitan dengan emosi, kebutuhan, dan lingkungan sekitar sehingga dapat menyebabkan seorang anak tantrum di tempat umum seperti overstimulasi atau kelelahan, kesulitan mengungkapkan keinginan, penolakan orangtua atas permintaan sesuatu, hingga mencari perhatian orangtua.
Sikap orangtua yang bijak diperlukan sebagai strategi mengatasi anak tantrum karena dapat memengaruhi perkembangan emosional anak, hubungan orang tua dan anak, serta bagaimana anak belajar mengelola emosinya di masa depan.
Dengan tetap tenang, memberikan waktu untuk anak menenangkan diri, menghindari kemarahan berlebihan, memvalidasi perasaan anak, mengalihkan perhatian, dan memberikan pelukan saat anak mulai tenang, orang tua dapat menangani tantrum dengan lebih efektif. Dengan cara ini, anak juga akan belajar bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengungkapkan perasaan dan keinginan mereka tanpa harus menangis atau berteriak. Dengan konsistensi dan kesabaran, tantrum akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak dan perkembangan kemampuan mereka dalam mengelola emosi.
Cara Efektif Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

Menghadapi anak yang tantrum di tempat umum membutuhkan kesabaran dan strategi yang tepat. Berikut adalah beberapa cara efektif yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi tantrum anak dengan tenang dan tanpa membuat situasi semakin buruk.
1. Tetap Tenang dan Tegas
Ketika anak mulai tantrum karena keinginannya tidak terpenuhi, orang tua harus tetap tenang dan tidak langsung menyerah. Jika anak tantrum di tempat umum, hindari panik atau menunjukkan reaksi berlebihan. Tarik napas dalam-dalam dan tunjukkan sikap tegas tetapi penuh kasih sayang.
Biarkan anak meluapkan emosinya tanpa langsung menuruti kemauannya. Jika anak menyadari bahwa tantrum tidak membuahkan hasil, ia akan belajar bahwa menangis atau berteriak bukanlah cara yang efektif untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.
2. Beri Waktu Pada Anak untuk Menenangkan Diri
Anak yang mengalami lonjakan emosi membutuhkan waktu untuk menenangkan diri. Bahkan, orang dewasa pun membutuhkan jeda ketika sedang marah atau kesal.
Jika memungkinkan, bawa anak ke tempat yang lebih sepi dan biarkan ia mengeluarkan emosinya hingga reda. Biasanya, setelah kelelahan menangis dan berteriak, anak akan mulai lebih tenang. Pada saat inilah orang tua bisa masuk dengan pendekatan yang lebih lembut dan memberikan pengertian tentang situasi yang terjadi.
3. Hindari Memarahi Anak Secara Berlebihan
Sering kali, orang tua merasa frustrasi dan akhirnya memarahi anak yang sedang tantrum. Namun, perlu diingat bahwa memarahi anak justru bisa memperburuk keadaan. Anak yang merasa dimarahi akan semakin sulit dikendalikan karena ia merasa tidak dimengerti.
Alih-alih memarahi, cobalah untuk berbicara dengan suara lembut dan tenang. Jika anak terus berteriak, tunggu sampai ia sedikit lebih tenang sebelum mulai berbicara. Dengan begitu, anak akan lebih mudah menerima perkataan orang tua.
4. Validasi Perasaan Anak
Anak yang tantrum sebenarnya sedang berjuang dengan emosinya sendiri. Sebagai orang tua, penting untuk memberi validasi terhadap perasaan mereka. Misalnya, katakan, "Ibu tahu kamu marah karena tidak bisa mendapatkan mainan itu, tapi menangis dan berteriak bukan cara yang baik untuk meminta sesuatu."
Dengan memberikan validasi, anak merasa dimengerti dan lebih mudah diarahkan untuk mengatasi emosinya dengan cara yang lebih baik. Ini juga menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak cara mengekspresikan emosi mereka dengan lebih sehat.
5. Alihkan Perhatian Anak
Mengalihkan perhatian anak sering kali menjadi solusi efektif saat ia mulai tantrum. Anak kecil biasanya masih mudah teralihkan oleh hal-hal di sekitarnya. Jika anak mulai menangis di supermarket karena tidak dibelikan sesuatu, coba tunjukkan sesuatu yang menarik, seperti gambar pada kemasan produk, suara yang unik, atau aktivitas lain yang bisa membuatnya lupa akan penyebab tantrumnya.
Selain itu, membawa mainan favorit atau camilan sehat saat bepergian juga bisa membantu mencegah anak mengalami tantrum, terutama ketika mereka mulai merasa bosan atau lelah.
6. Berikan Pelukan Saat Anak Mulai Tenang
Saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda tenang, berikan pelukan sebagai bentuk kenyamanan. Pelukan dari orang tua bisa membantu anak merasa aman dan lebih terkendali. Kontak fisik seperti ini juga dapat membantu anak memahami bahwa meskipun ia marah atau kecewa, orang tua tetap menyayanginya dan ada untuknya.
Setelah anak benar-benar tenang, gunakan kesempatan ini untuk berbicara dengannya secara perlahan. Beri pemahaman bahwa ada cara yang lebih baik untuk menyampaikan keinginan atau perasaan tanpa harus menangis dan berteriak.

Menghadapi anak yang tantrum di tempat umum memang bukan perkara mudah, tetapi dengan pendekatan yang tenang dan penuh kasih sayang, orang tua bisa membantu anak belajar mengelola emosinya dengan lebih baik. Penting untuk diingat bahwa tantrum adalah bagian dari perkembangan anak, bukan tanda bahwa mereka nakal atau sulit diatur.
Dengan tetap tenang, memberikan waktu untuk anak menenangkan diri, menghindari kemarahan berlebihan, memvalidasi perasaan anak, mengalihkan perhatian, dan memberikan pelukan saat anak mulai tenang, orang tua dapat menangani tantrum dengan lebih efektif. Dengan cara ini, anak juga akan belajar bahwa ada cara yang lebih baik untuk mengungkapkan perasaan dan keinginan mereka tanpa harus menangis atau berteriak. Dengan konsistensi dan kesabaran, tantrum akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak dan perkembangan kemampuan mereka dalam mengelola emosi.