Masyarakat Bakal Pesimis dengan Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 Jika Kalah dari India
Timnas Indonesia U-20 telah mengalami dua kekalahan pada Mini Turnamen Mandiri U-20 Challenge.

Timnas Indonesia U-20 mengalami dua kekalahan dalam Mini Turnamen Mandiri U-20 Challenge yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Anak-anak asuh Indra Sjafri harus mengakui keunggulan Timnas Yordania U-20 dan Suriah U-20 dengan skor 1-0 dan 2-0.
Menurut pengamatan Gusnul Yakin, bukan hanya hasil akhir yang mengecewakan, tetapi juga penampilan para pemain Timnas Indonesia U-20 yang masih jauh dari harapan untuk bersaing di Piala Asia U-20 yang akan diadakan di China dari 12 Februari hingga 1 Maret mendatang.
Gusnul Yakin menekankan, "Timnas Indonesia U-20 telah melawan dan dikalahkan Yordania dan Suriah yang juga peserta Piala Asia U-20. Jika kita kalah dari India sudah kebangetan sekali. Hasil minor lawan India nanti bisa menurunkan ekspektasi publik terhadap Timnas Indonesia U-20."
Belum tahu kekuatan India

Selain itu, Kadek Arel dan rekan-rekannya belum mengetahui secara jelas mengenai kekuatan tim India yang akan mereka hadapi dalam mini turnamen yang dijadwalkan pada Kamis (30/1/2025). Meskipun India tidak berpartisipasi dalam Piala Asia U-20, kemenangan tetap menjadi hal yang sangat penting bagi Timnas Indonesia U-20 untuk meningkatkan mental dan kepercayaan publik.
"Ini pertandingan yang diikuti peserta dengan usia setara. Artinya, meski India tak tampil di Piala Asia U-20, mereka pasti punya pemain muda terbaiknya. Jadi tak mudah untuk mengalahkan India, jika semua kelemahan Timnas Indonesia tak diperbaiki," ujar seorang pengamat sepakbola dari Malang.
Kemampuan dasar
Gusnul Yakin menekankan bahwa kelemahan utama para pemain terletak pada kemampuan dasar mereka, khususnya dalam hal passing dan kontrol. "Seharusnya, untuk pemain yang setara dengan Timnas Indonesia di usia dua puluh tahun, masalah teknik dasar seperti passing dan kontrol sudah seharusnya tidak ada lagi. Mereka seharusnya fokus pada pemahaman taktik dan strategi. Namun, jika fondasi dasar tersebut masih lemah, maka taktik dan strategi yang baik pun akan sulit untuk diterapkan," jelasnya.
Mantan pelatih yang pernah meraih kesuksesan bersama Arema di era Galatama ini juga menunjukkan keraguan terhadap performa Timnas Garuda Muda di China mendatang.
"Melihat kualitas Timnas Indonesia U-20 saat ini, saya dan mungkin banyak orang yang mengerti sepakbola pasti meragukan. Jika hasil mereka di China nanti lebih buruk dibandingkan prestasi Shin Tae-yong di Uzbekistan, kita harus bersiap untuk mengalami kekecewaan yang mendalam," ungkapnya.